Ada 2 Faktor Besar yang Membuat Wakil Indonesia Masih Kesulitan Bersaing di Asia

Klub-klub Indonesia kerap kesulitan saat bermain di kompetisi antarklub Asia.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 01 September 2026, 11:30 WIB
Pada menit ke-66, Phnom Penh Crown harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Devit Yem mendaptkan kartu merah dari wasit Leow Hong Wei Clarence akibat melanggar Egy Maulana Vikri. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Klub-klub Indonesia kerap kesulitan menancapkan taji di kompetisi antarklub Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Ternyata, kombinasi sanksi pembekuan FIFA dan hantaman pandemi COVID-19 menjadi biang kerok utamanya.

Advertisement

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa.

Menurutnya, dua hantaman besar itu membuat peta kekuatan dan proses transformasi klub-klub Tanah Air tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

"Kalau ditanya kenapa klub-klub di Asia Tenggara ini bisa lebih maju? Mereka tidak menghadapi pembekuan FIFA dan tidak mengalami masalah akibat COVID-19," ujar Sadikin Aksa dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk "Membawa Liga Naik Kelas" di Jakarta, Senin (31-8-2026).

"Kompetisi mereka tetap bergulir. Sanksi FIFA itulah yang paling berat felt-nya bagi kita," kata Sadikin.


Sempat Stagnan

Persib Bandung menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua 16 besar AFC Champions League 2 2025/2026 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026) malam. Namun, Persib tersingkir dengan agregat 1-3. (Bola.com/Erwin Snaz)

Sadikin Aksa menambahkan, tatkala Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merombak dan memperbarui regulasi kompetisi antarklub, negara-negara tetangga bisa langsung beradaptasi dengan cepat.

Sebaliknya, Indonesia justru harus meratap karena terkena sanksi pembekuan.

Alhasil, pola pikir dan tata kelola klub-klub pun sempat stagnan.

"Mindset klub-klub kita baru benar-benar bisa bertransformasi secara serius dalam tiga tahun terakhir ini," imbuhnya.


Dukungan Maksimal

Gelandang Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, mengejar bola saat melawan Becamex Binh Duong pada laga Piala AFC di SUGBK, Jakarta, Selasa (26/2). Kedua klub bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Guna mendongkrak prestasi wakil Indonesia, pihak I.League memastikan akan memberikan garansi dukungan penuh, dari fleksibilitas penyesuaian jadwal kompetisi domestik hingga sokongan finansial.

"Nanti penyesuaian jadwal pasti ada, terutama jika mereka berhasil menembus babak 16 besar hingga partai final. Pasti akan kami akomodasi demi prestasi klub Indonesia di Asia," tegas Sadikin Aksa.


Siapa Bisa Ikuti Persipura?

Persipura Jayapura saat berlaga pada AFC Cup melawan Maziya Sports & Recreation Club (Photo/the-AFC.com)

Jika menilik sejarah, pencapaian klub Indonesia di Asia memang terbilang minim lonjakan drastis. Persipura Jayapura masih memegang rekor mentereng saat berhasil menembus babak semifinal Piala AFC 2014.

Namun, hingga kini belum ada lagi wakil Indonesia yang sanggup menyamai torehan fantastis tim Mutiara Hitam tersebut.

Musim lalu, Persib Bandung yang membawa panji Indonesia di pentas kontinental harus puas terhenti di babak 16 besar Liga Champions Asia Dua (ACL 2).

Untuk musim kompetisi 2026/2027, Indonesia mengirimkan dua wakil terbaiknya: Persib Bandung di ajang Liga Champions Asia Dua (ACL 2) dan Borneo FC yang berlaga di AFC Challenge League (level tiga).

Berita Terkait