Bola.com, Jakarta - Dean Huijsen berada di jalur utama kepercayaan Jose Mourinho jelang La Liga 2026/2027. Real Madrid membuka musim di markas Espanyol, RCDE Stadium, Minggu (23/8) dini hari WIB.
Bek berusia 21 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim, kembali ke performa terbaik, dan menarik perhatian sang pelatih.
Musim lalu tidak mudah untuk Huijsen. Setelah start yang menjanjikan, posisinya merosot hingga kehilangan tempat utama dan tidak masuk skuad Spanyol untuk Piala Dunia.
Situasi berubah sejak kedatangan Mourinho. Menurut laporan AS, Huijsen diprediksi masuk starting XI Real Madrid saat menghadapi Espanyol.
Performa Pramusim Real Madrid Angkat Posisi Huijsen
Huijsen sempat absen saat Real Madrid menghadapi Fiorentina karena mengalami overload otot. Ia kemudian kembali tampil 45 menit melawan Ferencvaros.
Menit bermainnya meningkat ketika Madrid menang 1-0 atas Deportivo, dengan Huijsen tampil penuh. Ritme itu berlanjut pada uji coba berikutnya.
Performa Huijsen semakin menonjol ketika menghadapi Schalke. Ia bermain 84 menit dalam kemenangan 3-0 sekaligus mencetak gol kedua Real Madrid melalui sundulan dari sepak pojok Arda Guler pada menit ke-20.
Bek asal Spanyol itu bahkan nyaris mencetak gol kedua dalam laga tersebut. Selain berbahaya pada situasi bola mati, ia tampil agresif dalam duel dan tetap tenang saat menginisiasi build-up dari area sendiri.
Peta Persaingan Bek Tengah Madrid Musim Ini
Momen kebangkitan Huijsen datang ketika pilihan di posisi bek tengah terbatas. Eder Militao masih menjalani pemulihan, sedangkan Raul Asencio juga tidak tersedia.
Kondisi ini membuat Huijsen bersaing dengan Antonio Rudiger dan Ibrahima Konate untuk mengisi dua tempat di jantung pertahanan. Kemampuannya menggunakan kedua kaki serta bermain di sisi kiri menjadi keunggulan saat dipasangkan dengan bek yang lebih nyaman di kanan.
Konate dan Huijsen pun berpeluang menjadi duet pilihan Mourinho pada laga melawan Espanyol. Karakter keduanya dinilai saling melengkapi, sehingga kombinasi tersebut bisa menjadi solusi awal untuk lini belakang Madrid.
Nomor 4 Ikonik dan Lintasan Musim Lalu
Ada cerita simbolis yang menyertai kebangkitan Huijsen. Setelah David Alaba pergi, nomor punggung 4 yang ikonik menjadi tersedia dan langsung dipilih Huijsen karena kekagumannya terhadap legenda Real Madrid, Sergio Ramos.
Keputusan itu menegaskan ambisinya membangun kembali status di skuad utama. Momentum yang ia dapatkan pada pramusim menjadi fondasi penting menyongsong kompetisi domestik.
Musim lalu, Huijsen memulai dengan baik namun kemudian kehilangan tempat hingga tidak masuk skuad Spanyol untuk Piala Dunia. Kedatangan Mourinho membuka bab baru yang bisa mengantar Huijsen kembali ke jalur utama.
Sumber: Madrid Universal