Kritik Tajam Jude Bellingham meski Real Madrid Menang 4-0: 20 Menit Terakhir Sangat Buruk

Jude Bellingham menyoroti penurunan intensitas Real Madrid dalam 20 menit terakhir usai meraih kemenangan 4-0 atas Malaga di Santiago Bernabeu.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 31 Agustus 2026, 13:06 WIB
Pemain Real Madrid Jude Bellingham berselebrasi dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Malaga di Madrid, Spanyol, Minggu, 30 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid meraih kemenangan telak 4-0 atas Malaga pada jornada ketiga La Liga 2026/2027. Namun, Jude Bellingham tetap menyoroti penurunan performa Los Blancos pada 20 menit terakhir pertandingan.

Real Madrid tampil dominan pada babak pertama dan mencetak tiga gol. Bellingham menjadi salah satu aktor utama dengan mencetak gol pembuka serta terlibat dalam terciptanya gol kedua yang berujung gol bunuh diri Alfonso Herrero.

Advertisement

Performa Bellingham kembali mendapat apresiasi dari publik Santiago Bernabeu. Ia bahkan menerima standing ovation ketika ditarik keluar oleh Jose Mourinho.

Namun, kemenangan besar tersebut tidak sepenuhnya memuaskan Bellingham. Menurutnya, Real Madrid menurunkan intensitas dan standar permainan pada fase akhir laga, meski akhirnya tetap mampu mencetak gol keempat melalui Arda Guler pada menit ke-90+1.


Bellingham Nyaman dengan Peran Baru

Gelandang Real Madrid asal Inggris, Jude Bellingham (#05), merayakan gol pertama timnya bersama rekan setimnya, bek asal Inggris, Trent Alexander-Arnold (#12), dan penyerang asal Brasil, Vinicius Junior (#07), dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Bellingham menikmati perubahan peran di bawah Mourinho pada awal musim ini. Pelatih asal Portugal tersebut memberinya kebebasan untuk bergerak lebih jauh ke depan maupun turun ke area yang lebih dalam sesuai kebutuhan tim.

Kebebasan itu membuat Bellingham lebih sering terlibat dalam berbagai fase permainan Real Madrid. Pergerakannya ke area sepertiga akhir juga menjadi salah satu senjata utama yang menghasilkan ancaman bagi pertahanan Malaga.

"Sekarang saya bermain sedikit lebih bebas, dengan keleluasaan untuk bergerak lebih jauh ke depan atau ke belakang lapangan, tergantung pada kebutuhan tim. Saya sangat menikmatinya, itulah sebabnya saya bermain dengan baik," ujarnya.

Gol pembuka ke gawang Malaga menjadi bukti efektivitas peran tersebut. Bellingham mampu memanfaatkan ruang di lini depan sekaligus menunjukkan kualitas penyelesaian akhirnya.


Tetap Kritik Performa Tim

Gelandang Real Madrid Inggris #05, Jude Bellingham, merayakan bersama rekan satu timnya Penyerang Real Madrid Prancis #10, Kylian Mbappe, dan penyerang Real Madrid Maroko #21, Brahim Diaz, setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Malaga CF di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 30 Agustus 2026. (Thomas COEX/AFP)

Meski menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan, Bellingham tidak menutup mata terhadap kelemahan Real Madrid. Ia menilai penurunan performa pada akhir pertandingan perlu menjadi perhatian meski keunggulan sudah sangat nyaman.

"Kami bermain fantastis di babak pertama. Namun, 20 menit terakhir sangat buruk. Saya tidak tahu mengapa, tetapi performa kami saat itu tidak bagus," ungkapnya.

Malaga gagal memanfaatkan periode tersebut untuk memberikan tekanan serius kepada Real Madrid. Los Blancos justru menutup pertandingan dengan gol keempat Arda Guler pada masa tambahan waktu.

Kemenangan atas Malaga membuat Real Madrid kokoh di puncak klasemen dengan sembilan poin dari tiga laga. Mereka telah mencetak 10 gol dan kebobolan dua kali, tetapi evaluasi Bellingham menjadi pengingat bahwa start sempurna belum berarti permainan tim sudah tanpa celah.

Berita Terkait