Profil Borneo FC di BRI Super League 2026/2027: Restorasi Demi Meraih Mimpi

Borneo FC masih memendam ambisi besar di BRI Super League 2026/2027. Restorasi total harus dilakukan demi meraih mimpi yang belum terwujud.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 Agustus 2026, 14:00 WIB
Logo Borneo FC. (Bola.com/Generated AI ChatGPT)

Bola.com, Jakarta - Borneo FC masih memendam ambisi besar di BRI Super League 2026/2027. Restorasi total harus dilakukan demi meraih mimpi yang belum terwujud.

Pada abad ke-18, Jepang pernah memberlakukan kebijakan Restorasi Meiji. Segala aspek kehidupan mengalami perubahan frontal. Jepang yang tertinggal, karena menutup diri dari dunia luar, berubah menjadi negara terbuka dan maju di segala bidang.

Advertisement

Begitu pula Borneo FC. Kegagalan meraih gelar juara musim lalu jadi spirit seluruh elemen tim untuk merestorasi diri. Perombakan skuad yang dilakukan Pesut Etam terbilang luar biasa.

Mereka menempuh kebijakan yang sangat berani dengan melepas semua tim kepelatihan di bawah kendali Fabio Lefundes untuk digantikan figur baru asal Portugal, Mauro Jeronimo, yang membawa beberapa staf kepercayaannya.

 

 


Skuad Dirombak Total, Rata-rata Pemain Muda

Gelandang Borneo FC Samarinda, Juan Villa mencoba mengecoh gelandang Persib Bandung, Luciano Guaycochea dalam laga tunda pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/3/2026) malam. (Dok. Borneo FC Samarinda)

Sebanyak 15 pemain yang jadi tulang punggung tim saat menjadi runner-up edisi lalu juga dilepas. Borneo FC tak risau meski harus kehilangan kiper sekaligus kapten tim, Nadeo Argawinata, yang dilego ke Persija Jakarta.

Mariano Peralta yang menjadi ruh dan bintang permainan pun direlakan pindah ke Persib Bandung. Kesetiaan gelandang petarung asal Jepang, Kei Hirose, dan M. Sihran pun harus berakhir musim ini.

Borneo FC juga membebaskan dua sosok muda binaannya, Alfharezzi Buffon serta kiper Daffa Fasya ke klub lain. Sebagai gantinya Borneo FC tampil dengan wajah baru yang lebih segar untuk bersaing dengan kontestan lain musim ini.

Dari jajaran pemain impor, Borneo FC hanya menyisakan Caxambu, Juan Villa, dan Marcos Astina. Tapi kiper yang tampil impresif bersama PSBS, Kadu Monteiro, digaet ke Samarinda.

Benteng pertahanan merekrut Iago Mendonça dan Christian. Lini tengah diperkuat dua gelandang bertahan yakni Njabulo Blom dan Gabriel Oliveira. Rodrigo Varanda, Kablan Davy N'Goma, dan Rubio didatangkan untuk menambah ketajaman barisan serangan.

Skuad  Borneo FC mendatang memiliki rata-rata usia 15,6 tahun. Mereka menempati urutan keempat sebagai tim termuda. Komposisi tim pun juga relatif gemuk dengan total 37 pemain.

 


Butuh Kedalaman Skuad

Kebijakan ini bukan tanpa tujuan. Borneo FC butuh kedalaman tim kuat untuk mengarungi empat agenda sekaligus. Selain berkiprah di BRI Super League 2026/2027, mereka harus bersaing di pentas League Cup, ASEAN Cup, dan AFC Challenge League.

Penunjukan Mauro Jeronimo juga tak asal pilih. Karena musim lalu pelatih berusia 38 tahun itu punya pengalaman menahkodai klub asal Vietnam, Nam Dình, di ajang ASEAN Cup dan ACL Two.

Konon, Borneo FC masih akan mengimpor dua pemain gres untuk memperkokoh kekuatannya. Nah, dari empat even di atas, setidaknya Borneo FC meraih satu gelar juara untuk menambah koleksi trofi di lemari prestasi.

 


Skuad Borneo FC untuk BRI Super League 2026/2027

  • Kiper: Kadu Monteiro Muhamad Darmawan Muhammad Ridho Andhika Setiawan Risnanda Rafa
  • Belakang: Iago Mendonça Christian Komang Teguh Ibrah Ohorella Caxambu Reva Adi Leo Guntara Haykal Alhafiz Rifad Marasabessy Gavin Kwan Achmad Figo Diego Michiels Dika Kuswardani
  • Tengah: Njabulo Blom Rivaldo Pakpahan Aditya Warman Gabriel Oliveira Juan Felipe Villa Marcos Astina Ikhsanul Zikrak Dwiky Hardiansyah
  • Depan: Asgal Habib Rangga Sumarna Redzuan Fachgi Rodrigo Varanda Hugo Samir Reyki Fariz Kablan Davy N'Goma Rubio Habibi Jusuf Ousmane Camara Dika Nurdiansyah

Berita Terkait