Terkenal Tegas, Sir Alex Ferguson Ternyata Merasa Terintimidasi oleh Bintang MU Satu Ini

Sir Alex Ferguson terkenal dengan sikap tegas kepada pemainnya tetapi ia sempat merasa terintimidasi saat berhadapan dengan Peter Schmeichel.

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson dikenal sebagai salah satu manajer paling tegas dalam sejarah sepak bola. Selama menukangi Manchester United, ia meraih 13 gelar Premier League, dua trofi Liga Champions, serta berbagai penghargaan bergengsi lainnya.

Ferguson juga tidak segan berkonfrontasi dengan para pemain bintang. David Beckham, Paul Ince, hingga sejumlah nama besar lainnya pernah merasakan ketegasan sang manajer.

Namun, ada satu pemain yang ternyata membuat Ferguson merasa terintimidasi. Sosok tersebut adalah Peter Schmeichel.

Schmeichel merupakan salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Dengan postur tubuhnya yang besar dan karakter keras, kiper asal Denmark itu bahkan mampu membuat Ferguson merasa gentar.

“Dia menjulang tinggi di atasku dan pemain lain. Aku mendongak dan berpikir, ‘Jika dia memukulku, aku akan mati’,” ujar Ferguson seperti dikutip GiveMeSport, Kamis (27/8/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Merasa Terintimidasi Peter Schmeichel

Meski demikian, hubungan keduanya juga sempat memanas. Setelah Manchester United kalah 0-2 dari Liverpool, Schmeichel merasa kritik Ferguson terhadap dirinya tidak adil.

Schmeichel mengakui emosinya meledak dan ia melontarkan protes kepada Ferguson. Sikap tersebut kemudian membuat sang manajer murka.

“Sir Alex Ferguson mengkritik saya setelah pertandingan. Babak kedua memang sangat buruk, tetapi saya melakukan banyak penyelamatan dan merasa telah menyelamatkan tim. Dia menyalahkan saya atas tendangan gawang saya,” kata Schmeichel dalam podcast Stick to Football, seperti dikutip Daily Mail.

Schmeichel kemudian dipanggil Ferguson ke kantor pada Senin pagi. Sang manajer bahkan mengancam akan memecatnya.

“Dia memanggil saya ke kantornya dan mengatakan bahwa dia akan memecat saya. Saya menerima itu dan meminta maaf kepadanya,” ujar Schmeichel.

Kemenangan Lebih Penting dari Segalanya

Ferguson juga menggelar pertemuan dengan seluruh pemain Manchester United. Menurut Schmeichel, itu menjadi salah satu momen ketika Ferguson menunjukkan kemarahan terbesar sepanjang kariernya.

“Dia sangat marah. Dia tidak pernah melakukan itu sebelumnya saat latihan. Setelah itu saya meminta maaf kepada tim. Perilaku saya sangat tidak pantas,” ungkapnya.

Schmeichel akhirnya mengambil pelajaran penting dari insiden tersebut. Menurutnya, sebaik apa pun performa individu, kemenangan tetap menjadi hal utama dalam sepak bola.

“Dalam 90 menit pertandingan, saya merasa Anda bisa mengatakan apa saja karena yang terpenting adalah kemenangan. Sebelum dan sesudah pertandingan, Anda tidak bisa mengatakan apa pun. Saya seharusnya tidak melakukan itu,” tutupnya.

Sumber: Givemesport

Video Populer

Foto Populer