4 Kesalahan Michael Carrick yang Berujung Manchester United Tumbang Vs Hull City: Blunder Taktik

Manchester United (MU) mengawali musim baru Liga Inggris 2026/2027 dengan hasil yang sangat mengecewakan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 22 Agustus 2026, 21:48 WIB
Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat menghadapi Hull City dalam laga Premier League di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). Manchester United kalah 0-2 dari Hull City. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) mengawali musim baru Liga Inggris 2026/2027 dengan hasil yang sangat mengecewakan. Setan Merah takluk 0-2 dari tim promosi, Hull City, dalam laga yang menjadi pertandingan kompetitif pertama Michael Carrick sebagai manajer permanen, Sabtu (22/8/2026). 

Kekalahan tersebut terasa semakin memalukan karena MU sudah tertinggal dua gol hanya dalam babak pertama. Kedua gol Hull City tercipta melalui situasi bola mati.

Advertisement

Gol pembuka lahir setelah Senne Lammens melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Oli McBurnie dari sepak pojok. Namun, bola muntah kemudian disambar Semi Ajayi untuk membawa Hull unggul.

Hanya 21 menit berselang, Hull kembali mencetak gol. Kali ini Nobel Mendy menyundul bola hasil tendangan bebas Regan Slater untuk membuat tuan rumah unggul 2-0.

Manchester United mencoba bangkit setelah turun minum dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Namun, upaya tersebut tidak banyak mengubah keadaan.

Lini serang Setan Merah tampil di bawah standar. Bryan Mbeumo menjadi pemain yang paling dekat dengan gol, tetapi gagal memaksimalkan peluang satu lawan satu.

Awal buruk ini juga membuat Carrick harus menerima sorotan. Setidaknya ada empat keputusan yang dianggap menjadi kesalahan besar sang manajer, seperti dikutip dari Standard


1. Heaven dan Mazraoui Dipilih, Yoro dan Dalot Dicadangkan

Pelatih Manchester United, Michael Carrick (kedua dari kiri), bersama para pemainnya bereaksi setelah menelan kekalahan 0-2 dari Hull City dalam laga Liga Inggris 2026/2027 di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Bek terbaik Manchester United (MU) selama pramusim adalah Leny Yoro. Namun, pemain asal Prancis itu justru dicadangkan dan digantikan Ayden Heaven, yang berduet dengan Harry Maguire saat menghadapi Hull City.

Sayangnya, Heaven tampil sangat buruk dalam pertandingan ini. Ia terus berada di bawah tekanan dan kesulitan menghadapi para pemain Hull. MU juga gagal menguasai area kotak penalti mereka saat menghadapi umpan silang maupun situasi bola mati.

Bahkan Maguire terlihat hanya berdiri ketika menyaksikan Semi Ajayi mencetak gol dari jarak dekat.

Maguire kembali menunjukkan alasan mengapa dirinya tidak masuk skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia. Pada proses gol pembuka, ia justru terlalu sibuk memegangi rekan setimnya sendiri, Noussair Mazraoui.

Pemilihan Mazraoui sebagai starter juga menjadi sebuah kesalahan. Bek asal Maroko itu tampil jauh di bawah standar.

Diogo Dalot seharusnya kembali menjadi pilihan utama ketika Manchester United menghadapi Ipswich Town pada Minggu depan.    


2. Memainkan Mbeumo di Sisi Sayap

Bryan Mbeumo tampil impresif selama pramusim ketika dimainkan sebagai penyerang tengah. Namun, saat menghadapi Hull City, ia kembali ditempatkan di sisi kanan untuk memberi ruang kepada Matheus Cunha di posisi striker.

Skema tersebut justru tidak berjalan sesuai harapan. Cunha terlalu sering turun jauh ke belakang sehingga lini depan Manchester United kehilangan sosok yang berada di posisi terdepan.

Di sisi lain, Carrick sebenarnya bisa beralasan bahwa keputusan tersebut terpaksa diambil karena Amad Diallo tidak tersedia.

Namun, memainkan Mbeumo dalam peran bebas di tengah diyakini bisa membuat serangan United jauh lebih berbahaya. Pemain asal Kamerun itu justru menjadi sosok yang paling mengancam di lini depan Setan Merah sepanjang pertandingan di MKM Stadium.

Sayangnya, Mbeumo tidak mendapatkan dukungan dan peran yang tepat dari sang manajer.

Carrick seharusnya tetap menempatkan Mbeumo di posisi tengah, memainkan Cunha di sisi kiri, lalu mencari solusi sementara untuk mengisi posisi winger kanan.    


3. Memasang Dorgu di Sayap Kiri

Bek Manchester United asal Denmark, Patrick Dorgu (tengah), melepaskan tembakan yang masih melebar saat menghadapi Hull City dalam laga Premier League di MKM Stadium, Kingston upon Hull, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Patrick Dorgu sebenarnya tampil cukup mengejutkan sebagai winger kiri Manchester United di bawah asuhan Carrick musim lalu, sebelum mengalami cedera saat menghadapi Arsenal.

Namun, penampilannya melawan Hull City justru sangat buruk. Pemain asal Denmark itu nyaris tidak melakukan sesuatu dengan benar sepanjang babak pertama. Ia beberapa kali kehilangan bola, kalah dalam enam dari tujuh duel, melakukan empat pelanggaran, dan tidak mampu mencatatkan satu pun dribel sukses.

Tak ada yang terkejut ketika Carrick akhirnya menarik Dorgu keluar pada awal babak kedua untuk memasukkan Marcus Rashford.

Setidaknya, Carrick hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk menyadari dan berusaha memperbaiki kesalahannya. Sayangnya, keputusan tersebut sudah terlambat.

Carrick kemungkinan akan menyesali keputusannya memainkan Dorgu ketimbang Rashford sejak menit awal. Terlebih, eksperimen lainnya dengan menempatkan Matheus Cunha sebagai penyerang tengah juga tidak berjalan sesuai harapan.    


4. Duet Youri Tielemans dan Andrey Santos

Lini tengah Manchester United (MU) beberapa kali mudah ditembus saat menelan kekalahan dari AC Milan dalam laga uji coba akhir pekan lalu. Youri Tielemans dan Andrey Santos terlihat kesulitan menutup ruang dan menjangkau area yang cukup luas ketika bermain sebagai duet gelandang tengah.

Namun, Carrick tetap memilih pasangan yang sama saat menghadapi Hull City. Keputusan tersebut akhirnya menjadi bumerang. Keduanya bahkan hanya mampu bertahan hingga menit ke-67 sebelum ditarik keluar.

Carlos Baleba, yang kabarnya dibanderol 70 juta poundsterling, sebaiknya bersiap. Mobilitas dan kemampuan berlari sang gelandang akan sangat penting untuk membuat wajah baru lini tengah Manchester United bisa bekerja dengan baik.

Saat bermain di kandang, terutama ketika menguasai bola, duet Tielemans dan Santos mungkin bisa memberikan dampak lebih positif. Namun, dalam pertandingan tandang yang berlangsung intens seperti melawan Hull, Manchester United membutuhkan gelandang dengan kemampuan fisik dan mobilitas yang lebih tinggi.     

Sumber: Standard

Berita Terkait