Ayah Tijjani Reijnders Blak-blakan soal Kepindahan Anaknya ke Al-Qadsiah: 5 Klub Eropa Tak Mampu Penuhi Syarat Man City

Ayah Tijjani Reijnders mengungkap fakta di balik kepindahan putranya dari Manchester City ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 26 Agustus 2026, 10:45 WIB
Gelandang Al-Qadsiah FC, Tijjani Reijnders. (Doc Al-Qadsiah FC)

Bola.com, Jakarta - Ayah Tijjani Reijnders mengungkap fakta di balik kepindahan putranya dari Manchester City ke klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, pada bursa transfer musim panas 2026.

Tijjani sebenarnya menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Setidaknya ada lima tim yang sempat berusaha mendapatkan gelandang Timnas Belanda tersebut sebelum akhirnya Al-Qadsiah memenangkan persaingan.

Advertisement

Manchester City melepas Reijnders dengan nilai transfer sekitar 52 juta poundsterling. Kepindahan tersebut sekaligus membantu The Citizens mengumpulkan dana untuk mendatangkan wonderkid Lille, Ayyoub Bouaddi.

Menurut Martin Reijnders, lima klub yang mencoba merekrut Tijjani adalah Newcastle United, Nottingham Forest, Atletico Madrid, Juventus, dan Galatasaray.

Namun, tidak satu pun dari kelima klub tersebut mampu memenuhi persyaratan Manchester City.

“Atletico Madrid sangat menginginkannya, tetapi mereka tidak mampu memenuhi aspek finansial,” ujar Martin Reijnders kepada Algemeen Dagblad.


Juventus dan Galatasaray Mau Pinjam

Gelandang Al-Qadsiah FC, Tijjani Reijnders. (Doc Al-Qadsiah FC)

Sementara itu, Juventus dan Galatasaray disebut hanya menginginkan Reijnders dengan status pinjaman.

“Nottingham Forest tidak mencapai kesepakatan dengan City, begitu juga Newcastle United,” lanjutnya.

Martin juga menegaskan Manchester City sejak awal tidak berniat melepas putranya dengan harga murah. Klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut baru bersedia membuka pintu keluar jika mendapatkan nilai transfer sesuai keinginan mereka.

Keputusan Tijjani Reijnders menerima tawaran Al-Qadsiah memang tidak terlepas dari faktor finansial. Namun, sang ayah menegaskan uang bukan satu-satunya alasan pemain berusia 28 tahun itu meninggalkan Manchester City.

Menurut Martin, Reijnders menghadapi pilihan antara bertahan di Manchester City dengan risiko kehilangan tempat utama atau bergabung dengan Al-Qadsiah dan mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.

“Jumlah uangnya sangat besar, benar-benar luar biasa. Tentu saja hal itu berperan. Namun, bukan faktor utama,” kata Martin.


Demi Menit Bermain

Ia menjelaskan posisi yang ditawarkan Manchester City juga menjadi pertimbangan. Reijnders berpotensi dimainkan sebagai gelandang serang atau nomor 10, sementara persaingan di skuad membuatnya berisiko lebih sering berada di bangku cadangan.

Di sisi lain, Al-Qadsiah menawarkan posisi yang dianggap lebih sesuai dengan karakter permainan Reijnders sekaligus peluang tampil secara reguler.

Martin bahkan menilai sebagian besar pesepak bola profesional kemungkinan akan mengambil keputusan serupa jika mendapat tawaran dari klub Arab Saudi tersebut.

Reijnders kini sudah menjalani dua pertandingan bersama Al-Qadsiah. Ia mencetak gol pada penampilan keduanya ketika membantu timnya menang 2-0 atas NEOM SC.

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait