Rafa Benitez Ungkap Alasan Xabi Alonso Kesulitan di Real Madrid: Ada Faktor Politik

Mantan pelatih Real Madrid, Rafa Benitez, mengungkap alasan Xabi Alonso menjalani karier yang sulit dan singkat bersama Los Blancos.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 Agustus 2026, 15:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Dan Mullan)

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Real Madrid, Rafa Benitez, mengungkap alasan Xabi Alonso menjalani karier yang sulit dan singkat bersama Los Blancos. 

Ia menilai perjalanan singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu menjadi lebih rumit karena adanya faktor politik internal klub.

Advertisement

Benitez melihat kemiripan antara pengalamannya saat menangani Los Blancos dengan situasi yang dihadapi Alonso. Keduanya sama-sama memiliki pendekatan kepelatihan yang detail dan terstruktur, tetapi harus berhadapan dengan dinamika internal Real Madrid.

"Di Real Madrid, seperti yang Anda katakan, Xabi memiliki banyak kesamaan dengan saya. Dia suka bekerja, mengatur berbagai hal, kemudian berbicara dengan para pemain mengenai apa yang ingin mereka lakukan," ujar Benitez dalam wawancara dengan BBC, Rabu (26/8/2026). 

"Tetapi di Real Madrid, ada banyak politik yang terlibat. Mungkin itulah yang membuat semuanya menjadi lebih rumit," imbuhnya.

 


Alonso Hanya Bertahan 7 Bulan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso memberikan perintah dari pinggir lapangan saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Alonso ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada Juni 2025, tak lama sebelum Piala Dunia Antarklub. Namun, kiprahnya di ibu kota Spanyol hanya berlangsung hingga Januari 2026.

Real Madrid kala itu menyatakan Alonso tidak dipecat. Meski demikian, periode terakhir kepemimpinannya diwarnai sejumlah laporan mengenai ketegangan di dalam skuad, termasuk persoalan dengan Vinicius Junior.

Jika melihat catatan pertandingan, sebenarnya performa Alonso tidak terlalu buruk. Ia membawa Real Madrid meraih 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan dari 34 pertandingan sebelum akhirnya meninggalkan klub.

Situasi tersebut mengingatkan Benitez pada pengalamannya sendiri.

Pelatih kelahiran Madrid itu ditunjuk sebagai entrenador Real Madrid pada musim panas 2015. Namun, ia hanya bertahan hingga Januari 2016 setelah menjalani 24 pertandingan kompetitif.

Saat itu, Real Madrid racikan Benitez membukukan 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Los Blancos juga berhasil finis sebagai juara grup di Liga Champions.

Benitez kemudian digantikan oleh Zinedine Zidane.

 


Sama-Sama Hadapi Tekanan di Bernabeu

Rafael Benitez. Eks pelatih Liverpool berusia 61 tahun ini dikontrak Everton selama 3 tahun menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke Real Madrid di awal musim 2021/2022. Setelah melewati 22 laga, ia dipecat pada 16 Januari 2022 usai hanya meraih 7 kemenangan dan 5 hasil imbang. (AFP/Paul Ellis)

Benitez melihat adanya persamaan dalam dua periode tersebut. Menurutnya, baik dirinya maupun Alonso memiliki metode kerja yang terstruktur dan berusaha menerapkan filosofi masing-masing.

Namun, menangani Real Madrid bukan hanya soal taktik dan hasil pertandingan. Hubungan dengan pemain serta dinamika internal klub juga memiliki pengaruh besar.

Alonso tetap memiliki reputasi positif setelah meninggalkan Real Madrid. Sebelumnya, ia sukses luar biasa bersama Bayer Leverkusen.

Pada musim 2023/2024, Alonso membawa Leverkusen meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal tanpa terkalahkan. Ia juga mengantarkan Die Werkself hingga final Liga Europa.

Kini, Alonso melanjutkan kariernya bersama Chelsea. Ia mengawali masa kepelatihannya di Stamford Bridge dengan kemenangan atas Fulham.

Menariknya, Alonso menjadi pelatih Chelsea pertama sejak Maurizio Sarri pada 2018 yang mampu membawa tim mencetak tiga gol dalam pertandingan debutnya di Premier League.

Sumber: BBC     

Berita Terkait