Bola.com, Jakarta - Barcelona memasuki musim baru dengan kehilangan total 54 gol setelah Robert Lewandowski, Ferran Torres, dan Marcus Rashford tidak lagi menjadi bagian dari rencana utama. Situasi ini menjadi pekerjaan besar bagi Hansi Flick di sektor ofensif.
Alasan kepergian ketiganya berbeda-beda, tetapi dampaknya seragam untuk Blaugrana yang kini harus menemukan sumber gol baru. Kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda mengingat target kompetitif tetap tinggi.
Julián Álvarez diperkirakan menjadi target ideal berkat fleksibilitas perannya, tidak hanya sebagai penyerang tengah. Akan tetapi, sekalipun transfer itu terwujud, Flick tidak bisa berharap satu pemain menutup seluruh lubang 54 gol tersebut.
Mencari Sumber Gol Pengganti
Barcelona membutuhkan penyerang tengah baru untuk mengisi peran yang ditinggalkan Lewandowski. Álvarez dinilai lengkap karena mampu mencetak gol, melakukan pressing, menghubungkan permainan, dan menciptakan peluang sendiri.
Namun, kepindahan penyerang asal Argentina itu dari Atletico Madrid tetap sulit diwujudkan. Di sisi lain, Barcelona telah mendatangkan Anthony Gordon dan Karim Adeyemi untuk memperkuat variasi ancaman.
Oleh karena itu, Gordon dan Adeyemi diproyeksikan sebagai bagian dari solusi kolektif. Keduanya tidak disiapkan sebagai pengganti tunggal atas produksi gol tiga pemain yang pergi.
Satu Striker Tidak Cukup untuk Barcelona
Kehilangan 54 gol menegaskan bahwa satu penyerang baru saja tidak akan menyelesaikan masalah. Striker tetap prioritas, tetapi tanggung jawab mencetak gol perlu tersebar ke banyak pemain.
Sistem yang diusung Flick dirancang untuk menghasilkan berbagai sumber ancaman di depan gawang. Pola pressing, koneksi antarlini, dan pergerakan tanpa bola menjadi fondasi agar produksi gol merata.
Dengan pendekatan tersebut, Barcelona mengupayakan efisiensi di sepertiga akhir tanpa kembali bergantung pada satu penyerang setiap pekan. Distribusi peluang yang seimbang akan menjadi kunci.
Produktivitas Kolektif: Lamine Yamal hingga Rodri
Lamine Yamal menjadi kandidat utama untuk meningkatkan jumlah golnya pada musim ini. Winger berusia 19 tahun itu sudah menjadi ancaman besar, dan rencana Flick untuk lebih sering menempatkannya di area sentral dapat mempercepat proses tersebut.
Dani Olmo juga perlu menjaga konsistensi dan produktivitas agar kontribusinya tetap stabil. Sementara itu, Raphinha memiliki kapasitas menyerang ruang dan muncul di tiang jauh untuk menyelesaikan peluang.
Kebutuhan gol tidak berhenti di lini depan karena lini kedua pun harus berperan aktif. Fermín Lopez memiliki naluri mencetak gol, sedangkan Pedri dan Gavi dapat meningkatkan sumbangan mereka dari second line.
Rodri, yang baru bergabung dari Manchester City dengan nilai transfer sekitar 88,56 juta dolar AS (Rp1,58 triliun), dapat menambah ancaman lewat bola mati dan tembakan jarak jauh. Transfer tersebut sudah rampung, dan Rodri menandatangani kontrak hingga 2030.
Pada akhirnya, Barcelona tidak harus menemukan satu pemain yang mencetak tepat 54 gol. Jika striker baru menghasilkan 20–25 gol, Gordon menambah 10–15 gol, dan Lamine, Olmo, Raphinha serta Fermín meningkatkan output masing-masing, lubang itu masih dapat ditutup.
Tantangan berikutnya adalah memastikan semua pemain mengambil tanggung jawab mencetak gol secara konsisten. Dengan begitu, sistem Flick dapat bekerja optimal dan Barcelona terhindar dari ketergantungan pada satu nama.
Sumber: Barca Universal