Liverpool Nyaris Tumbang Lawan Nottingham Forest, Andoni Iraola Soroti Hal Ini

Liverpool bermain imbang 2-2 kontra Nottingham Forest. Manajer Andoni Iraola mengakui timnya tampil pasif dan kesulitan sepanjang babak pertama.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 29 Agustus 2026, 22:03 WIB
Striker Liverpool Alexander Isak rayakan gol ke gawang Nottingham Forest pada laga Liga Inggris 2026/2027. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Liverpool kembali menuai hasil imbang pada laga lanjutan EPL musim 2026/2027. Menjamu Nottingham Forest, The Reds dipaksa bermain seri dengan skor 2-2 setelah sempat dua kali tertinggal dari tim tamu.

Hasil ini menambah catatan kurang memuaskan bagi Liverpool di awal musim. Sebelumnya, skuad asuhan Andoni Iraola juga harus puas berbagi angka dengan skor identik saat bertandang ke markas Newcastle pekan lalu.

Advertisement

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, secara terbuka mengakui bahwa timnya beruntung terhindar dari kekalahan dalam laga ini. Ia menilai performa anak asuhnya jauh dari ekspektasi, terutama pada paruh pertama pertandingan.


Evaluasi Penampilan Pasif di Babak Pertama

Winger Liverpool Victor Munoz beraksi pada laga Liga Inggris 2026/2027 melawan Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (29/8/2026). (AFP/Oli Scarff)

Iraola menyoroti permainan Liverpool yang dinilai terlalu pasif saat kehilangan penguasaan bola. Kelalaian dalam menjaga area membuat lawan leluasa mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.

"Kami tampil buruk pada babak pertama," buka Iraola kepada BBC Match of the Day. Ia menambahkan bahwa timnya memberikan terlalu banyak ruang bagi Nottingham Forest untuk mengalirkan bola dengan mudah.

Selain itu, sang pelatih menyoroti kerapuhan lini pertahanan dalam mengantisipasi situasi bola mati. "Dua gol mereka juga berasal dari situasi lemparan ke dalam dan kami tidak bertahan dengan baik. Secara keseluruhan, kami memang terlalu pasif saat bertahan," tegasnya.


Peningkatan Intensitas pada Babak Kedua

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Memasuki paruh kedua, Liverpool mengubah pendekatan dengan bermain lebih agresif dan meningkatkan intensitas permainan. Perubahan ini terbukti efektif membantu mereka mengejar ketertinggalan sebanyak dua kali.

"Kami jauh lebih baik setelah jeda dan dua kali mampu bangkit dari ketertinggalan. Namun, saya rasa penampilan di babak pertama membuat kami kesulitan untuk memenangkan pertandingan," ujar Iraola menjelaskan jalannya laga.

Iraola berharap timnya dapat menjadikan hasil ini sebagai pelajaran berharga untuk laga-laga berikutnya. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi performa sejak menit awal. "Pada babak kedua, ketika kami bermain lebih agresif dan dengan intensitas yang lebih tinggi, kami juga menyerang dengan lebih baik. Saya berharap pertandingan ini bisa menjadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," tutupnya.

Sumber: BBC Match of the Day

Berita Terkait