Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, tetap menghadiri turnamen sepak bola kelompok usia di bawah 14 tahun (U-14) di Karibia, meski sebelumnya diminta untuk tidak datang oleh satu di antara wakil presiden FIFA, Victor Montagliani.
Infantino terlihat menghadiri turnamen usia muda yang digelar Caribbean Football Union (CFU) di Punta Cana, Republik Dominika.
Kehadirannya terjadi ketika FIFA masih menghadapi polemik terkait rencana yang gagal untuk menjual sebagian keuntungan Piala Dunia mendatang kepada investor swasta.
Pada Sabtu waktu setempat, Infantino mengunggah sejumlah foto di akun Instagram miliknya.
Foto tersebut memperlihatkan dirinya bertemu dengan pejabat pemerintahan dan sepak bola Republik Dominika di pinggir lapangan turnamen CFU.
Padahal, sehari sebelumnya, Montagliani telah meminta Infantino mempertimbangkan kembali kehadirannya.
Memecah Fokus
Menurut Montagliani, kedatangan Presiden FIFA berpotensi mengalihkan perhatian dari pertandingan dan kegiatan pengembangan pemain muda.
"Saya yakin dengan mempertimbangkan krisis tata kelola yang sedang melanda FIFA akibat proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise Anda, media akan berfokus pada situasi tersebut," tulis Montagliani dalam surat elektronik yang dilihat ESPN.
"Hal ini, sayangnya akan secara signifikan mengalihkan perhatian dari aspek teknis kompetisi usia muda CFU," lanjut Montagliani, yang juga Presiden Concacaf.
Montagliani kemudian meminta Infantino tidak menghadiri turnamen tersebut demi menjaga fokus kegiatan pengembangan pemain muda.
Konflik di Internal FIFA
FIFA menyebut pihaknya secara langsung mendanai badan sepak bola regional seperti CFU. Pendanaan itu dapat mencapai 5 juta dolar AS dari setiap siklus Piala Dunia selama empat tahun.
Sementara itu, Montagliani bersama Wakil Presiden FIFA lainnya, Aleksander Ceferin dari UEFA, dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheik Salman bin Ebrahim Al Khalifa, sedang berupaya mengakhiri gaya kepemimpinan eksekutif Infantino yang telah memasuki tahun ke-11.
Ketiganya sebelumnya menuduh Infantino melakukan "penipuan" karena diam-diam merancang pemisahan aktivitas komersial FIFA yang bernilai miliaran dolar ke sebuah anak perusahaan.
Rencana tersebut disebut akan membuat investor yang dipimpin Joshua Kushner memiliki 20 persen saham di perusahaan baru tersebut.
Infantino akhirnya membatalkan proyek itu pada 1 Agustus setelah mendapat penolakan luas dari para pemimpin sepak bola dan suporter di berbagai negara.
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, menyampaikan kritik keras terhadap proposal tersebut dan gaya kepemimpinan Infantino melalui pernyataan kepada Associated Press.
Lamour kemudian dipecat dari jabatannya pada pekan ini.
Karibia Berpotensi Jadi Pendukung Infantino
Situasi internal FIFA juga berkaitan dengan dinamika hubungan Infantino dengan konfederasi sepak bola regional.
Federasi-federasi anggota dari kawasan Karibia disebut berpotensi menjadi pendukung Infantino untuk mengurangi pengaruh kepemimpinan Concacaf.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) telah menyatakan dukungan kepada Infantino.
Dukungan tersebut berkaitan dengan rencana agar lebih banyak pertandingan Piala Dunia 2030 digelar di Amerika Selatan.
CONMEBOL disebut melihat Infantino sebagai pilihan terbaik untuk membantu mewujudkan rencana tersebut, termasuk wacana memperbesar jumlah peserta Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim.
Sumber: ESPN