Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe jadi salah satu pemain yang paling banyak disorot setelah Real Madrid menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Real Betis, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB.
Penyerang asal Prancis itu gagal menyelamatkan Los Blancos, bahkan gagal mengeksekusi penalti dengan baik pada masa injury time.
Kekalahan itu menjadi noda pertama Real Madrid sejak Jose Mourinho kembali menangani klub. Troy Parrott menjadi penentu kemenangan Betis lewat gol pada menit ke-81.
Madrid sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, penyelesaian akhir mereka tidak maksimal.
Puncaknya terjadi ketika Mbappe gagal mengeksekusi penalti pada menit ketiga waktu tambahan.
Penampilan sang striker langsung mendapat kritik tajam dari media Spanyol dan Prancis. Mbappe dituding tampil egois dan gagal menjalankan perannya sebagai pemimpin lini depan Madrid.
Mbappe Gagal Jadi Pembeda untuk Real Madrid
Mbappe sebenarnya mendapatkan kesempatan besar untuk menjadi pahlawan Madrid.
Setelah Betis unggul melalui Parrott, Carlos Espi sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan salto pada menit ke-87. Namun, gol spektakuler tersebut dianulir karena offside tipis.
Madrid kemudian memperoleh peluang terakhir untuk menyelamatkan setidaknya satu poin setelah wasit memberikan hadiah penalti pada menit ketiga injury time.
Mbappe maju sebagai eksekutor. Namun, penyerang Prancis itu gagal menjalankan tugasnya. Bola tidak bersarang di gawang Betis dan Madrid akhirnya harus pulang tanpa poin.
Pihak Madrid sempat memprotes keputusan tersebut karena menilai ada pemain Betis, Marc Bartra, yang melakukan pelanggaran berupa encroachment saat penalti dilakukan. Namun, hasil pertandingan tetap tidak berubah.
Media Prancis dan Spanyol Kompak Kritik Mbappe
Kegagalan penalti tersebut membuat sorotan terhadap Mbappe semakin tajam.
Media Prancis Journal du Real menilai sang striker gagal tampil sebagai pemimpin ketika Madrid membutuhkan sosok yang bisa mengangkat tim.
Mbappe bahkan hanya diberi rating 2/10 dan penampilannya disebut sebagai pertandingan yang harus segera dilupakan.
Kritik serupa datang dari Le Parisien. Mereka menggambarkan penampilan Mbappe sebagai malam yang jarang terjadi ketika sang pemain terlihat tidak memberikan dampak positif.
Tekanan yang diberikan Mbappe juga dianggap kurang menggigit, sementara kualitas teknisnya dinilai tidak akurat.
Media Spanyol bahkan lebih keras. ELDesmarque memberikan Mbappe rating 1/10.
Sang striker disebut tampil "egois" ketika mendapatkan bola di area berbahaya karena terlalu fokus pada penyelesaian akhir yang dinilai boros.
Sorotan tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap Mbappe.
Sebagai salah satu pemain terbesar di dunia dan tumpuan utama lini depan Madrid, ia dituntut mampu menjadi pembeda dalam pertandingan seperti ini.
Jose Mourinho Tak Ikut Menyalahkan Mbappe
Menariknya, kritik tajam dari media tidak sepenuhnya datang dari Mourinho. Pelatih Real Madrid tersebut justru menolak menyalahkan para pemainnya setelah kekalahan dari Betis.
Mourinho menilai timnya sebenarnya tampil bagus dan hasil pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan performa Madrid.
Menurut Mourinho, para pemain Betis justru lebih pintar dalam memengaruhi jalannya pertandingan, terutama dalam berkomunikasi dengan wasit.
"Tim bermain luar biasa," ujar Mourinho setelah pertandingan.
Mourinho bahkan menyebut pemain Madrid terlalu naif dibandingkan pemain Betis.
Menurutnya, para pemain Betis lebih aktif memberikan tekanan kepada wasit dalam situasi-situasi kecil yang terjadi di lapangan.
Ia juga menyinggung sejumlah keputusan wasit, termasuk insiden yang melibatkan Federico Valverde dan Vinicius Junior.
Mourinho melihat sikap tersebut sebagai bagian dari permainan yang harus dipelajari para pemain Madrid.
Penalti Mbappe Jadi Simbol Malam Buruk Real Madrid
Ketika ditanya mengenai kegagalan Mbappe mengeksekusi penalti, Mourinho juga tidak memberikan kritik personal terhadap penyerangnya.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa ketika seorang pemain Madrid mengambil penalti, seluruh tim harus memberikan dukungan.
"Ketika salah satu dari kami mengambil penalti, kami semua pergi bersama," kata Mourinho.
Sikap itu menunjukkan Mourinho tidak ingin menjadikan Mbappe sebagai kambing hitam atas kekalahan Madrid.
Namun, kegagalan itu tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang striker. Setelah tampil mengecewakan di depan gawang, Mbappe harus segera memberikan respons pada pertandingan berikutnya.
Kekalahan dari Betis juga membuka peluang bagi Barcelona untuk mengambil keuntungan dalam persaingan gelar.
Blaugrana akan menghadapi Valencia pada Minggu malam dan berpeluang memperlebar jarak menjadi tiga poin atas rivalnya tersebut.
Bagi Mbappe, laga berikutnya menjadi kesempatan untuk menjawab kritik.
Jika kembali gagal tampil sebagai pembeda, tekanan terhadap bintang Prancis itu di Santiago Bernabeu dipastikan akan semakin besar.
Sumber: SportBible