Bola.com, Kediri - Persik kembali ke tradisi lama yang sempat ditinggalkan pada beberapa musim terakhir.
Jelang laga perdana melawan Dewa United di BRI Super League 2025/2027 ini, seluruh elemen tim Macan Putih melakukan ritual dengan menggelar doa bersama dan menyantuni anak yatim piatu dari Panti Asuhan Muslimat NU Budi Mulia.
Acara digelar tempat latihan tim di Kediri Soccer Field, Jumat (4/9) sore WIB.
Kegiatan sosial dan religius ini sempat jadi kebiasaan yang selalu dilakukan Persik ketika masih berjuang di Liga 3 2018 dan Liga 2 2019 silam. Dampak psikologisnya membuat tim kebanggaan Persikmania ini selalu naik kasta dan jadi juara.
Musim ini Persik tak mengadakan launching tim yang penuh gebyar sorot lampu dan nyanyian para suporter. Sebagai gantinya mereka menghelat acara sosial dengan menyantuni anak yatim piatu.
Doa Bersama
Dalam momentum tersebut, skuad asuhan pelatih Marcos Reina itu bersama-sama memanjatkan doa dan berharap kelancaran sekaligus hasil positif pada kompetisi musim ini.
“Berdoa bersama adalah hal yang bagus untuk harapan baru dan cita-cita meraih prestasi yang lebih baik di musim ini,” kata Marcos Reina.
Menurutnya, kehadiran anak-anak tersebut juga mengingatkan kepada seluruh elemen tim bahwa Persik bukan sekadar klub sepak bola.
Namun, memiliki keterikatan kuat secara sosial dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Kediri.
“Senang bisa bertemu anak-anak. Para pemain bisa melihat langsung betapa pentingnya arti tim ini bagi masyarakat,” ujarnya.
Awal yang Baik
Sementara itu, pemain lokal Persik, Adi Eko Jayanto, berharap doa bersama tersebut menjadi awal yang baik bagi perjalanan tim mendatang.
“Semoga ini menjadi awal yang bagus untuk pembukaan kompetisi. Kami berharap doa dari mereka semua bisa membantu Persik berjalan lancar dan mencapai target musim ini,” kata Adi Eko.