Frustrasi Gagal Tembus Q2, Pecco Bagnaia sampai Menepi di Pinggir Trek MotoGP Aragon buat Tenangkan Diri

Frustrasi gagal tembus Q2 di MotoGP Aaagon, Francesco Bagnaia menepi di pinggir trek untuk menenangkan diri.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Agustus 2026, 09:45 WIB
Pembalap asal Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, terlihat di garasi pada hari kedua rangkaian balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris bagian tengah, pada 8 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia memilih menepi dari lintasan setelah sesi latihan MotoGP Aragon berakhir.

Pembalap Ducati itu mengaku perlu mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri setelah merasa frustrasi karena gagal mengamankan tempat di Q2.

Advertisement

Bagnaia mengakhiri latihan Jumat di posisi ke-13. Ia bahkan menjadi pembalap Ducati dengan catatan waktu paling lambat, terpaut lebih dari satu detik dari Marco Bezzecchi yang menjadi tercepat bersama Aprilia.

Situasi tersebut membuat Bagnaia berusaha menipiskan ketertinggalan pada percobaan terakhir. Dengan menggunakan ban lunak baru, juara dunia MotoGP dua kali itu mencoba masuk ke posisi 10 besar.

Peluangnya terbuka, tetapi kesalahan di tikungan terakhir membuat usahanya kembali gagal.

Setelah melewati garis finis, Bagnaia tidak langsung menuju garasi. Ia sengaja menghentikan motornya di sisi lintasan untuk mengambil napas dan meredakan emosinya.

"Pada lap terakhir, saya mencoba melakukan segalanya untuk masuk 10 besar. Saya hampir berhasil, tetapi di tikungan terakhir saya melebar," ujar Bagnaia.

"Saya perlu berhenti. Saya tidak berhenti di garasi karena saat itu saya sangat gugup dan frustrasi kepada diri sendiri karena tidak berhasil menyelesaikan satu lap pun," ungkapnya.


Menenangkan Diri

Pembalap tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi latihan di Sirkuit Motorland di Alcaniz, Spanyol timur laut, menjelang Grand Prix MotoGP Aragon pada 28 Agustus 2026. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Menurut Bagnaia, kembali ke garasi dalam kondisi emosi yang belum stabil justru bisa berdampak pada pekerjaan tim. Karena itu, ia memilih menenangkan diri terlebih dahulu.

"Saya perlu menenangkan diri karena ketika berada dalam situasi seperti itu, saat frustrasi dan gugup, Anda bisa mengatakan banyak hal yang sebenarnya tidak Anda pikirkan," katanya.

"Ketika sedang bekerja dalam situasi sulit, sangat mudah mengganggu pekerjaan tim. Jadi, lebih baik saya mengambil napas sebentar."

Setelah merasa lebih tenang, Bagnaia kembali ke garasi dan berdiskusi panjang dengan tim untuk mencari tahu persoalan yang membuat performanya kesulitan.

Ia juga menyebut Alex Marquez sebagai satu di antara sosok yang membantunya memahami apa yang perlu diperbaiki.

"Ketika kembali ke garasi, saya banyak berbicara dengan tim untuk memahami situasinya. Untungnya, seperti biasa, ada Alex Marquez yang membuat perbedaan dalam banyak hal. Jadi, saya sangat berharap bisa menemukan cara untuk mengikuti apa yang dia lakukan," tutur Bagnaia.


Masih Kesulitan dengan Motor

Pembalap MotoGP Italia dari Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mendengarkan seorang mekanik selama sesi latihan menjelang Grand Prix MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Cheste pada 15 November 2025. (Jose Jordan/AFP)

Hasil buruk di Aragon menjadi lanjutan dari kesulitan yang dirasakan Bagnaia sejak MotoGP kembali bergulir setelah jeda.

Sebelum jeda, performa Bagnaia sempat membaik. Namun, setelah MotoGP kembali bergulir di GP Inggris, hasil dan kepercayaan dirinya justru menurun.

Bagnaia mengatakan dirinya belum kembali merasa nyaman dengan motornya sejak tampil di Silverstone.

"Saya tidak menyangka akan mendapatkan performa seperti ini. Saya berharap bisa jauh lebih cepat, tetapi sayangnya situasinya sulit," ucapnya.

"Perasaan saya terhadap motor berubah sejak Silverstone. Sampai Sachsenring, saya cukup percaya diri bahwa kami terus berkembang dan hasilnya juga sedikit lebih baik. Sejak Silverstone, saya tidak merasa nyaman dengan motor dan kesulitan melakukan hal-hal yang normal," tutur rider asal Italia itu.

Kesulitan itu juga dirasakan Bagnaia saat menjalani latihan di Aragon. Ia mengaku beberapa kali hampir mengalami kecelakaan meski sedang melaju dengan kecepatan rendah.

"Hari ini juga, saya beberapa kali hampir jatuh meski melaju sangat pelan," katanya.


Masalah Utama Bagnaia

Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, minum di dalam garasi timnya selama hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. (Mohd Rasfan/AFP)

Ketika ditanya bagian mana yang paling membuatnya kesulitan, Bagnaia menyebut sejumlah persoalan sekaligus.

"Pengereman, masuk tikungan, dan grip belakang. Jadi, sebagian besar semuanya," jawabnya.

Menurut Bagnaia, daya cengkeram bagian belakang motor sebenarnya terasa lebih baik di Aragon karena kondisinya lebih konsisten dibandingkan sejumlah sirkuit lain.

Namun, ia masih kesulitan mempertahankan bagian belakang motor ketika memasuki tikungan.

Persoalan tersebut makin terasa ketika Bagnaia mulai membuka gas. Bahkan pada bukaan gas awal, motor masih kehilangan traksi.

"Begitu saya mulai membuka gas, pada 10 hingga 15 persen pertama, saya langsung kehilangan grip."

"Dan sampai motor benar-benar tegak dan berada dalam posisi lurus, roda belakang masih berputar dan banyak bergerak. Jadi, motor saya masih kesulitan mendapatkan grip," lanjut Bagnaia.

Kendati menghadapi persoalan tersebut, Bagnaia masih berharap ada perkembangan pada sesi berikutnya. Ia menyebut tim Ducati telah menyiapkan solusi untuk dicoba pada Sabtu hari ini.

"Untungnya, tim bekerja dengan baik dan saya pikir mereka punya ide bagus untuk besok. Saya benar-benar berharap itu bisa bekerja," ucap pembalap berusia 29 tahun itu.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait