Bola.com, Jakarta - Futsal Indonesia menutup pramusim dengan cerita baru: Cosmo JNE FC menjuarai Four Masters by GOS 2026 setelah menundukkan Black Steel FC Papua 3-2 di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Rabu malam (26/8/2026).
Final yang mempertemukan dua kekuatan besar futsal Tanah Air itu berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal, meski turnamen ini berstatus pramusim.
Drama berlanjut hingga babak tambahan waktu sebelum Cosmo JNE mencetak gol penentu untuk memastikan kemenangan 3-2 dan mengangkat trofi Four Masters 2026, menjadi gambaran ketatnya persaingan jelang Professional Futsal League (PFL) 2026/2027.
Final Panas di GOR POPKI Cibubur
Laga puncak Four Masters 2026 menghadirkan duel ketat antara Cosmo JNE dan Black Steel. Kedua tim memperlihatkan kualitas permainan dan mental bertanding yang solid sepanjang pertandingan.
Intensitas tinggi yang tersaji membuat partai final menjadi tontonan menarik bagi pencinta futsal. Meski pramusim, ritme permainan dan tekanan yang dihadirkan kedua tim terasa kompetitif dari awal hingga akhir.
Keunggulan 3-2 bagi Cosmo JNE baru dipastikan setelah babak tambahan waktu. Gol penentu di extra time mengakhiri pertandingan yang berjalan seimbang dan menjadikan Cosmo JNE sebagai kampiun turnamen.
Apresiasi FFI untuk Four Masters by GOS
Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI), Budi Setiawan, memberi apresiasi atas penyelenggaraan Four Masters by GOS sebagai bagian dari persiapan klub menyambut musim baru.
Ia menyebut turnamen ini berawal dari inisiatif klub, dengan Cosmo JNE menjadi salah satu penggagas sebelum rekomendasi diajukan kepada federasi.
"Kami tentu memberikan apresiasi. Rekomendasi yang diberikan merupakan bentuk dukungan kami terhadap semangat klub-klub untuk terus berkompetisi dan mempersiapkan diri menghadapi musim berikutnya. Ini adalah pemanasan yang bagus sebelum kompetisi PFL dimulai," ujar Budi.
Persiapan Tim Menuju PFL 2026/2027
Perwakilan Cosmo JNE FC, Hans, menilai atmosfer Four Masters 2026 sangat positif. Menurutnya, meski hasil bukan tujuan utama, kemenangan atas Black Steel menjadi modal berharga menuju musim baru.
"Ini memang pertandingan pemanasan, tetapi bagus karena kedua tim sama-sama bermain serius. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Novel yang telah menginisiasi dan membantu mewujudkan acara ini. Bisa dilihat sendiri, kualitas pertandingannya bagus dan penontonnya juga banyak," ujar Hans.
Hans menegaskan ajang ini dipakai untuk mengukur kesiapan tim sekaligus memberi hiburan kepada publik. "Bagi kami, hasil bukan yang paling utama. Ini bagian dari persiapan. Evaluasi tentu ada, tetapi masih terlalu dini jika langsung menarik kesimpulan besar. Kita baru berada di awal persiapan dan masih ada perjalanan panjang menuju pertengahan hingga akhir musim," katanya.
Ambisi Black Steel dan Peran Penyelenggara
Di kubu Black Steel, target juara tidak berubah meski kalah di final. Muhammad Rizky Lahadalia menekankan setiap kompetisi menjadi bagian dari proses menuju sasaran utama dan melihat Four Masters sebagai ajang penting membangun kesiapan tim.
"Target Black Steel setiap tahun tentu juara. Tetapi hari ini adalah bagian dari persiapan. Kami bersama klub-klub lain memiliki ikatan yang baik dan sama-sama menginisiasi acara ini agar menjadi persiapan, bukan hanya untuk satu tim, tetapi semua tim yang terlibat," ujar Rizky.
Di balik kesuksesan gelaran ini, Games of Society (GOS) menjadi pihak yang dipercaya menyelenggarakan turnamen. CEO Games of Society, Novel Leonardo, menyebut ide awal berasal dari dua klub peserta, Cosmo JNE dan Black Steel.
"Sebenarnya inisiator awalnya adalah Pak Rizky dan Mas Hans. Saya hanya diminta untuk membantu mewujudkannya. Karena itu, saya berterima kasih atas kepercayaan dari Pak Hans, Pak Rizky, dan tentu dukungan Sekjen FFI Pak Budi serta federasi," ujar Novel.
Novel menambahkan, GOS bangga bisa menghadirkan empat klub dengan karakter berbeda: Cosmo JNE, Black Steel, Pangsuma Futsal Klub, dan KLN Futsal Klub. Sejak 2022, Games of Society menjalankan program pengembangan futsal mulai dari kompetisi level SMA di sekitar 40 kota, kompetisi kampus, hingga pertandingan eksibisi.
"Ke depan, kami tentu ingin membuat sesuatu yang lebih besar lagi," kata Novel.
Wacana menghadirkan klub-klub luar negeri pun mulai mencuat untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan memperkaya pengalaman klub-klub futsal Indonesia.