Milos Kerkez Blak-blakan soal Taktik Andoni Iraola: Pressing 90 Menit Itu Sulit

Liverpool menang atas Ipswich, Milos Kerkez ungkap sulitnya jalankan taktik Andoni Iraola

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 07 September 2026, 16:15 WIB
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Bek kiri Liverpool, Milos Kerkez, menilai Liverpool masih perlu melakukan penyesuaian untuk menjalankan tuntutan permainan pelatih Andoni Iraola secara penuh.

Kerkez menyebut pressing dengan intensitas tinggi sulit dipertahankan selama 90 menit.

Advertisement

Kerkez mengatakan Liverpool bisa menerapkan pressing tersebut dengan baik pada 30 hingga 35 menit pertama.

Pada awal babak kedua, The Reds masih dapat melakukannya, tetapi setelah itu permainan harus lebih mengutamakan kerapatan antarpemain serta komunikasi.

"Ketika Anda melakukan pressing seperti kami, cukup sulit melakukannya sepanjang pertandingan dan selama 90 menit," ujar Kerkez kepada situs resmi Liverpool, dikutip Sportbible.

Ia menambahkan, hal yang perlu ditingkatkan Liverpool adalah kemampuan untuk tetap kompak setelah tidak lagi mampu mempertahankan pressing dengan intensitas yang sama.

"Itu juga yang kami katakan perlu kami tingkatkan. Sebagai pemain bertahan, kami senang dengan clean sheet. Kami bertahan cukup baik menghadapi umpan silang dan bola mati mereka. Seperti yang saya katakan, semua pemain 100 persen fokus," lanjutnya.


Clean Sheet Pertama

Pemain Liverpool Bradley Barcola (tengah) mengontrol bola dalam laga Premier League Inggris antara Ipswich vs Liverpool di Ipswich, Inggris, Jumat, 4 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Pernyataan Kerkez disampaikan setelah Liverpool meraih kemenangan 2-0 atas Ipswich Town di Portman Road, Sabtu (5-9-2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi clean sheet pertama Liverpool musim ini.

Alexander Isak mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Cody Gakpo menjadi pemberi assist untuk kedua gol sang penyerang, sedangkan Bradley Barcola menjalani debut bersama Liverpool setelah didatangkan dari Paris Saint-Germain dengan nilai transfer 123 juta paun.

Barcola masuk pada 30 menit terakhir pertandingan. Pemain asal Prancis itu langsung mencatatkan kecepatan tertinggi di Premier League musim 2026/2027, yakni 35,9 km/jam.

Ia juga memberikan kecepatan serta kombinasi permainan dari sisi kiri ketika Liverpool menjalani pertandingan yang menguras fisik dalam skema pressing Iraola.


Sudah Mengenal Tuntutan Iraola

Penyerang Ipswich Town asal Ghana, #07 Abdul Fatawu, berebut bola dengan bek Liverpool asal Hungaria, #06 Milos Kerkez, dalam pertandingan Liga Inggris antara Ipswich Town dan Liverpool di Portman Road, Ipswich, Inggris bagian timur, pada 4 September 2026. (Henry NICHOLLS/AFP)

Kerkez bukan pemain yang baru mengenal gaya permainan Iraola. Sebelum gabung The Reds pada 2025, ia pernah bekerja bersama pelatih asal Spanyol itu di Bournemouth.

Iraola mendatangkan Kerkez dari AZ Alkmaar pada 2023. Ia kemudian menjadi satu di antara pemain penting dalam sistem permainan Iraola dengan mengandalkan energi dan dinamisme di sisi kiri.

Pengalaman tersebut membuat Kerkez mengetahui tuntutan fisik dari skema yang diterapkan Iraola. Meski demikian, ia mengakui bahwa Liverpool masih harus menyesuaikan diri.

Kerkez juga menilai pengaruh gaya bermain Iraola mulai terlihat dalam permainan Liverpool.

"Ya, pasti. Saya pikir semua orang merasa lebih baik di lapangan dan saya juga merasa begitu ketika melihat permainan. Saya makin terlibat dalam permainan dan makin baik," tutur pemain berusia 22 tahun itu.


Apresiasi Cleen Sheet

Bek Liverpool asal Hungaria #06, Milos Kerkez (kiri), merayakan gol bersama bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk (kanan), setelah mencetak gol pertama mereka untuk kemenangan 2-1 dalam pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, Minggu (26-10-2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)

Liverpool tampil lebih baik dalam bertahan saat menghadapi Ipswich Town, meski masih beberapa kali kehilangan konsentrasi.

Bagi Kerkez, clean sheet di laga tandang tetap menjadi hal yang patut diapresiasi.

"Ini clean sheet, terutama di laga tandang karena kami tahu bermain di mana pun di Premier League itu sulit. Kami senang, tetapi tidak bisa terlalu lama merayakannya. Sekarang pertandingan datang setiap tiga hari dan kami harus fokus ke laga berikutnya," katanya.

Setelah pertandingan melawan Ipswich, Liverpool langsung menghadapi periode jadwal padat.

The Reds akan menjalani tiga pertandingan dalam tujuh hari, dimulai dengan menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB.

Liverpool kemudian menjamu Fulham di Premier League dan Tottenham Hotspur di Carabao Cup sebelum memasuki jeda internasional pertengahan September mendatang.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait