Pedro Acosta Bicara Persaingan MotoGP: Tidak Ada Teman di Paddock

Pedro Acosta sama sekali tidak memiliki teman dekat di area paddock MotoGP.

Bola.com, Jakarta - Pembalap KTM, Pedro Acosta, membuat pernyataan tegas mengenai dinamika hubungan antar pembalap MotoGP.

Pembalap asal Spanyol tersebut menyatakan secara terbuka bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki teman dekat di area paddock, sebuah prinsip yang sengaja ia jaga demi mempertahankan agresivitas dan fokus penuh saat bertarung di atas lintasan.

Menurut Acosta, ketiadaan ikatan persahabatan dengan para rivalnya justru memberikan keuntungan psikologis yang sangat besar ketika balapan berlangsung.

Ia merasa tidak perlu ragu atau sungkan untuk melancarkan aksi manuver menyalip yang agresif, karena ia tidak terbebani oleh perasaan personal terhadap pembalap mana pun yang sedang bertarung dengannya di arena balap.

Acosta dipastikan bakal bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada musim depan, di mana ia akan membentuk duet yang sangat diantisipasi publik otomotif dunia bersama sang juara bertahan yaitu, Marc Marquez.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Bersaing

Meski mengakui bahwa jajaran pembalap di grid MotoGP saat ini sebenarnya sangat terbuka dan mudah diajak berkomunikasi, Acosta menilai persahabatan yang tulus hampir mustahil terwujud. Hal tersebut disebabkan karena seluruh pembalap pada akhirnya mengincar satu impian yang sama, yakni menjadi yang terbaik dan meraih gelar juara dunia.

"Sangat sulit, menurut pendapat saya, untuk memiliki hubungan yang benar-benar jujur dengan seseorang yang menginginkan hal yang persis sama dengan Anda. Secara jujur, saya lebih memilih untuk mengambil satu langkah ke belakang dan tidak menjalin hubungan dekat," tegas Acosta saat diwawancarai oleh Motorsport.com.

Ia menekankan bahwa pendirian ini telah dipegangnya teguh sejak pertama kali menginjakkan kaki di kejuaraan dunia balap motor tersebut. Bagi Acosta, menjauhkan ikatan emosional adalah formula terbaik untuk memastikan performa maksimal tanpa kompromi saat melibas tikungan demi tikungan.

"Saya merasa sejak hari pertama bahwa saya tidak memiliki teman di paddock. Namun, saya senang dengan kondisi ini karena saya tidak perlu melibatkan perasaan terhadap siapa pun. Saya benar-benar tidak peduli siapa yang coba saya salip atau dengan cara apa saya melakukannya," ujarnya.

Rindu Persaingan

Acosta menilai rivalitas panas penuh ketegangan sebetulnya merupakan identitas asli dari MotoGP yang perlu dihidupkan kembali.

Ia merujuk pada era keemasan masa lalu di mana persaingan antar pembalap berlangsung sangat intens, penuh intrik, dan tanpa kompromi baik di dalam maupun di luar lintasan.

Ia mencontohkan persaingan sengit berstatus legenda seperti perseteruan antara Valentino Rossi dan Sete Gibernau, serta perselisihan sengit internal antara Mick Doohan dan Alex Criville.

Menurut Acosta, hubungan yang penuh dengan intensitas tinggi dan bumbu ketegangan itulah yang saat ini mulai memudar dari atmosfer modern ajang balap MotoGP.

Saat ini, Acosta baru saja berhasil mengamankan kemenangan pertamanya di sesi Sprint Race pada musim ini, meski masih harus berjuang berburu kemenangan perdananya di balapan utama setelah melalui dua setengah musim karirnya.

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer