Bola.com, Jakarta - Xabi Alonso menghadapi pekerjaan rumah besar menjelang pertandingan Chelsea melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026).
Di tengah performa impresif lini serang The Blues, ada satu masalah yang bisa jadi bumerang: pertahanan yang masih terlalu mudah ditembus.
Chelsea mengawali musim dengan dua kemenangan, tetapi kemenangan 4-3 atas Brighton and Hove Albion akhir pekan lalu menunjukkan lini belakang mereka belum sepenuhnya meyakinkan.
Situasinya semakin mengkhawatirkan karena lawan berikutnya adalah Arsenal. The Gunners menjadi salah satu dari hanya dua tim yang belum kebobolan di Premier League musim ini.
Arsenal mencatat clean sheet ketika menghadapi Coventry City dan Aston Villa.
Dalam dua pertandingan itu, tim asuhan Mikel Arteta hanya memiliki expected goals against (xGA) sebesar 0,63, angka terendah di Premier League saat ini.
Dengan lini depan Chelsea yang memang sangat produktif, Xabi Alonso masih harus menemukan cara agar timnya tidak memberikan terlalu banyak celah kepada Arsenal.
Pertahanan Chelsea Akan Diuji Lini Depan Arsenal
Chelsea sejauh ini memang mampu menunjukkan produktivitas tinggi. Namun, menghadapi Arsenal merupakan ujian dengan level berbeda.
The Gunners memiliki salah satu pertahanan terbaik di Premier League dan Liga Champions musim lalu.
Bahkan setelah baru memainkan dua pertandingan musim ini, Arsenal sudah menunjukkan bahwa kekuatan tersebut belum hilang.
Sebaliknya, Chelsea datang dengan catatan buruk dalam duel melawan Arsenal.
The Blues belum pernah mengalahkan Arsenal dalam 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Dalam periode tersebut, Chelsea delapan kali kalah dan hanya tiga kali bermain imbang.
Lebih buruk lagi, Chelsea hanya mampu mencetak 10 gol dan sudah kebobolan 24 gol.
Alonso harus memastikan pemain seperti Levi Colwill, Maxence Lacroix, dan Wesley Fofana mampu tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Alonso Tahu Betapa Pentingnya Pertahanan Solid
Masalah pertahanan sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi Xabi Alonso.
Ketika membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga tanpa terkalahkan pada musim 2023/2024, timnya hanya kebobolan rata-rata 0,70 gol per pertandingan.
Alonso juga pernah menunjukkan ketidakpuasannya ketika pertahanan tim tampil terlalu terbuka.
Setelah Leverkusen menang 4-3 atas Wolfsburg pada musim berikutnya, ia menyebut laga itu terlalu kacau, baik dalam bertahan maupun menyerang.
Prinsip tersebut juga tetap dibawanya ketika menangani Real Madrid.
Pada musim panas 2025, Alonso menegaskan soliditas dan disiplin pertahanan merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.
Menurutnya, meskipun memiliki banyak pemain berkualitas di lini serang, keseimbangan tetap menjadi fondasi permainan. Kini, prinsip tersebut kembali diuji bersama Chelsea.
Chelsea Masih Belajar Mengontrol Pertandingan
Kemenangan 4-3 atas Brighton menjadi gambaran Chelsea masih dalam proses beradaptasi dengan pendekatan Alonso.
Menariknya, Chelsea hanya menguasai 26 persen penguasaan bola dalam pertandingan tersebut.
Alonso menilai situasi tersebut cukup normal karena timnya masih belajar menghadapi berbagai kondisi pertandingan.
Bahkan ketika Chelsea unggul 3-1 saat turun minum, Alonso sudah mengingatkan para pemain pertandingan belum selesai.
Menurut sang pelatih, Chelsea harus fokus bermain, mencetak gol, sekaligus mempertahankan pertahanan yang baik.
Terbukti, pertandingan akhirnya berubah menjadi duel terbuka dan penuh drama. Xabi Alonso kemudian kembali membahas persoalan tersebut menjelang laga melawan Arsenal.
Ia menilai statistik seperti penguasaan bola, expected goals (xG), dan jumlah tembakan memang penting, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menilai performa sebuah tim.
Yang jauh lebih penting adalah kemampuan Chelsea beradaptasi.
Xabi Alonso Bisa Siapkan Kejutan untuk Arsenal
Xabi Alonso menegaskan Chelsea masih berada dalam tahap awal prosesnya. Dua pertandingan, dua kemenangan menjadi modal positif, tetapi sang pelatih sadar timnya masih bisa berkembang.
Chelsea juga harus memiliki beberapa cara berbeda untuk menghadapi lawan. Ketika menghadapi tim yang bermain bertahan dengan blok rendah, mereka butuh solusi berbeda dibandingkan saat menghadapi tim yang agresif menekan.
Kemampuan beradaptasi inilah yang kemungkinan akan menjadi kunci menghadapi Arsenal.
Selama awal musim, Alonso lebih sering menggunakan formasi tiga bek dengan wing-back yang agresif.
Namun, menghadapi Arsenal, bukan tidak mungkin sang pelatih menyiapkan pendekatan berbeda untuk meredam kekuatan Arteta. Satu hal yang pasti, Chelsea tidak boleh kembali tampil terlalu terbuka.
Menghadapi Arsenal yang belum kebobolan, kesalahan kecil di lini belakang bisa menjadi hukuman.
Jika Alonso berhasil membuat pertahanan Chelsea lebih disiplin tanpa mengorbankan ketajaman lini depan, The Blues memiliki peluang untuk memberikan kejutan di Emirates.
Namun jika masalah pertahanan kembali muncul, produktivitas Chelsea justru bisa menjadi sia-sia.
Sumber: Football London