Gabriel Martinelli Segera Tinggalkan Arsenal, tapi Transfer ke Al Hilal Belum Diumumkan

Belum ada pengumuman resmi dan Arsenal juga tidak mendatangkan pengganti, membuat para penggemar mulai mempertanyakan kelanjutan transfer Gabriel Martinelli.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 03 September 2026, 18:15 WIB
Ekspresi pemain Arsenal, Gabriel Martinelli setelah merayakan gol kemenangan timnya atas Manchester City pada laga lanjutan Liga Inggris 2023/2024 yang berlangsung di Emirates Stadium, London, Inggris, Minggu (08/10/2023) malam WIB. Kemenangan 1-0 Arsenal membawa mereka menempati posisi kedua klasemen dengan raihan 20 poin, atau hanya terpaut dua gol dari Tottenham yang berada di puncak. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Hari terakhir bursa transfer Liga Inggris akhirnya berakhir tanpa kabar besar dari Arsenal. Upaya terakhir Arsenal untuk mendatangkan Malick Fofana tidak membuahkan hasil.

Sementara Gabriel Jesus resmi menyelesaikan kepindahannya ke Barcelona, Julian Alvarez juga tidak tiba-tiba muncul di Emirates. Namun, yang paling menarik perhatian adalah belum adanya konfirmasi mengenai kepindahan Gabriel Martinelli ke Al Hilal.

Advertisement

Sebagian penggemar mungkin berharap situasi ini menjadi contoh seperti kasus Folarin Balogun, ketika transfer batal pada menit-menit akhir. Ada pula kemungkinan Arsenal menyadari bahwa hanya memiliki satu winger kiri alami tidak cukup untuk bersaing di empat kompetisi. Namun, transfer Martinelli diperkirakan tetap akan terealisasi.

Martinelli terlihat tiba di Riyadh pada Selasa malam. Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa transfer tersebut akan batal. Terlebih lagi, Al Hilal dan klub-klub Saudi Pro League masih memiliki waktu untuk menyelesaikan transfer.


Mengapa Transfer Gabriel Martinelli ke Al Hilal Belum Diumumkan?

Penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Aston Villa selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates di London, Kamis (1/9/2022). Arsenal menag tipis atas Aston Villa 2-1. (AP Photo/David Cliff)

Seperti dikutip dari Sport Illustrated, Kamis (3/9/2026), dalam urusan bursa transfer, Saudi Pro League memiliki aturan tersendiri. Klub-klub di kompetisi tersebut membeli pemain dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap keseluruhan liga, termasuk Cristiano Ronaldo.

Berbagai pertimbangan yang biasanya menjadi hambatan dalam transfer, seperti nilai pembelian dan keberlanjutan finansial, tidak selalu menjadi prioritas utama. Keunikan tersebut juga terlihat dari kalender bursa transfer mereka.

Klub-klub Saudi Pro League masih dapat membeli dan menjual pemain hingga detik-detik terakhir pada 12 Oktober. Artinya, Martinelli secara teori masih bisa bermain dalam enam pertandingan bersama Arsenal sebelum memiliki kesempatan untuk bergabung dengan Al Hilal.

Namun, melihat perjalanan yang baru saja dilakukannya, transfer tersebut diperkirakan segera dirampungkan.


Mengapa Arsenal Tidak Mendatangkan Pengganti Martinelli?

Penyerang Lyon, Malick Fofana. (Olivier Chassignole/AFP)

Sebelum Sunderland dan Crystal Palace terlibat dalam persaingan untuk mendapatkan Fofana melalui agen, pemain berusia 21 tahun itu sempat dikaitkan dengan Arsenal.

Penyerang asal Belgia tersebut dipandang sebagai opsi darurat pada musim panas ketika Arsenal sebelumnya gagal mendapatkan Morgan Rogers, Vinicius Junior, dan Julian Alvarez.

Namun, negosiasi untuk Fofana bahkan terhenti sebelum berkembang lebih jauh. The Athletic memberikan beberapa penjelasan yang berbeda.

Lyon dikabarkan berharap mendapatkan 40,5 juta dolar AS atau sekitar Rp663 miliar dari transfer tersebut, tetapi angka itu disebut berada di luar jangkauan Arsenal karena adanya kekhawatiran klub bisa melanggar regulasi finansial UEFA. Arsenal disebut memberikan alasan samar berupa "alasan teknis".

Ada pula laporan yang menyebut Mikel Arteta memiliki kekhawatiran mengenai kondisi fisik Fofana. Pemain sayap setinggi 5 kaki 7 inci atau sekitar 170 cm itu melewatkan lima bulan musim lalu setelah menjalani operasi pergelangan kaki. Ia sempat kembali bermain selama 13 menit dalam dua penampilan sebagai pemain pengganti pada Maret, sebelum kembali menepi selama enam pekan.


Apakah Arsenal Akan Menyesali Keputusannya?

Hasil ini membuat selisih poin skuad asuhan Mikel Arteta sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris 2025/2026 semakin menipis. Mereka kini hanya terpaut lima poin dari Manchester City yang belum memainkan laga ke-27 mereka. (AP Photo/Dave Shopland)

Arsenal mengakhiri musim lalu dengan tiga opsi di posisi winger kiri, yakni Leandro Trossard, Martinelli, dan Eberechi Eze. Christos Tzolis disebut sebagai pengganti Trossard dengan karakter yang serupa.

Bahkan, ia mendapat julukan "the Santorini Sánchez". Namun, kepergian Martinelli membuat Arteta kehilangan satu opsi winger.

Noni Madueke juga bisa menjadi pilihan di sisi kiri, meski penggunaan pemain berkaki kiri tersebut di posisi itu selalu terlihat kurang ideal. Martinelli memang memiliki sejumlah kelemahan, tetapi ia juga menawarkan beberapa kualitas penting yang saat ini jelas kurang dimiliki skuad Arsenal.


Kedalaman Lini Serang Arsenal

Bek Arsenal asal Ukraina bernomor punggung 17, Oleksandr Zinchenko, penyerang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 30, Raheem Sterling, dan gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 53, Ethan Nwaneri, bersiap untuk masuk sebagai pemain pengganti saat gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, meninggalkan lapangan setelah ditarik keluar dalam pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Bournemouth di Stadion Emirates, London, pada 3 Mei 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Di posisi winger kiri, Arsenal memiliki Christos Tzolis dan Eberechi Eze. Untuk posisi penyerang tengah, Mikel Arteta dapat mengandalkan Kai Havertz dan Viktor Gyokeres. Sementara itu, sisi kanan diisi Bukayo Saka, Noni Madueke, dan Max Dowman.

Salah satu hal yang paling akan dirindukan Arsenal dari Martinelli adalah kecepatan murninya. Kecepatan akan selalu menjadi aset berharga, dan tidak ada pemain dalam skuad Arsenal yang memiliki kecepatan mendekati winger asal Brasil tersebut.

Ketika menghadapi lini pertahanan Liga Inggris yang terorganisasi dengan baik, gaya dribel Martinelli yang lurus dan mengandalkan kecepatan sering membuatnya berakhir menabrak pertahanan lawan. Ia hanya mencetak satu gol di Liga Inggris dari 30 penampilan musim lalu.

Namun, ketika dimainkan dalam pertandingan yang mulai terbuka menghadapi lawan di Liga Champions, terutama saat Arsenal sedang unggul, Martinelli justru memiliki ruang untuk berlari dan mampu memanfaatkannya dengan baik. Ia mencetak enam gol di kompetisi Eropa musim lalu, jumlah yang sama dengan yang dicatatkan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.

Sumber: SI

Berita Terkait