Bola.com, Jakarta - Satu di antara pemilik Chelsea, Mark Walter, dilaporkan berminat menjual sahamnya di klub tersebut. Langkah itu disebut berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan Kantor Kejaksaan Amerika Serikat terhadap dugaan penyelewengan keuangan.
Walter memiliki 12,8 persen saham Chelsea setelah ikut dalam proses akuisisi klub melalui BlueCo pada 2022. Ia berinvestasi bersama Hansjörg Wyss, mitra bisnis lama Todd Boehly, serta Clearlake Capital yang dipimpin Behdad Eghbali dan José E. Feliciano.
Kantor Kejaksaan AS di Manhattan dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dilaporkan tengah menyelidiki dugaan penipuan yang nilainya mencapai 16 miliar dolar AS.
Menurut laporan Sports Illustrated, Senin (17/8/2026), penyelidikan tersebut berkaitan dengan pinjaman yang diberikan kepada sejumlah perusahaan yang terhubung dengan Walter atau konglomerat miliknya, TWG Global.
Dana tersebut diduga berakhir dalam pembukuan perusahaan asuransi yang dimiliki Walter. Transaksi semacam itu seharusnya diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi untuk mencegah potensi konflik kepentingan. Namun, dugaan penyelidikan menyebutkan tidak ada pengungkapan terkait transaksi tersebut.
"Mark Walter dan TWG selalu bertindak dengan itikad baik. Mereka yang telah berbisnis dengan Mark mengenalnya sebagai orang yang jujur dan terbuka," kata TWG dalam pernyataannya..
"Tidak ada yang berbeda dari transaksi-transaksi ini. Kami yakin masalah ini akan diselesaikan dengan baik," lanjut pernyataan tersebut.
Dampak bagi Chelsea
Walter merupakan salah satu investor penting di Chelsea. Ia memiliki 12,8 persen saham, sama seperti Wyss dan Boehly.
Meski ketiganya kerap disebut sebagai tokoh utama dalam kelompok pemilik Chelsea, tidak satu pun dari mereka memegang saham mayoritas secara individual. Clearlake Capital menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 61,54 persen.
Jika Walter benar-benar menjual sahamnya, pembeli baru akan memiliki porsi minoritas di Chelsea. Namun, ada kemungkinan pemegang saham yang sudah ada mencoba mengambil alih saham tersebut.
Boehly atau Wyss, yang juga memiliki saham di Los Angeles Dodgers bersama Walter, misalnya, akan menguasai 25,6 persen saham Chelsea jika membeli seluruh kepemilikan Walter.
Dengan Clearlake Capital tetap mengendalikan 61,54 persen saham, perubahan kepemilikan Walter kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap struktur kendali Chelsea.
Penjualan Lakers
Mark Walter menjadi sorotan setelah menjual Los Angeles Lakers hanya 14 bulan usai membeli klub tersebut. Lakers dilepas kepada Bob Iger dan Joshua Kushner dengan nilai mencapai 12,5 miliar dolar AS.
Di saat bersamaan, kerajaan bisnis Walter juga tengah diselidiki otoritas federal AS. Dua perusahaan asuransi miliknya mendapat panggilan grand jury terkait dugaan kesalahan pelaporan investasi dengan perusahaan terafiliasi.
Walter merupakan pemilik Los Angeles Dodgers dan memiliki portofolio olahraga yang mencakup Chelsea FC, Los Angeles Sparks, PWHL, Cadillac F1, serta sejumlah aset olahraga lainnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti bahwa penyelidikan tersebut berkaitan dengan keputusan Walter menjual Lakers.
Sumber: NY Post, Sports Ilustrated
Penulis: Arif Anggara Mulya