Pelatih Borussia Monchengladbach Tidak Pernah Ragukan Kemampuan dan Kepemimpinan Kevin Diks

Sang pelatih blak-blakan menyebut satu di antara pemain pilarnya, yakni Kevin Diks, masuk proyeksi kekuatan utama Borussia Monchengladbach, khususnya untuk lini belakang.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 28 Agustus 2026, 12:15 WIB
Aksi bek Borussia Monchengladbach, Kevin Diks saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga 2025/2026, Minggu (21/9/2025) malam. (Instagram/Kevin Diks)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Borussia Monchengladbach, Eugen Polanski, senang melihat progres timnya yang akan mengawali persaingan Bundesliga 2026/2027.

Die Fohlen, julukan Monchengladbach, akan melakoni pekan pertama Bundesliga dengan menantang tuan rumah RB Leipzig di Red Bull Arena, Sabtu (29/8/2026) malam WIB.

Advertisement

Sang pelatih blak-blakan menyebut satu di antara pemain pilarnya, yakni Kevin Diks, masuk proyeksi kekuatan utama Borussia Monchengladbach, khususnya untuk lini belakang.

Bek serbabisa Timnas Indonesia itu mendapat jaminan untuk selalu masuk starter, bahkan ia didapuk sebagai kapten tim pekan lalu di ajang Piala Jerman.

Monchengladbach baru saja kehilangan Nico Elvedi yang hijrah ke Leeds United. Membuat komposisi untuk bek tengah mengalami perubahan.

Selain Kevin Diks, Monchengladbach tinggal memiliki bek tengah Ko Itakura dan Jan Leszczynski yang kondisi siap dimainkan. Sementara Fabio Chiarodia masih menjalani pemulihan cedera.

Situasi yang membuat Eugen Polanski hanya perlu menentukan defender sentralnya yang siap dimainkan dalam skema empat bek andalannya selama ini.


Sosok Pemimpin

Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks menjadi starter saat Borussia Monchengladbach bertandang ke markas Hamburg SV, Volksparkstadion dalam laga pekan ke-18 Bundesliha 2025/2026, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. (Dok. Borussia Monchengladbach)

Diprediksi, Kevin Diks mengamankan satu tempat dalam skema dua bek tengah racikan Eugen Polanski.

Kemungkinan besar ia diduetkan dengan Ko Itakura, bek Timnas Jepang yang baru saja digaet Monchengladbach dari Ajax.

Tidak cukup sampai di situ, Polanski masih memiliki bek muda berusia 19 tahun, Jan Leszczynski yang sudah diberi kepercayaan berduet dengan Kevin Diks, ketika Monchengladbach menang 5-0 atas TSV Schott Mainz di ajang DFB-Pokal pekan lalu.

Eugen Polanski menjawab pertanyaan mengenai persaingan untuk posisi bek tengah di timnya. Ia mengaku puas dengan kiprah ketiga bek tengah tersebut sejak pramusim.

"Selain Ko Itakura, kami memiliki dua bek tengah yang tampil sangat baik selama pramusim. Mengenai Kevin Diks, performa apiknya sudah kami duga mengingat peran kepemimpinan yang ia emban dalam tim. Jan Leszczynski memiliki bakat luar biasa dan telah menunjukkan performa yang sangat mengesankan dalam beberapa minggu terakhir," tutur Eugen Polanski seperti dikutip dari laman resmi Monchengladbach.

"Saya merasa sangat tenang dengan keberadaan mereka bertiga. Kini, kami harus memutuskan opsi mana yang akan kami pilih," lanjut pelatih asal Polandia itu.


Konsentrasi Penuh

Ekspresi emosional bek Borussia Monchengladbach setelah mencetak gol kemenangan atas Union Berlin dalam laga pekan ke-24 Bundesliga 2025/2026, Minggu (1/3/2026). (Instagram Kevin Diks)

Borussia Monchengladbach akan mendapat ujian yang sebenarnya mengawali musim 2026/2027, dengan lawatan ke markas RB Leipzig.

Setelah meraih enam kemenangan selama pramusim, ditambah kemenangan telak di ajang DFB-Pokal, konsistensi Gladbach akan diuji melawan Leipzig.

RB Leipzig tentu bukan tim sembarangan, dengan berstatus kuda hitam di Jerman. Mereka finis di peringkat ketiga akhir musim lalu, dan akan tampil di Liga Champions.

RB Leipzig juga kerap menjadi pengganggu Bayern Munchen dalam persaingan di Bundesliga selama bermusim-musim.

Eugen Polanski sangat waspada melihat kualitas RB Leipzig yang dikenal memiliki daya serang mematikan. Sang pelatih semringah kekuatan timnya kembali dengan pulihnya Tim Kleindienst.

"Kami telah membangun kepercayaan diri yang besar selama masa pramusim. Hal itu tentu positif, tapi laga kompetitif jelas berbeda dengan persahabatan. Kini saatnya menerapkan semua hal yang telah kami latih dalam kompetisi Bundesliga," tutur pelatih 40 tahun.

"Kami sadar pertandingan nanti akan sangat berbeda dibandingkan laga piala kami di Mainz. Leipzig bermain dengan intensitas tinggi dan memiliki gaya permainan yang sangat ofensif. Kami tahu akan menghadapi ujian berat, dan kini bergantung pada kami untuk menjawab tantangan tersebut," tandasnya.

Sumber: Borussia Monchengladbach

Berita Terkait