26 Tahun Indonesia Menanti: Jonatan Christie Segera Jadi Tunggal Putra No 1 Dunia, Terakhir Taufik Hidayat

Jonatan Christie berada di ambang pencapaian besar dalam kariernya setelah diprediksi menempati posisi nomor satu dunia dalam pembaruan ranking BWF pada Selasa (25/8/2026).

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 24 Agustus 2026, 15:45 WIB
Ekspresi tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, pada babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India, Selasa (18/8/2026). (PBSI

Bola.com, Jakarta - Jonatan Christie berada di ambang pencapaian besar dalam kariernya setelah diprediksi menempati posisi nomor satu dunia dalam pembaruan ranking BWF pada Selasa (25/8/2026).

Jika prediksi tersebut terwujud, Jonatan akan menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menduduki puncak ranking dunia setelah Taufik Hidayat.

Advertisement

Situasi tersebut bisa terjadi setelah persaingan di papan atas ranking BWF berubah drastis sepanjang Kejuaraan Dunia 2026.

Sejumlah pemain yang sebelumnya berada di atas Jonatan tersingkir lebih awal sehingga membuka peluang bagi pebulutangkis berusia 28 tahun itu untuk naik ke posisi teratas.

Sebelum Kejuaraan Dunia 2026 dimulai, Jonatan menempati peringkat ketiga dunia dengan koleksi 89.231 poin berdasarkan ranking BWF per 18 Agustus 2026. Ketika itu, posisi pertama ditempati Shi Yu Qi, sedangkan Kunlavut Vitidsarn berada di urutan kedua.


Peta Persaingan Berubah

Reaksi tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, setelah mencetak satu poin melawan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand pada pertandingan semifinal turnamen badminton Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Perjalanan Kejuaraan Dunia 2026 membuat peta persaingan berubah karena Shi Yu Qi tersingkir pada babak 64 besar. Kunlavut Vitidsarn dan Anders Antonsen juga gagal melangkah lebih jauh setelah terhenti di perempat final.

Jonatan sebenarnya tidak mampu melaju jauh di Kejuaraan Dunia 2026 setelah langkahnya terhenti pada babak 16 besar. Namun, hasil yang diraih para pesaingnya membuat peluangnya untuk mengambil alih posisi pertama tetap terbuka.

Satu di antara hasil penting terjadi pada semifinal ketika Chou Tien Chen menghadapi Kodai Naraoka pada Sabtu (22/8/2026). Chou Tien Chen yang menjadi satu di antara pesaing Jonatan harus mengakui keunggulan wakil Jepang tersebut setelah kalah 21-17, 11-21, 10-21.

Berdasarkan perhitungan Badmintalk, Jonatan diprediksi mengakhiri periode perhitungan ranking setelah Kejuaraan Dunia 2026 dengan 87.631 poin. Jumlah tersebut membuatnya diproyeksikan berada di posisi pertama dalam ranking BWF yang akan dirilis pada Selasa (25/8/2026).


Prediksi Ranking Terbaru

Dalam perkiraan itu, Jonatan berada di posisi teratas dengan 87.631 poin, disusul Christo Popov dari Prancis dengan 87.002 poin dan Kunlavut Vitidsarn dengan 86.915 poin. Chou Tien Chen berada di peringkat keempat dengan 86.580 poin, sementara Anders Antonsen menempati urutan kelima dengan 85.405 poin.

Jika posisi tersebut bertahan hingga ranking resmi dirilis, Jonatan akan mengakhiri penantian panjang Indonesia di sektor tunggal putra. Taufik Hidayat menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang pernah menduduki peringkat satu dunia pada 2000.

Artinya, Indonesia berpeluang kembali memiliki tunggal putra di puncak ranking dunia setelah menunggu sekitar 26 tahun. Bagi Jonatan, pencapaian tersebut juga akan menjadi lompatan dari posisi tertinggi yang pernah diraihnya sepanjang karier, peringkat kedua dunia pada Januari 2023.

Meski berpeluang menjadi pemain nomor satu dunia, Jonatan belum meraih gelar juara sepanjang 2026. Pencapaian terbaiknya tahun ini adalah menjadi runner-up India Open dan Indonesia Open 2026.

Berita Terkait