Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta kembali menjalankan tradisi ziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri pada Rabu (26/8/2026).
Rombongan yang terdiri dari pemain, jajaran pelatih, dan perwakilan manajemen bertolak bersama dari Wisma PSIM, Baciro, Kota Yogyakarta sekitar pukul 14.00 WIB.
Agenda tahunan ini jadi bagian dari upaya Laskar Mataram memperkuat ikatan kultural dengan akar budaya di Bumi Mataram dan Kota Yogyakarta sebelum mengarungi BRI Super League 2026/2027.
Kegiatan berlangsung khidmat. Seluruh rombongan memberikan penghormatan sekaligus mengenang para pendahulu yang memiliki peran penting dalam sejarah Mataram Islam.
Menariknya, elemen tim turut ambil bagian tahun ini. Termasuk pelatih Jean-Paul van Gastel dan sejumlah pemain asing seperti Marvin Loria, Adrian Dalmau, Franco Ramos, Yusaku Yamadera, hingga Jop van der Avert.
Pentingnya Sejarah
Gelandang PSIM, Savio Sheva, menilai ziarah menjadi momen penting bagi para pemain untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang melekat dengan identitas Laskar Mataram.
"Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," ujar pemain berusia 25 tahun itu.
"Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekadar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar," sambungnya.
Penjaga gawang PSIM, Khairul Fikri, juga merasakan hal serupa. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pemahaman lebih dalam mengenai akar dan identitas klub.
"Datang ke tempat bersejarah ini memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan identitas tim," kata Fikri.
Memperkuat Akar Identitas PSIM
Bagi Savio Sheva dan Khairul Fikri, ziarah ke makam raja-raja Mataram bukan pengalaman pertama. Namun, keduanya tetap merasakan hal berbeda ketika kembali melihat langsung jejak sejarah para leluhur.
Fikri menyebut kegiatan tersebut membuatnya kian terhubung dengan kultur masyarakat lokal. Ia juga termotivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu bersama PSIM.
"Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan kultur lokal, sekaligus menyuntikkan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu," ucapnya.
Manajemen ingin tradisi tersebut memberikan motivasi tambahan bagi pemain. Semangat dan nilai perjuangan para pendahulu diharapkan bisa menjadi bekal PSIM menghadapi BRI Super League 2026/2027.