Marc Marquez Nasihati Pembalap F1 Isack Hadjar yang Cedera: Jangan Memaksakan Diri

Superstar MotoGP, Marc Marquez, ternyata memberikan nasihat kepada pembalap Red Bull di Formula 1, Isack Hadjar, yang absen pada F1 GP Belanda.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 28 Agustus 2026, 19:45 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, duduk di garasi selama sesi latihan bebas 1 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 27 Februari 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Thailand. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Superstar MotoGPMarc Marquez, ternyata memberikan nasihat kepada pembalap Red Bull di Formula 1, Isack Hadjar, yang absen pada F1 GP Belanda akibat cedera pergelangan tangan.

Hadjar mengalami cedera tersebut saat menjalani latihan tinju sebagai bagian dari persiapan menghadapi balapan di Sirkuit Zandvoort. Pembalap asal Prancis tersebut terpaksa menarik diri dari GP Belanda akhir pekan lalu.

Advertisement

Posisinya kemudian digantikan Liam Lawson, sementara kursi Lawson di Racing Bulls ditempati Yuki Tsunoda.

Hadjar mengalami retak kecil pada bagian pergelangan tangan. Ia diperkirakan sudah bisa kembali membalap pada F1 GP Italia di Monza pekan depan.

Menariknya, Hadjar sempat meminta saran kepada Marc Marquez terkait cedera yang dialaminya.

Marquez yang merupakan juara dunia MotoGP tujuh kali memang memiliki pengalaman panjang dengan cedera. Pembalap Ducati tersebut pernah mengalami cedera serius pada lengan kanan akibat kecelakaan di Jerez pada 2020. Cedera itu bahkan membuatnya harus menjalani empat operasi besar dalam kurun waktu dua tahun.

 


Situasinya Sulit

Pembalap Prancis RB yang berada di posisi ketiga, Isack Hadjar, merayakan kemenangannya di podium setelah Grand Prix Formula Satu Belanda di Sirkuit Zandvoort, Belanda barat, pada 31 Agustus 2025. (JOHN THYS/AFP)

Marquez mengaku bukan seorang dokter. Namun, pengalaman pahit yang dialaminya membuat ia memahami betapa sulitnya seorang pembalap menerima kenyataan harus melewatkan balapan demi memulihkan kondisi tubuh.

Marquez pun menyarankan Hadjar tidak memaksakan diri tampil di satu balapan jika kondisi fisiknya belum memungkinkan.

"Hadjar menghubungi saya. Saya tentu bukan dokter, tetapi dia meminta saran karena terkadang bagi seorang pembalap, atau pengemudi dalam kasus ini, situasinya sangat sulit," ujar Marquez kepada situs resmi MotoGP di Aragon, seperti dikutip Crash, Jumat (28/8/2026). 

Menurut Marquez, seorang pembalap terkadang merasa masih sanggup tampil meski sebenarnya tubuhnya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

"Sulit menerima bahwa Anda harus melewatkan satu balapan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk balapan berikutnya," lanjutnya.

Marquez kemudian memberikan nasihat berdasarkan pengalamannya sendiri.

"Saya belajar dari masa lalu bahwa melewatkan satu balapan tidak akan mengubah hidup Anda. Tetapi melewatkan balapan atau memperburuk cedera karena terlalu cepat kembali bisa mengubah hidup Anda," tegas Marquez.

 


Belajar dari Pengalaman Pahit

Pembalap Spanyol Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Kittinun Rodsupan)

Marquez mengakui kehidupannya berubah drastis setelah mengalami cedera parah di Jerez pada 2020. Cedera tersebut membuatnya absen sepanjang musim dan menjalani proses pemulihan yang panjang.

Ia berusaha membagikan pengalaman tersebut kepada Hadjar agar pembalap muda Red Bull itu tidak melakukan kesalahan yang sama.

"Hidup saya banyak berubah sejak cedera di Jerez. Jadi, saya hanya mencoba memberikan nasihat itu kepada Isack. Saya pikir dia mengambil keputusan yang tepat karena dia masih memiliki karier panjang di depannya," kata Marquez.

Nasihat Marquez terbukti sejalan dengan keputusan Hadjar untuk tidak memaksakan diri tampil di Zandvoort. Ia kini diharapkan dapat memanfaatkan waktu pemulihan sebelum kembali ke kokpit pada GP Italia di Monza.

Bagi Marquez, satu balapan yang terlewat bukanlah masalah besar. Sebaliknya, memaksakan diri dan membuat cedera semakin parah justru bisa berdampak jauh lebih serius terhadap karier seorang pembalap.

Sumber: Crash

Berita Terkait