Jean-Paul van Gastel Ungkap Masalah PSIM Musim Lalu: Singgung Liverpool Era Arne Slot

Pada musim lalu, PSIM Yogyakarta mencetak 43 gol dan kebobolan 44 gol. Klub berjulukan Laskar Mataram itu mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11 dengan torehan 45 poin.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 04 September 2026, 17:30 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel. (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyadari timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027.

Pada musim lalu, PSIM Yogyakarta mencetak 43 gol dan kebobolan 44 gol. Klub berjulukan Laskar Mataram itu mengakhiri kompetisi di peringkat ke-11 dengan torehan 45 poin.

Advertisement

Namun, Van Gastel menilai catatan itu tetap jadi pencapaian positif. Maklum, musim 2025/2026 merupakan debut PSIM kembali tampil di kasta tertinggi setelah hampir dua dekade berkutat di Liga 2.

"Saya pikir jika Anda melihat latar belakang PSIM yang berada 18 tahun di Liga 2 dan tiba-tiba berhasil promosi. Jadi musim lalu adalah musim pertama di Liga 1 setelah 18 tahun, sehingga prioritas utama kami saat itu adalah tidak terdegradasi," ujar Van Gastel pada Jumat (4/9/2026).


Singgung Liverpool Era Arne Slot

Penyerang Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah (kiri), berjabat tangan dengan manajer Liverpool asal Belanda, Arne Slot (kanan), saat ia meninggalkan pertandingan, digantikan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Crystal Palace dan Liverpool di Selhurst Park di London selatan pada tanggal 5 Oktober 2024.(Glyn KIRK/AFP)

Mantan pelatih NAC Breda itu mengakui PSIM masih menghadapi kendala dalam penyelesaian akhir, terutama ketika harus membongkar pertahanan rapat lawan.

Untuk menjelaskan persoalan tersebut, pelatih asal Belanda itu kemudian membandingkannya dengan raksasa Premier League Liverpool ketika masih dinakhodai Arne Slot.

"Tentu saja kami memiliki kekuatan dan kelemahan. Secara umum kami memang memiliki kendala pada penyelesaian akhir di sepertiga lapangan," katanya.

"Namun seperti kata Arne Slot musim lalu saat melatih Liverpool, sangat sulit untuk menembus pertahanan lawan yang menerapkan low block. Jadi jika Anda bermain untuk PSIM ketimbang Liverpool masalahnya tetap sama."

"Mengenai pertahanan, jika kami menerapkan tekanan secara agresif, itu artinya lini belakang kami lebih terbuka sehingga lebih sulit untuk bertahan," imbuh pelatih berusia 54 tahun itu.


Rekrut Pemain dengan Tipe Berbeda

Van Gastel tetap puas dengan pencapaian PSIM musim lalu. Sebagai tim promosi, Laskar Mataram mampu bertahan di level teratas dan mengungguli sejumlah tim berpengalaman.

PSIM mengoleksi 45 poin dari 34 pertandingan, hasil dari 11 kemenangan, 12 kali imbang, dan 11 kekalahan.

Laskar Mataram juga menjadi tim dengan jumlah hasil seri terbanyak di BRI Super League 2025/2026.

"Oleh karena itu kami mendatangkan pemain-pemain baru dengan tipe yang berbeda agar kami berharap bisa mengatasi masalah yang kami hadapi musim lalu," ucap Van Gastel.

Musim lalu, PSIM Yogyakarta juga mampu finis di atas Persik Kediri, Madura United, dan PSM Makassar.

Hanya saja, koleksi poin Laskar Mataram sama dengan Persita, tetapi kalah dalam head to head sehingga menempati posisi ke-11.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait