Gabung Barcelona, Anthony Gordon Ungkap Perbedaan Antara Premier League dan La Liga

Anthony Gordon membahas perbedaan signifikan antara Premier League dan La Liga setelah bergabung dengan Barcelona.

BolaCom | Aulia RafaDiterbitkan 03 September 2026, 13:14 WIB
Setelah resmi berseragam Barcelona, selanjutnya Gordon akan bergabung bersama Timnas Inggris untuk mempersiapkan diri jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. (AP Photo/Joan Mateu)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Barcelona, Anthony Gordon, mulai merasakan perbedaan mencolok antara Premier League dan La Liga setelah pindah dari Newcastle United ke Barcelona pada musim panas ini. Pemain asal Inggris ini mengakui bahwa sepak bola Spanyol memiliki tuntutan yang berbeda, terutama dalam hal taktik dan teknik.

Gordon menilai bahwa La Liga tidak memberikan ruang bagi pemain untuk melakukan kesalahan. Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut terjadi karena kontrol pertama yang buruk atau kehilangan konsentrasi saat menjaga posisi dapat langsung dimanfaatkan oleh lawan.

Advertisement

Pemain berusia 25 tahun itu mengungkapkan bahwa Premier League memiliki intensitas yang sangat tinggi. Ia menyebut kompetisi Inggris identik dengan tempo cepat, duel fisik, lemparan ke dalam jarak jauh, tendangan sudut, serta banyaknya kontak antarpemain.

Walaupun menikmati permainan di Premier League dan mengakui bahwa kompetisi tersebut berperan besar dalam kariernya, Gordon harus beradaptasi dengan gaya permainan yang berbeda. Ia berpendapat bahwa sepak bola Spanyol menuntut kecerdasan taktik dan teknik yang sangat tinggi bagi seorang pemain.


Kecepatan Anthony Gordon Jadi Alat Perang Barcelona

Penyerang Barcelona asal Inggris bernomor punggung 17, Anthony Gordon, berebut bola dengan bek Elche asal Spanyol bernomor punggung 23, Victor Chust, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Elche CF dan FC Barcelona di Stadion Martinez Valero, Elche, pada 23 Agustus 2026. (JOSE JORDAN/AFP)

Menurut Anthony Gordon, ruang di La Liga cenderung lebih sempit sehingga pemain harus mengambil keputusan dengan lebih cepat. Setiap situasi juga menuntut detail yang lebih tinggi karena lawan dapat mengambil bola saat adanya peluang.

Gordon bahkan menilai sejumlah tim Premier League mungkin akan kesulitan memainkan gaya sepak bola seperti di Spanyol. Ia menjelaskan bahwa permainan tersebut membutuhkan kesabaran serta kemampuan di lini tengah untuk mengontrol pertandingan.

Namun, Gordon menemukan satu keuntungan dari gaya sepak bola La Liga. Kecepatan yang menjadi salah satu kekuatan utamanya justru lebih efektif karena pergerakan pemain mampu menciptakan ruang yang bisa dimanfaatkan.

“Saya sangat menyukai bermain di Premier League dan kompetisi itu memiliki peran besar dalam perkembangan saya,” ujar Gordon. Namun, ia menyadari kepindahan ke Barcelona membuatnya harus mempelajari gaya permainan yang baru.

Sejauh ini, proses adaptasi Gordon menunjukkan hasil positif. Meski belum mencetak gol dalam tiga pertandingan bersama Barcelona, ia telah menyumbang tiga assist. Gordon mendapat kesempatan bermain bersama lini utama untuk kedua kalinya ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano. Dalam pertandingan tersebut, perannya memberikan assist untuk Raphinha dalam kemenangan Barcelona dengan skor 5-2.

Performa tersebut menjadi bekal bagi Gordon untuk terus beradaptasi dengan sepak bola Spanyol. Dengan kecepatan yang menjadi salah satu senjata utamanya, ia berusaha memaksimalkan karakter permainan Barcelona sekaligus membuktikan dirinya setelah meninggalkan Premier League.

Berita Terkait