HYROX, Olahraga Kebugaran asal Jerman yang Jadi Fenonema Global

HYROX tengah berkembang pesat dan menjadi salah satu kompetisi kebugaran dengan pertumbuhan paling cepat di dunia.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 19 Agustus 2026, 05:30 WIB
Sederet artis perempuan tunjukkan kekuatan sesungguhnya di arena Hyrox Jakarta. Mereka sukses taklukkan Hyrox Jakarta dengan rambut yang slay, anti gerah, dan tetap modis. Ada siapa ya? [@hyroxina @ririnekawati @lunamaya]

Bola.com, Jakarta - HYROX tengah berkembang pesat dan menjadi salah satu kompetisi kebugaran dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Menariknya, olahraga ini berawal dari Jerman pada 2017.

Konsep HYROX dikembangkan Christian Toetzke, pakar komunikasi Michael Trautmann, serta mantan atlet hoki lapangan Jerman, Moritz Furste, yang merupakan bagian dari tim peraih medali emas Olimpiade 2008 dan 2012.

Advertisement

Formatnya sederhana tetapi menantang. Peserta harus menyelesaikan delapan stasiun latihan fungsional yang diselingi delapan kali lari sejauh 1 kilometer.

Konsep tersebut menjadi pembeda HYROX. Kompetisinya menggabungkan atmosfer lomba lari dengan latihan kekuatan dan kebugaran yang biasanya dilakukan di gym.

"Orang-orang senang menantang diri sendiri atau berkompetisi dengan orang lain," kata Furste.


Tumbuh Pesat

Sivia Azizah mengikuti ajang Hyrox di Jakarta. (Instagram @siviazizah fotografer: @victoraditia @abism @dandiihb)

HYROX awalnya hanya diikuti sekitar 650 peserta dalam kompetisi pertamanya. Namun, popularitasnya meningkat drastis.

Pada musim 2022/2023, sekitar 90.000 atlet mengikuti kompetisi HYROX. Jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 650.000 peserta pada 2025.

Kini, HYROX telah hadir di lebih dari 85 kota di sekitar 30 negara. Pada musim ini, jumlah peserta diperkirakan menembus lebih dari satu juta atlet di seluruh dunia.

Salah satu daya tariknya adalah format pertandingan yang seragam. Peserta di Hamburg, London, New York, hingga Sydney menghadapi tantangan yang sama sehingga catatan waktu mereka dapat dibandingkan secara global.


Berambisi Masuk Olimpiade

Sivia Azizah mengikuti ajang Hyrox di Jakarta, Selasa (2/7). (Liputan6.com/@victoraditia/@dandiihb/@abism)

Kesuksesan tersebut membuat pendiri HYROX memiliki ambisi lebih besar. Furste ingin olahraga kebugaran tersebut masuk dalam program Olimpiade Brisbane 2032.

Menurutnya, pertumbuhan HYROX menunjukkan bahwa olahraga tersebut bukan sekadar tren sesaat atau aktivitas kebugaran untuk kelompok tertentu.

Dengan menggabungkan lari dan latihan fungsional dalam format kompetisi yang mudah dipahami, HYROX kini berkembang dari ide sederhana di Jerman menjadi fenomena olahraga global.  

Sumber: DW

Tag Terkait