Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini 5 Momen Emas dalam Karier Internasionalnya

Setelah lebih dari dua dekade, Lionel Messi resmi menutup karir internasionalnya dengan segudang prestasi.

Bola.com, Jakarta - Setelah lebih dari dua dekade, Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasionalnya bersama Timnas Argentina.

Kapten La Albiceleste itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin kemarin dan menyebut perjalanannya bersama Argentina sebagai sebuah pengalaman luar biasa.

Selama 21 tahun membela Argentina, Messi meraih satu gelar Piala Dunia, dua trofi Copa America, dua penghargaan Golden Ball Piala Dunia, serta mencetak 21 gol di Piala Dunia, terbanyak kedua dalam sejarah turnamen.

Messi juga tetap mampu mempertahankan level permainan tinggi pada tahun-tahun terakhir kariernya dan menjadi bagian penting dari perkembangan Timnas Argentina.

Dengan begitu banyak pencapaian yang diraih, perjalanan internasional Messi tentu memiliki banyak momen penting. 

Berikut lima momen yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Messi bersama Timnas Argentina.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2006: Debut di Piala Dunia

Setahun setelah mendapat panggilan pertama ke tim senior Argentina, Messi tampil di Piala Dunia 2006. Ketika itu, ia masih berusia 18 tahun dan sudah menarik perhatian sebagai talenta muda.

Messi menjalani debutnya dalam pertandingan fase grup melawan Serbia. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan hanya membutuhkan waktu 13 menit untuk mencetak gol.

Gol tersebut menjadi satu-satunya kontribusi Messi dalam tiga pertandingan yang dimainkan Argentina di Piala Dunia 2006. Namun, penampilan itu menjadi awal perjalanannya di panggung Piala Dunia.

2008: Bawa Argentina Meraih Emas Olimpiade

Gelar internasional besar pertama Messi datang pada Olimpiade Beijing 2008. Ia bergabung dengan skuad Argentina U-23 yang berhasil mempertahankan medali emas Olimpiade.

Kehadiran Messi di turnamen tersebut sempat tidak pasti. Barcelona awalnya menolak melepas pemain berusia 21 tahun itu untuk membela Argentina.

Namun, Pep Guardiola yang baru menjadi pelatih Barcelona akhirnya mengizinkannya tampil.

Argentina kemudian melewati turnamen tanpa kekalahan dan memenangi seluruh enam pertandingan.

Messi bermain dalam lima laga, mencetak dua gol, serta meraih gelar internasional besar pertamanya.

2014: Raih Golden Ball Piala Dunia

Setelah Argentina kembali hanya mencapai perempat final pada Piala Dunia 2010, harapan besar muncul ketika mereka tampil di Brasil pada 2014.

Messi menjadi pemain penting pada fase grup dengan mencetak empat gol dalam tiga pertandingan.

Argentina kemudian melaju hingga final setelah memenangi lima laga secara beruntun.

Namun, Argentina gagal meraih trofi setelah kalah 0-1 dari Jerman. Meski demikian, Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan menerima penghargaan Golden Ball.

2022: Akhirnya Mengangkat Trofi Piala Dunia

Setelah bertahun-tahun gagal meraih gelar Piala Dunia, Messi akhirnya mendapat kesempatan mengangkat trofi tersebut pada 2022.

Argentina mengalahkan Prancis melalui adu penalti dalam final dramatis untuk meraih gelar Piala Dunia ketiga sekaligus yang pertama dalam 36 tahun.

Messi tampil menentukan sepanjang turnamen dengan mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist. Ia juga menjadi sosok penting dalam perjalanan Argentina hingga partai final.

Kylian Mbappe sempat membuat Argentina berada dalam situasi sulit setelah mencetak gol-gol yang memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti.

Namun, Messi dan rekan-rekannya akhirnya keluar sebagai pemenang.

2026: Penampilan Terakhir Bersama Argentina

Setelah Argentina menjadi juara pada 2022, muncul pertanyaan apakah Messi akan kembali tampil di Piala Dunia.

Ia akhirnya kembali memperkuat La Albiceleste pada 2026, yang kemudian menjadi turnamen terakhirnya bersama Argentina.

Messi berusia 39 tahun saat tampil di Piala Dunia 2026. Ia mencetak delapan gol sepanjang turnamen, termasuk hattrick pada awal kiprah Argentina.

Dalam perjalanan menuju final, Argentina beberapa kali melewati pertandingan fase gugur dengan selisih tipis.

Messi kembali berperan penting, termasuk ketika mencetak gol penyama kedudukan pada akhir pertandingan melawan Mesir sebelum Argentina mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.

Argentina akhirnya kembali mencapai final, tetapi kalah dari Spanyol. Messi terlihat emosional seusai pertandingan dan memberikan sinyal bahwa laga tersebut mungkin menjadi penampilan terakhirnya bersama Timnas Argentina.

Sehari kemudian, Messi menyampaikan luka akibat kekalahan itu membutuhkan waktu untuk sembuh.

Kekalahan tersebut, ditambah meninggalnya sang ayah, Jorge Messi, pada awal Agustus, membuat Messi mempertimbangkan masa depannya bersama timnas.

Pada akhirnya, Messi memilih mengakhiri karier internasionalnya setelah 21 tahun. Ia meninggalkan Argentina dengan berbagai gelar dan pencapaian yang menjadi bagian dari warisannya di sepak bola.

 

Sumber: Yahoo Sports

Video Populer

Foto Populer