Liga Champions bak Hadiah Tak Terduga bagi Como, Prioritasnya Tetap Seria A dan Coppa Italia

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyatakan timnya tetap memprioritaskan Liga Italia dan Coppa Italia pada musim 2026/2027.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 Agustus 2026, 12:15 WIB
Pelatih Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, memperhatikan jalannya pertandingan Serie A Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como pada 12 April 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyatakan timnya tetap memprioritaskan Liga Italia dan Coppa Italia pada musim 2026/2027. Sementara itu, tiket ke Liga Champions dianggap sebagai sebuah hadiah tak terduga setelah Como tampil mengejutkan musim lalu.

Como finis di posisi keempat Liga Italia 2025/2026. Hasil tersebut membuat mereka berhak tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Advertisement

Namun, Fabregas tidak ingin anak asuhnya terlena dengan pencapaian tersebut. Como mengawali musim baru dengan menghadapi Udinese di Bluenergy Stadium, Sabtu (22/8/2026).

Meski baru beberapa bulan lalu sukses menembus empat besar Serie A, Fabregas meminta timnya melupakan pencapaian musim lalu dan kembali bekerja dari awal.

"Kami sangat senang bisa memulai musim baru, tetapi setiap musim selalu dimulai dari nol," ujar Fabregas kepada DAZN Italia, seperti dikutip Football Italia

"Kami memang akan memiliki beberapa pertandingan tambahan di Liga Champions, tetapi Serie A dan Coppa Italia adalah hal yang paling penting."

"Kompetisi Liga Champions merupakan hadiah tak terduga bagi tim yang dua tahun lalu masih bermain di Serie B," imbuh dia. 

 


Ingin Bangun Fondasi yang Kuat

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Fabregas juga mengakui pengalaman tampil di Eropa menjadi tantangan baru bagi Como. Sebagian besar pemainnya belum pernah merasakan atmosfer kompetisi Eropa, apalagi Liga Champions.

"Tak satu pun dari kami pernah bermain di kompetisi Eropa, apalagi Liga Champions. Bermain tiga kali dalam sepekan merupakan pengalaman baru. Kami harus terus mencari motivasi dan energi baru," tuturnya.

Fabregas juga mengingatkan bahwa perjalanan Como menuju level tertinggi harus dibangun dengan fondasi yang kuat.

"Kami tidak boleh melupakan bahwa klub ini memulai semuanya dari nol beberapa tahun lalu. Kami sedang berusaha membangun identitas kuat yang bisa bertahan lima, 10, 15, bahkan 20 tahun ke depan," katanya.

"Sebagai contoh, ada beberapa tim yang tampil sangat bagus dalam satu musim, tetapi dua atau tiga musim kemudian justru berada di Serie B. Saya tidak menginginkan hal itu."

"Saya ingin membangun fondasi yang kuat di Como," imbuh mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu. 

 

 


Pujian untuk Mattia Liberali.

Gelandang Timnas Italia #20, Mattia Liberali, dan penyerang Argentina #11, Ian Subiabre, berebut bola selama pertandingan Piala Dunia U-20 2025 antara Argentina dan Italia di Stadion Elias Figueroa di Valparaiso, Chili pada 4 Oktober 2025. (Raul BRAVO/AFP)

Fabregas juga diminta memberikan pandangannya mengenai rekrutan anyar Como, Mattia Liberali.

Pemain muda Italia tersebut didatangkan dari AC Milan dengan biaya sekitar 6 juta euro pada musim panas ini. Liberali memilih bergabung dengan Como meski memiliki kesempatan untuk kembali memperkuat klub lamanya.

Fabregas melihat potensi besar dalam diri pemain tersebut. "Dia memberi saya kepercayaan diri," ujar Fabregas.

Liberali masuk dalam daftar pemain cadangan Como untuk laga pembuka Serie A kontra Udinese.

Kehadiran Liberali menjadi bagian dari upaya Como membangun skuad kompetitif sekaligus mempersiapkan masa depan klub di tengah padatnya agenda Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions musim ini.    

Sumber: Football Italia

Berita Terkait