5 Pembajakan Transfer Paling Heboh Sepanjang Masa: Keane, Willian, hingga Eze

Berikut lima pembajakan transfer terbesar sepanjang masa.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 03 September 2026, 09:00 WIB
Ilustrasi Roy Keane dan Willian, (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Drama transfer Malick Fofana yang melibatkan Sunderland dan Crystal Palace kembali mengingatkan betapa sulitnya memastikan sebuah kepindahan pemain benar-benar aman sebelum semuanya resmi.

Sunderland sempat berada di posisi terdepan untuk mendapatkan Fofana. Namun, Crystal Palace kemudian datang dan tampak berhasil mengambil alih situasi.

Advertisement

Ketika Palace terlihat sudah hampir mendapatkan sang pemain, Sunderland kembali bergerak hingga akhirnya justru berhasil mengamankan Fofana.

Kasus seperti itu bukan sesuatu yang baru dalam sepak bola.

Sejumlah klub besar seperti Arsenal, Chelsea, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur juga pernah terlibat dalam pembajakan transfer yang dramatis.

Berikut lima di antaranya, dimulai dari peringkat kelima.


5. Roy Keane ke Manchester United

2. Roy Keane - Keane mejadi kapten terlama kedua di Manchester United. Kane dipercaya menjadi kapten Manchester United dari tahun 1997-2005. (AFP/Andrew Yates)

Roy Keane sebenarnya sudah hampir bergabung dengan Blackburn Rovers.

Keane mengungkapkan bahwa dirinya sudah sepakat untuk bergabung dengan Blackburn. Kesepakatan kontrak pun pada dasarnya telah tercapai.

Namun, setelah kembali ke Irlandia, Keane mendapat telepon dari Manchester United.

Keane akhirnya memilih Manchester United. Ia mengakui tidak pernah menyesali keputusan tersebut, meski pilihannya membuat manajer Blackburn saat itu, Kenny Dalglish, kecewa.

Dalglish kecewa karena sebelumnya Keane sudah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan Blackburn. Ia pun menelepon Keane dan mempertanyakan keputusan tersebut.

Keane meminta maaf kepada Dalglish sebelum berangkat berlibur ke Ayia Napa.

Menurut Keane, Dalglish bahkan mengatakan akan mencarinya di sana. Ucapan itu membuatnya waswas selama berada di Ayia Napa.

Setiap kali masuk ke bar, Keane mengaku selalu melihat-lihat ke sekeliling karena khawatir Dalglish benar-benar muncul.


4. Paul Gascoigne ke Tottenham Hotspur

2. Paul Gascoigne (1985/88), gelandang yang berhasil membawa Inggris bersinar pada Piala Dunia 1990 ini merupakan pemain binaan akademi Newcastle sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Tottenham. (www.nufc.co.uk)

Manchester United sempat berada di posisi terdepan untuk merekrut Paul Gascoigne dari Newcastle United. Namun, Tottenham Hotspur datang dengan tawaran yang akhirnya membuat Gascoigne memilih pindah ke London.

Tottenham bersedia membelikan rumah untuk orang tua Gascoigne di kawasan timur laut Inggris. Klub itu juga menawarkan tanning bed untuk saudara perempuan Gascoigne.

Gascoigne kemudian menjadikan tawaran tersebut sebagai bahan candaan. Ia mengatakan, seandainya saudaranya mendapatkan spray tan dan dirinya bergabung dengan Manchester United, mungkin ia kini memiliki lebih banyak medali.

Sir Alex Ferguson juga masih mengingat bagaimana dirinya mengetahui bahwa Manchester United kehilangan Gascoigne. Saat sedang berlibur di Ayia Napa, Ferguson menerima telepon dari Martin Edwards, ketua Manchester United.

Edwards menyampaikan kabar bahwa Tottenham telah mendapatkan Gascoigne. Salah satu alasan yang disebutkan adalah kesediaan Tottenham membelikan rumah untuk orang tua sang pemain.


3. Willian ke Chelsea

Willian - Mantan pemain Chelsea dan Arsenal ini telah tampil dalam 259 laga di Liga Inggris. Winger yang kini memperkuat Corinthians itu datang ke Stamford Bridge pada 2013 kemudian hengkang ke Emirates pada 2020 lalu. (AFP/Glyn Kirk)

Tottenham Hotspur sempat berada di ambang kesepakatan untuk mendatangkan Willian pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas 2013.

Winger asal Brasil itu sebelumnya juga dikaitkan dengan Liverpool. Setelah Anzhi Makhachkala mengalami masalah, Liverpool disebut sebagai satu di antara klub yang paling berpeluang mendapatkan Willian.

Namun, Tottenham yang kemudian bergerak lebih cepat. Negosiasi berjalan hingga kepindahan Willian ke White Hart Lane dilaporkan tinggal menunggu penyelesaian.

Saat Tottenham sudah berada di posisi terdepan, Chelsea tiba-tiba masuk ke persaingan. Dalam waktu singkat, situasi berubah dan Willian justru berlabuh ke Stamford Bridge.

Transfer yang semula diyakini menjadi milik Tottenham akhirnya dibajak Chelsea pada penghujung bursa transfer.


2. Alfredo Di Stefano ke Real Madrid

Alfredo Di Stefano (kanan) striker Real Madrid saat mencetak gol pertama pada final Liga Champions 1960 melawan Eintracht Frankfurt di Stadion Hampden Park, Glasgow. (AP/File)

Jika berbicara soal skala, perpindahan Alfredo Di Stefano dari Barcelona ke Real Madrid memiliki cerita yang jauh lebih rumit.

Di Stefano merupakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Pada saat itu, Barcelona dan Real Madrid juga menjadi dua klub yang terlibat dalam perebutan sang pemain.

Di Stefano sempat terlihat akan bergabung dengan Barcelona sebelum akhirnya berakhir di Madrid.

Kepindahan itu kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah Real Madrid.

Namun, transfer Di Stefano tidak dapat disebut sebagai pembajakan sederhana. Prosesnya diwarnai perselisihan, teori konspirasi yang melibatkan Jenderal Franco (Francisco Franco), serta berbagai argumen yang saling bertentangan.

Bahkan, pada awalnya terdapat kesepakatan bahwa Di Stefano akan memperkuat kedua klub secara bergantian. Pada akhirnya, Real Madrid mendapatkan hak atas sang pemain sepenuhnya.


1. Eberechi Eze ke Arsenal

Pemain Arsenal, Eberechi Eze, berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan Liga Premier melawan Tottenham di London, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Posisi teratas ditempati Eberechi Eze dalam satu di antara pembajakan transfer paling spektakuler.

Yang membuat transfer Eze makin menohok bagi Tottenham, ia justru tampil luar biasa dalam dua pertandingan melawan Spurs pada musim yang secara keseluruhan tidak terlalu memuaskan.

Padahal, penampilan tersebut terjadi dalam musim yang secara keseluruhan disebut tidak terlalu memuaskan bagi Eze.

Bagi Tottenham, kisah transfer tersebut jelas menjadi sesuatu yang menyakitkan. Pemain yang sebelumnya berada dalam situasi transfer yang dapat berujung ke klub lain akhirnya justru berlabuh ke Arsenal.

 

Sumber: Planet Football

Berita Terkait