Tottenham Siapkan Kapten Baru Jika Cristian Romero Hengkang, 3 Kandidat Pengganti Muncul

Masa depan Cristian Romero di Tottenham Hotspur dalam tanda tanya besar.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 14 Agustus 2026, 22:40 WIB
Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, melambaikan tangan kepada para penggemar saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Tottenham Hotspur di Turf Moor, Burnley, Inggris barat laut pada 24 Januari 2026. Pertandingan berakhir 2-2. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur akan memiliki kapten baru pada musim depan. Masa depan cristian romero di klub London Utara tersebut berada dalam tanda tanya setelah sang bek dikaitkan dengan kepindahan ke Atletico Madrid.

Romero disebut semakin dekat untuk meninggalkan Spurs pada bursa transfer musim panas ini. Jika transfer tersebut terealisasi, Tottenham harus segera menentukan sosok baru yang akan mengenakan ban kapten, sementara wakil kapten Guglielmo Vicario juga diperkirakan meninggalkan klub sebelum musim baru dimulai.

Advertisement

Tottenham dinilai kekurangan kepemimpinan pada musim lalu. Romero, yang dipercaya sebagai kapten, beberapa kali justru merugikan tim melalui kartu merah akibat tindakan ceroboh serta pernyataan kontroversial di media sosial.

Roberto De Zerbi berupaya memperbaiki persoalan tersebut pada musim panas. Kedatangan pemain berpengalaman seperti Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, dan Sandro Tonali diharapkan mampu memberikan tambahan karakter serta kepemimpinan di dalam skuad. Meski pilihan tidak terlalu banyak, terdapat tiga nama yang dinilai paling layak untuk mengambil alih ban kapten.


1. Micky van de Ven

Selebrasi bek Tottenham Hotspur, Micky van de Ven setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Nottingham Forest pada laga pekan ke-32 Premier League 2023/2024 di Tottenham Hotspur Stadium, London, Minggu (7/4/2024) malam. (AP Photo/Ian Walton)

Micky van de Ven menjadi salah satu kandidat yang cukup menarik. Bek asal Belanda tersebut sempat kesulitan ketika dipercaya menjadi kapten menggantikan Romero musim lalu, namun pada usia 25 tahun ia tetap dianggap sebagai figur penting di ruang ganti.

Van de Ven bahkan masuk ke dalam kelompok kepemimpinan Tottenham pada Oktober tahun lalu. Kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan krusial menghadapi Crystal Palace pada Maret lalu menunjukkan bahwa ia masih memiliki sisi emosional dan terkadang kurang matang ketika tim berada dalam tekanan.

Meski demikian, performanya kembali meningkat sejak De Zerbi mengambil alih. Ia juga dipastikan bertahan di London Utara setelah menandatangani kontrak jangka panjang baru. Kemampuan berkomunikasi dan pengaruhnya di dalam maupun luar lapangan menjadi modal penting, dan pemberian ban kapten dapat membantu Van de Ven berkembang menjadi pemimpin yang lebih matang.

Tantangannya adalah De Zerbi harus yakin bahwa sang bek sudah siap mengemban tanggung jawab besar tersebut, mengingat pengalaman kepemimpinannya masih relatif terbatas.


2. Pedro Porro

Pemain Spanyol Pau Cubarsi dan Pedro Porro berebut bola dengan pemain Prancis Kylian Mbappe selama pertandingan semifinal Piala Dunia sepak bola antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Pedro Porro merupakan kandidat kuat lainnya. Bek sayap asal Spanyol itu menunjukkan karakter kepemimpinan luar biasa pada pertandingan terakhir musim lalu. Ketika peluit panjang memastikan Tottenham selamat dari ancaman degradasi, Porro langsung terjatuh di lapangan setelah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam pertandingan melawan Everton.

Penampilan all-action Porro menjadi salah satu faktor penting yang membantu Spurs memastikan keselamatan mereka pada laga emosional di Tottenham Hotspur Stadium. Ia juga menjadi salah satu pemain utama De Zerbi dalam tujuh pertandingan terakhir musim lalu.

Kontribusi tersebut kemudian mendapat penghargaan berupa kontrak baru berdurasi lima tahun pada Juni. Meski mendapat ketertarikan dari klub lain, Porro diperkirakan tetap bertahan. Ia juga sudah pernah mengenakan ban kapten Tottenham untuk pertama kalinya musim lalu.

Jika Romero dan Vicario benar-benar pergi, De Zerbi kemungkinan besar akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Porro. Terlepas dari apakah ia akhirnya menjadi kapten utama atau tidak, sang bek sayap hampir pasti menjadi bagian penting dari kelompok kepemimpinan Tottenham.


3. James Maddison

Duo pemain Tottenham Hotspur, James Maddison dan Pedro Porro, melakukan selebrasi setelah membobol gawang Bodo/Glimt pada leg 1 semifinal Liga Europa 2024/2025 di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (2/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Nama terakhir adalah James Maddison. Meski kontribusinya di atas lapangan musim lalu sempat terbatas, keberadaan Maddison tetap memberikan dorongan besar bagi Tottenham ketika mereka berhasil meraih 11 poin dari enam pertandingan terakhir.

Setelah melalui pramusim yang terganggu, Maddison diperkirakan kembali memegang peranan penting pada musim ini. De Zerbi akan membutuhkan kreativitas sekaligus karakter sang gelandang Inggris, baik di dalam maupun di luar lapangan. Maddison juga dikenal sebagai sosok yang disukai dan dihormati di lingkungan klub, dengan banyak atribut yang dibutuhkan seorang kapten.

De Zerbi sendiri tidak selalu terpaku pada posisi pemain ketika memilih kapten. Saat menangani Marseille dan Brighton, ia pernah memberikan ban kapten kepada bek tengah seperti Leonardo Balerdi dan Lewis Dunk. Namun, ketika melatih Sassuolo, De Zerbi juga tidak ragu menunjuk pemain menyerang seperti Domenico Berardi dan Francesco Caputo sebagai kapten.

Meski begitu, Maddison mungkin baru akan menjadi kandidat serius jika mampu memberikan jaminan kebugaran dan tampil secara konsisten setiap pekan. Sulit bagi De Zerbi mempercayakan ban kapten kepadanya apabila sang gelandang tidak bisa bermain secara reguler.

Berita Terkait