Alasan Menyentuh Ander Herrera Rela Main Gratis di Klub Divisi 3 Real Zaragoza

Ander Herrera membuat keputusan yang mungkin sulit dilakukan banyak pesepak bola profesional.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 28 Agustus 2026, 05:45 WIB
Ander Herrera saat masih bermain untuk Athletic Bilbao. (Bola.com/LaLiga)

Bola.com, Jakarta - Ander Herrera membuat keputusan yang mungkin sulit dilakukan banyak pesepak bola profesional. Setelah malang melintang di klub-klub besar Eropa dan Amerika Selatan, gelandang berusia 37 tahun itu kini kembali ke klub masa kecilnya, Real Zaragoza.

Bukan sekadar kembali. Herrera bahkan memilih bermain tanpa menerima gaji.

Advertisement

Herrera meninggalkan Boca Juniors dan bergabung dengan Zaragoza secara gratis. Ia kemudian memutuskan menyumbangkan gajinya kepada yayasan klub.

Langkah tersebut dilakukan karena Herrera ingin membantu klub yang begitu dekat dengan kehidupannya. Zaragoza sedang berada dalam situasi sulit dan harus berjuang di kasta ketiga sepak bola Spanyol.

"Ini mungkin mimpi terakhir yang ingin saya wujudkan," ujar Herrera kepada BBC Sport, Kamis (27/8/2026). 

"Kembali ke rumah, ke tempat saya tumbuh, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi pemain profesional. Bukan hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai manusia."

"Saya masih memiliki gairah dan keinginan. Saya masih mencintai sepak bola. Melakukannya di rumah adalah cara terbaik untuk mengakhiri karier saya. Di Spanyol, kami menyebutnya menutup sebuah lingkaran," imbuh Herrera. 


Dari La Bombonera ke Divisi 3

Real Zaragoza Vs Real Madrid (AFP/ Jose Jordan)

Pertandingan kompetitif terakhir Herrera berlangsung di atmosfer luar biasa La Bombonera ketika ia memperkuat Boca Juniors di Copa Libertadores.

Kini, laga berikutnya akan dimainkan di kasta ketiga Liga Spanyol di hadapan sekitar 6.500 penonton. Lawannya adalah Gimnastic de Tarragona. Perbedaan panggung tersebut tidak membuat Herrera menyesal.

Ia justru menganggap kepulangannya ke Zaragoza sama pentingnya dengan transfer-transfer besar yang pernah dijalaninya.

Selama 15 tahun meninggalkan klub masa kecilnya, Herrera telah memperkuat sejumlah klub besar. Ia pernah membela Athletic Bilbao, Manchester United, Paris Saint-Germain, hingga Boca Juniors.

Ia juga mengoleksi trofi Liga Europa, Piala FA, serta beberapa gelar liga. Herrera pernah bekerja sama dengan pelatih top seperti Jose Mourinho, Thomas Tuchel, dan Marcelo Bielsa.

Di ruang ganti, ia juga pernah berbagi lapangan dengan Lionel Messi, Neymar, dan Wayne Rooney. Namun, kini Herrera memilih kembali ke titik awal.

Kepulangan Herrera terjadi ketika Real Zaragoza sedang berada dalam periode paling sulit dalam sejarah modern mereka.

Klub tersebut pernah menjadi salah satu kekuatan sepak bola Spanyol. Zaragoza bahkan mengalahkan Arsenal pada final Piala Winners 1995 di Parc des Princes, Paris.

Namun, setelah terdegradasi dari La Liga pada musim 2012/2013, Zaragoza tidak kunjung kembali ke kasta tertinggi.

Mereka melewati 13 musim di Segunda Division dengan posisi yang terus menurun sebelum akhirnya terjerumus ke divisi ketiga.

 

 

 


Jangan Tangisi Apa yang Terjadi

Herrera menyaksikan kemunduran klub tersebut dari jauh. "Sangat menyedihkan bagi kami semua yang merupakan Zaragozistas," kata Herrera.

"Real Zaragoza seharusnya berada di Eropa. Mereka seharusnya bersaing memperebutkan trofi dan menghadapi klub-klub terbesar di Spanyol maupun Eropa."

"Saya ingin memberikan kualitas, pengalaman, dan gairah saya untuk membantu tim kembali ke tempat yang menurut saya seharusnya menjadi milik kami," imbuh dia. 

Meski demikian, Herrera meminta seluruh elemen klub berhenti meratapi masa lalu.

"Kami terlalu banyak membicarakan apa yang telah kami lakukan dengan salah. Itu terus memenuhi pikiran kami dengan hal-hal negatif," ujarnya.

"Berhentilah menangisi apa yang sudah terjadi. Mari membangun masa depan. Datanglah ke latihan setiap hari dengan senyuman."


Tidak Butuh Kontrak

Ander Herrera meninggalkan lapangan di laga Boca Juniors vs Benfica di Piala Dunia Antarklub 2025, Selasa (17/06/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Keputusan Herrera bermain tanpa bayaran menjadi salah satu kisah paling menarik dari kepulangannya.

Saat meninggalkan Zaragoza pada 2011, ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk suatu hari kembali. Kini kesempatan itu datang. Herrera memilih memberikan gajinya kepada yayasan klub.

"Saya tidak membutuhkan kontrak. Saya memiliki karier yang sangat sukses dan sudah mengelola keuangan saya dengan baik," ujar Herrera.

"Saya bisa memberikan hadiah ini kepada diri saya sendiri. Mengenakan jersey itu, secara gratis karena saya ingin membantu klub, tim, dan kota saya."

"Saya mampu melakukannya dan itu membuat saya sangat bangga bisa berada di sini hanya untuk membantu. Saya tidak memikirkan uang atau kontrak. Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan ini," imbuh mantan pemain MU tersebut. 

 

 

 


Zaragoza Adalah Klub Idolanya

1. Ander Herrera – Bersama Mourinho, Herrera jarang diberikan kesempatan bermain di setiap laga Setan Merah. Kedatangan Solskjaer membuat performa Herrera kembali muncul di lapangan hijau. (AFP/Geoff Caddick)

Kecintaan Herrera terhadap Zaragoza bukan sesuatu yang baru. Sebelum masuk skuad utama, ia merupakan suporter fanatik klub tersebut. Berbeda dengan banyak pemain muda yang mengidolakan Real Madrid atau Barcelona, idola Herrera justru berasal dari Zaragoza.

Ayahnya, Pedro Herrera, juga pernah menjadi pemain sebelum kemudian menjabat sebagai general manager Zaragoza.

Masa kecil Herrera dipenuhi kenangan bersama klub tersebut. Salah satu yang paling membekas adalah keberhasilan Zaragoza menjuarai Piala Winners 1995.

Saat masih kecil, Herrera menyaksikan dari rumah ketika Zaragoza mengalahkan Arsenal di Parc des Princes. Ironisnya, stadion tersebut kemudian menjadi kandang Paris Saint-Germain, klub yang pernah diperkuatnya selama tiga tahun.

"Anda sekarang bisa melihat perbedaan antara Arsenal dan Real Zaragoza. Tetapi dahulu kami mampu bersaing dengan raksasa-raksasa tersebut," tutur Herrera.

Sumber: BBC