Bola.com, Jakarta - Barcelona memasuki musim 2026/2027 dengan perubahan besar di lini depan. Robert Lewandowski dan Ferran Torres telah pergi, sementara Marcus Rashford kembali ke Manchester United setelah masa peminjamannya berakhir.
Kepergian tiga penyerang itu menyisakan celah produktivitas signifikan. Jika digabungkan, gol yang mereka sumbangkan musim lalu mencapai 54 gol, angka yang tak realistis ditutup hanya oleh satu rekrutan baru.
Kondisi ini membuat aktivitas transfer Barcelona menjadi krusial. Opsi ideal seperti Julian Alvarez disebut memenuhi kebutuhan taktis, namun proses merekrutnya tidak sederhana.
Di bawah Hansi Flick, beban gol perlu didistribusikan. Selain mengejar penyerang baru, kontribusi dari Lamine Yamal, Raphinha, Dani Olmo, dan Fermin Lopez akan menentukan kapasitas ofensif tim.
Target Rekrutmen: Julian Alvarez dan Alternatifnya
Julian Alvarez muncul sebagai solusi ideal bagi Barcelona. Ia tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga melakukan pressing, bermain kombinasi, dan menciptakan peluang—profil yang selaras dengan kebutuhan tim.
Masalahnya, Atletico Madrid diyakini tidak mudah melepas penyerang asal Argentina tersebut, terlebih kepada Barcelona. Klub perlu menyiapkan rencana cadangan jika transfer ini tidak bisa direalisasikan.
Anthony Gordon menawarkan kecepatan dan ancaman dari sisi lapangan. Karim Adeyemi bisa beroperasi melebar maupun sebagai penyerang tengah, memberi fleksibilitas taktis bagi Hansi Flick. Namun, keduanya saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan produktivitas.
Beban Gol Harus Dibagi di Era Hansi Flick
Barcelona di bawah Hansi Flick tidak bisa kembali bergantung pada satu mesin gol. Kepergian Lewandowski justru bisa menjadi momentum untuk membangun pola serangan yang lebih kolektif dan sulit diprediksi.
Lamine Yamal, Raphinha, Dani Olmo, dan Fermin Lopez akan memegang peran penting untuk menutup kekurangan. Mereka perlu meningkatkan atau setidaknya menjaga kontribusi gol saat kompetisi dimulai.
Skenario idealnya, penyerang baru menyumbang sekitar 20 hingga 25 gol, sementara Gordon dapat menambahkan 10 hingga 15 gol. Di saat bersamaan, Yamal, Olmo, Raphinha, dan Fermin harus menjaga atau menaikkan produktivitas masing-masing agar selisih 54 gol bisa diimbangi secara kolektif.
Pembagian tanggung jawab mencetak gol ke banyak pemain membuat lini serang lebih berlapis. Dengan pendekatan ini, Barcelona tidak perlu menuntut satu nama untuk menggantikan seluruh output yang hilang.
Sumber: Barca Universal