PSS Ditahan Imbang PSM 1-1, Pieter Huistra Puas dengan Intensitas Laga Uji Coba

PSS Sleman imbang 1-1 versus PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (20/8/2026) sore WIB.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 20 Agustus 2026, 22:30 WIB
PSS Sleman saat menjalani uji coba melawan PSM Makasaar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (20/8/2026) sore WIB. (Doc PSS).

Bola.com, Sleman - PSS Sleman kembali menjalani laga uji coba pada pramusim. Kali ini, Super Elang Jawa menghadapi PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (20/8/2026) sore WIB.

Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1. Gol PSS dicetak penyerang jangkung asal Brasil, Matheus Fornazari.

Advertisement

Bagi PSS, ini merupakan laga uji coba ketiga pada pramusim. Sebelumnya, Laskar Sembada menang 1-0 atas wakil Championship, Kendal Tornado FC, dan bermain imbang 1-1 kontra Persita Tangerang.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, mengatakan duel kontra PSM memberikan manfaat besar bagi timnya. Terlebih, pertandingan digelar dengan format tiga babak, masing-masing berdurasi 40 menit.


Ujian Penting Super Elja

PSS Ditahan Imbang PSM 1-1 di Maguwoharjo: Pieter Huistra Puas dengan Intensitas Laga Uji Coba

Pieter Huistra menyebut format tersebut membuat para pemain mendapatkan menit bermain yang cukup panjang. Hampir semua penggawa PSS mendapat kesempatan bermain lebih dari 60 hingga 70 menit.

"Saya pikir hari ini adalah pertandingan yang berguna. Kami bermain 3x40 menit, artinya hampir setiap pemain bermain lebih dari 60 hingga 70 menit. Jadi, itu penting di fase musim saat ini," ujar Huistra seusai laga.

Selain menit bermain, pelatih asal Belanda itu juga mengapresiasi intensitas pertandingan. Skuad Juku Eja dinilai mampu memberikan perlawanan sengit sehingga laga berjalan dengan tempo tinggi.

"PSM juga memberikan perlawanan yang sengit, sehingga pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi. Hal seperti itulah yang kami harapkan di Liga 1, jadi bagus untuk bisa merasakannya sejak laga persahabatan pramusim," lanjutnya.


Tak Sekadar Laga Persahabatan

Huistra juga menyoroti banyaknya kartu kuning yang keluar sepanjang pertandingan. Menurutnya, keputusan wasit tersebut justru menunjukkan bahwa kedua tim tampil serius meski berstatus laga uji tanding.

"Wasit mengeluarkan banyak kartu. Menurut saya pada momen tertentu bagus wasit melakukan itu, untuk menenangkan suasana," kata mantan pelatih Borneo FC tersebut.

"Hal itu menunjukkan bahwa kedua tim tidak benar-benar menganggapnya sekadar laga persahabatan. Mereka menjadikannya laga uji coba sesungguhnya di mana pemain harus fokus, berani melakukan tekel, dan tampil kuat," imbuhnya.

Menurut Huistra, hal tersebut menjadi pengalaman positif bagi PSS. Terlebih, Super Elja tengah mematangkan persiapan menuju BRI Super League 2026/2027 yang mulai bergulir 4 September mendatang.

"Dan itu juga hal yang bagus. Semuanya tetap dalam batas saling menghormati dan itulah yang paling penting," tutup mantan Direktur Teknik Timnas Indonesia itu.

Berita Terkait