Musim Perdana Bersama Persijap Jepara: Juan Cortes Bicara Tekanan, Tantangan, dan Fanatisme Suporter

Datang sebagai salah satu debutan di BRI Super League 2026/2027, Juan Cortes akan menghadapi ujian ini bersama skuad Persijap.

Bola.com, Jakarta - Menghadapi musim perdana di panggung sepak bola Indonesia bukanlah perkara mudah bagi seorang pelatih asing. Tekanan tinggi dari suporter, jadwal ketat, hingga jarak perjalanan yang menguras fisik menjadi ujian nyata. Namun, hal tersebut tak melunturkan mentalitas pelatih anyar Persijap Jepara, Juan Cortes.

Datang sebagai salah satu debutan di BRI Super League 2026/2027, Juan Cortes akan menghadapi ujian ini bersama skuad Persijap yang telah dia bangun sejak pertengahan Agustus lalu. Juan mengaku siap mengarungi sengitnya kompetisi musim ini.

Langkah awal yang dilakukan Juan saat menerima tawaran Persijap bukanlah perkara taktik semata, tapi juga pemahaman menyeluruh terhadap kultur sepak bola Tanah Air.

Pelatih asal Spanyol ini sudah membedah peta kekuatan tim hingga berdiskusi dengan kolega yang berpengalaman di Indonesia.

“Sebelum datang ke sini, saya mempelajari liga, tim-tim, dan sepak bola Indonesia sebanyak mungkin. Saya juga berbicara dengan orang-orang yang paham tentang kompetisi ini karena penting untuk memahami realitas negara ini, tidak hanya sepak bolanya saja,” kata Juan saat dihubungi Bola.com, Rabu (2/9/2026). 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mudah Beradaptasi

Juan memang punya modal yang cukup oke sebelum menukangi Laskar Kalinyamat. Pengalaman bekerja melintasi negara dan benua sepanjang kariernya telah membantunya untuk bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Saya telah melatih di berbagai negara dan lingkungan sepanjang karier saya, jadi beradaptasi dengan cepat adalah sesuatu yang sudah biasa bagi saya. Setiap negara berbeda, dan Indonesia akan menjadi tantangan lainnya,” kata dia.

Kehadiran Juan Cortes di kursi kepelatihan Persijap memang membawa warna tersendiri. Juru taktik kelahiran Jaen, Spanyol ini tercatat memiliki rekam jejak kepelatihan yang cukup berwarna di kawasan Amerika Tengah, Asia, hingga Eropa.

 

Bicara Tekanan dan Tantangan

Juan menyadari bahwa sepak bola Indonesia memiliki dinamika tersendiri, mulai dari antusiasme suporter yang sangat tinggi, hingga tantangan geografis yang mengharuskan tim melakoni perjalanan jarak jauh saat laga tandang.

Bukannya gentar, Juan Cortes justru menilai hal-hal ekstrem tersebut sebagai daya tarik utama yang membakar semangatnya untuk membawa Laskar Kalinyamat bisa bersaing di BRI Super League 2026/2027.

“Saya tahu ada tekanan, suporter yang sangat fanatik, perjalanan jauh, dan liga yang sangat kompetitif, tetapi hal-hal inilah yang membuat tantangan ini menarik. Saya datang ke sini karena menginginkan tanggung jawab ini dan saya siap memberikan segalanya untuk Persijap,” ujar Juan Cortes.

 

Rekam Jejak Juan Cortes

Sebelum menginjakkan kaki di Jepara, Juan Cortes pernah menakhodai sejumlah klub papan atas di Amerika Tengah, seperti Alianza FC, Once Deportivo, CD Platense, dan ADI Metapan di Liga Utama El Salvador.

Tak hanya di level klub, juru taktik berusia 42 tahun ini juga sempat dipercaya memegang kendali tim nasional El Salvador U-20 serta menjadi asisten pelatih Timnas El Salvador pada periode 2024.

Pengalaman melatih di Asia sebetulnya juga bukan hal baru bagi pelatih berlisensi UEFA Pro ini. Ia pernah mengecap atmosfer sepak bola Asia Tenggara bersama Pattaya United di Thailand, pada medio 2014-2015.

Selain itu, Juan juga sempat menjajal Liga Bolivia bersama SA Bulo Bulo dan Real Tomayapo. Pengalaman berpindah-pindah kompetisi inilah yang membentuk fleksibilitas taktik dan mentalitas adaptifnya.

Video Populer

Foto Populer