Wimbledon Tegas, Influencer Tak Akan Dapat Akreditasi Tahun Depan, Imbas Kontroversi di US Open

Wimbledon tutup pintu untuk Influencer setelah kontroversi di US Open.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 September 2026, 08:15 WIB
Kursi wasit terlihat di samping penutup lapangan yang sedang dipompa pada hari ketujuh Kejuaraan Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London barat daya, pada 6 Juli 2025. (Adrian Dennis/AFP)

Bola.com, Jakarta - Wimbledon mengambil sikap berbeda setelah kehadiran influencer di US open tahun ini menuai kontroversi.

All England Club memastikan tidak akan menyediakan kategori akreditasi khusus bagi influencer atau content creator pada turnamen tahun depan.

Advertisement

Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah aktivitas influencer di US Open mendapat sorotan.

Penyelenggara turnamen Grand Slam di Flushing Meadows tahun ini memberikan akreditasi kepada 100 influencer, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Para content creator tersebut hadir bersama jurnalis dan broadcaster tradisional untuk meliput US Open. Namun, keberadaan mereka di tribune justru memunculkan kritik dari penggemar maupun sejumlah pihak.

Beberapa pertandingan terganggu oleh suara berisik dan aktivitas pengambilan gambar.

Bahkan, seorang chair umpire sempat menegur sekelompok influencer yang berada di sebuah suite karena merekam video ketika poin sedang berlangsung.


Keluhan Petenis

Naomi Osaka dari Jepang mengembalikan bola ke arah Elena Rybakina dari Kazakhstan dalam pertandingan putaran keempat kejuaraan tenis AS Terbuka, Senin, 7 September 2026, di New York. (Foto AP/Kirsty Wigglesworth)

Give Me Sport melaporkan, sejumlah petenis juga menyampaikan keberatan mereka. Naomi Osaka menjadi satu di antaranya setelah influencer hadir saat pertandingan babak keduanya melawan Katerina Siniakova.

"Saya pikir, tentu saja, jika Anda datang ke sebuah acara olahraga, Anda harus menghormati olahraga tersebut," ujar Osaka.

Coco Gauff juga ikut menyoroti persoalan tersebut. Petenis peringkat keempat dunia itu meminta para influencer untuk mengikuti etika yang berlaku dalam olahraga.

Respons kemudian datang dari Kepala Komunikasi AS Terbuka, Brendan McIntyre. Ia mengatakan USTA terus berupaya mengembangkan tenis di Amerika Serikat sekaligus menarik penonton baru.

Menurut McIntyre, US Open menjadi kesempatan terbesar untuk melakukan hal tersebut. Karena itu, pihak penyelenggara menyambut para pendatang baru yang datang ke turnamen.


Langkah US Open

Meski begitu, McIntyre menegaskan seluruh penggemar dan tamu tetap harus menikmati acara tanpa mengganggu pertandingan yang berlangsung di lapangan.

US Open kemudian meningkatkan jumlah papan informasi di area turnamen dan stadion.

Penyelenggara juga mengirimkan pesan kepada pemegang tiket serta pemilik suite untuk mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu pertandingan, termasuk membuat suara berlebihan, menggunakan lampu kilat, dan ring light.

Chair umpire juga memiliki kewenangan untuk menegur penonton apabila diperlukan.


Sikap Wimbledon

Sementara itu, Wimbledon tidak berencana mengikuti langkah US Open dalam memberikan ruang lebih besar kepada influencer.

Menurut Press Association, tidak akan ada kategori akreditasi khusus bagi influencer maupun content creator pada penyelenggaraan Wimbledon tahun depan.

Pihak Wimbledon juga akan menyita sejumlah barang, termasuk ring light, yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.

Sebagai bagian dari evaluasi tahunan, Wimbledon meninjau seluruh kebijakannya, termasuk aturan yang berkaitan dengan media sosial.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait