Bola.com, Jakarta - Liverpool akhirnya merasakan kemenangan pertama di era Andoni Iraola. Lebih dari sekadar tiga poin saat menundukkan Ipswich Town 2-0, The Reds mungkin baru saja menemukan sosok yang bisa menjadi "Batman" baru mereka: Alexander Isak.
Isak kembali mencetak gol untuk Liverpool dalam pertandingan di Portman Road. Striker asal Swedia itu bahkan sempat mengira dirinya telah mencetak hattrick pertamanya bersama The Reds setelah menyambut umpan Florian Wirtz. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena offside.
Meski begitu, dua gol yang sebelumnya ia lesakkan sudah cukup untuk membuat Isak pulang dengan senyum lebar. Kini, Isak telah mengoleksi tiga gol dalam tiga pertandingan Premier League.
Jumlah tersebut bahkan sudah menyamai total golnya di Premier League sepanjang musim lalu, sebuah pencapaian yang menunjukkan betapa cepatnya situasi berubah bagi sang penyerang.
Dan di balik kebangkitan Isak, ada Cody Gakpo yang menjalankan peran seperti Robin bagi Batman.
Isak Mulai Menjawab Ekspektasi Besar Liverpool
Musim lalu menjadi periode sangat sulit bagi Isak. Saga transfer yang berlarut-larut, masalah kebugaran, hingga cedera patah kaki membuat musim pertamanya di Liverpool tidak berjalan sesuai harapan.
Kini situasinya berubah drastis. Tiga gol dalam tiga pertandingan menjadi modal luar biasa bagi kepercayaan diri Isak.
Striker berusia 26 tahun tersebut mulai menunjukkan alasan Liverpool bersedia mengeluarkan dana besar untuk mendapatkannya.
Pertanyaan terbesar Liverpool musim ini memang bagaimana menggantikan kontribusi Mohamed Salah, terutama dalam hal gol dan kreativitas.
Isak belum tentu menggantikan Salah secara langsung. Namun, jika mampu terus tampil konsisten dan menjaga kondisi fisiknya, Liverpool bisa mendapatkan sumber gol baru yang sangat penting.
Apalagi, Isak mulai terlihat semakin nyaman dalam sistem permainan Iraola.
Melawan Ipswich, ia tidak hanya tajam ketika mendapatkan peluang, tetapi juga terus mencari ruang dan terlibat dalam permainan menyerang Liverpool.
Jika momentum ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Alexander Isak menjadi salah satu pemain terpenting Liverpool musim ini.
Gakpo Jadi Robin, Isak Menjelma Batman Baru
Dua gol Isak ke gawang Ipswich tidak lahir sendirian. Cody Gakpo menjadi sosok penting di balik ketajaman striker Swedia tersebut.
Pemain asal Belanda itu memberikan dua assist yang kemudian diselesaikan Isak menjadi gol. Kombinasi tersebut menjadi salah satu sinyal paling menarik dari kemenangan Liverpool.
Jika Isak adalah sosok yang menyelesaikan serangan, Gakpo bisa menjadi pemain yang membuka jalan.
Keduanya memperlihatkan hubungan yang berpotensi menjadi senjata penting Liverpool sepanjang musim.
Gakpo sendiri memang tengah berada dalam performa bagus. Ia terus memberikan kontribusi dalam pertandingan-pertandingan awal musim dan menunjukkan keputusan Liverpool mempertahankannya setelah sempat dikaitkan dengan kepindahan merupakan keputusan yang tepat.
Koneksi Isak-Gakpo juga bisa memberikan dimensi berbeda bagi Liverpool.
Ketika Salah tidak lagi menjadi tumpuan utama untuk mencetak gol dan menciptakan peluang, The Reds membutuhkan kombinasi baru. Isak dan Gakpo berpotensi menjadi jawabannya.
Ibarat Batman dan Robin, Isak bisa menjadi eksekutor utama, sementara Gakpo berperan sebagai penghubung sekaligus kreator.
Tentu, masih terlalu dini untuk menyebut mereka sebagai duet terbaik Liverpool. Namun, tiga pertandingan pertama musim ini memberikan alasan untuk mulai menaruh harapan.
Debut Barcola Belum Spektakuler, tetapi Fans Langsung Jatuh Hati
Bradley Barcola juga mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama Liverpool. Pemain asal Prancis itu bermain sekitar 30 menit, tetapi belum banyak hal yang bisa dijadikan kesimpulan karena Liverpool memang tidak terlalu agresif mencari gol tambahan pada babak kedua.
Barcola sempat memperlihatkan beberapa sentuhan menarik. Satu momen terbaiknya terjadi ketika ia melakukan kombinasi cepat dengan Milos Kerkez sebelum menggunakan kecepatannya untuk menciptakan ruang di sisi kiri.
Ia kemudian melepaskan umpan berbahaya ke area penalti yang seharusnya bisa dimanfaatkan Gakpo. Namun, hal paling menarik dari debut Barcola justru datang dari luar lapangan.
Suporter Liverpool yang hadir di Portman Road langsung menyambutnya dengan nyanyian yang terinspirasi dari chant legendaris Maxi Rodriguez.
"Bradley... Bradley Barcola runs down the wing for me!"
Sambutan tersebut menunjukkan Barcola sudah mendapatkan tempat di hati pendukung Liverpool bahkan sebelum benar-benar menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Tantangan berikutnya tentu lebih berat. Barcola harus membuktikan bahwa antusiasme suporter tersebut bisa dibayar dengan penampilan yang membuat mereka kembali berdiri dan bernyanyi.
Ronald Araujo Tunjukkan Sisi Pragmatis Iraola
Salah satu hal lain yang menarik dari kemenangan Liverpool adalah keputusan Iraola memainkan Ronald Araujo sebagai bek kanan.
Araujo memang bukan sosok yang identik dengan posisi tersebut. Namun, pemain asal Uruguay itu pernah menjalankan peran serupa bersama Barcelona musim lalu.
Di tangan Iraola, fleksibilitas tersebut ternyata bisa menjadi senjata.
Araujo tampil sebagai bek kanan ketika Liverpool menghadapi Ipswich. Pada babak kedua, Iraola kemudian mengubah struktur permainan menjadi lima bek dengan Dominik Szoboszlai beroperasi sebagai wing-back kanan.
Perubahan tersebut memperlihatkan sisi pragmatis Iraola.
Pelatih baru Liverpool itu tidak memaksakan satu pendekatan ketika pertandingan membutuhkan penyesuaian.
Dengan keunggulan dua gol, prioritasnya berubah: mengontrol permainan, memperkuat pertahanan, dan memastikan tiga poin tidak lepas.
Araujo pun memberikan kontribusi besar. Ia mencatatkan tujuh sapuan, terbanyak dibanding pemain Liverpool lainnya dalam pertandingan tersebut.
Kehadiran Araujo menjadi semakin penting karena Liverpool masih harus melakukan penyesuaian di lini belakang. Jeremy Jacquet juga masih beradaptasi dengan tuntutan sepak bola level elite.
Kemenangan atas Ipswich akhirnya memberikan gambaran awal mengenai Liverpool versi Iraola.
Ada Isak yang mulai menemukan ketajamannya, Gakpo yang menjadi kreator utama, Barcola yang menawarkan kecepatan baru, serta Araujo yang memberikan fleksibilitas taktik.
Jika Isak benar-benar bisa menjaga kebugarannya dan terus terhubung dengan Gakpo, Liverpool mungkin sudah menemukan kombinasi baru untuk mengatasi tantangan terbesar mereka musim ini: menggantikan gol dan kreativitas yang sebelumnya begitu identik dengan Mohamed Salah.
Sumber: Liverpool Echo