Hubungannya dengan Vinicius di Real Madrid Disorot, Ini Jawaban Kylian Mbappe

Kylian Mbappe sama sekali tidak mengambil pusing dengan rumor negatif yang beredar di media.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 08 September 2026, 15:00 WIB
Pemain Real Madrid Kylian Mbappe dan Vinicius Junior merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe angkat bicara mengenai hubungannya dengan Vinicius Junior di Real Madrid.

Bintang asal Prancis itu mengaku tidak bisa mengendalikan berbagai pendapat yang beredar mengenai hubungan mereka.

Advertisement

Mbappe menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan Real Madrid kontra Inter Milan pada fase liga Liga Champions, Selasa.

Real Madrid datang ke laga itu setelah menelan kekalahan pertama musim ini di La Liga, yakni 0-1 dari Real Betis, Sabtu (5-9-2026) dini hari WIB. 

Mbappe dan Vinicius mendapat kritik setelah kekalahan di Seville.

Ketika ditanya apakah dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Vinicius, Mbappe memilih tidak terlalu mempersoalkan berbagai opini yang muncul.

"Ini adalah salah satu dari jutaan pendapat yang ada di Madrid, jadi saya tidak bisa mengendalikan apa yang dikatakan. Kami memiliki tujuan untuk menang dan berusaha mengendalikan apa yang bisa kami kendalikan," ujar Mbappe.


Peran saat Mode Bertahan

Alejandro Balde (Barcelona) mengawal Kylian Mbappe (Real Madrid) dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Ia juga ditanya mengenai peran Mbappe dan Vinicius saat bertahan, jika dibandingkan dengan kapten Barcelona, Raphinha, dan pemain PSG, Ousmane Dembele.

"Apakah hanya saya dan Vinicius? Saya tidak tahu. Tentu kami harus berkembang. Itu wajar, seperti setiap pemain," jawabnya.

Mbappe menilai perbandingan antarpemain tidak masuk akal. Ia bahkan mengatakan Real Madrid masih perlu memperbaiki permainan dengan bola.

"Saya bisa saja mengatakan sesuatu yang bodoh, bahwa semua pemain lain harus mencetak gol sebanyak saya, tetapi perbandingan tidak masuk akal. Saya pikir kami harus melakukan berbagai hal dengan lebih baik ketika menguasai bola, tetapi itulah kehidupan tim level tertinggi," katanya.


Perbandingan Real Madrid dan PSG

Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe merayakan gol kedua timnya saat pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Sociedad di Stadion Anoeta, San Sebastian, 5 Maret 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Persoalan hubungan Mbappe dan Vinicius juga muncul bersamaan dengan perbandingan pencapaian Real Madrid dan PSG.

Sejak Mbappe gabung Real Madrid pada musim panas 2024, klub raksasa Spanyol itu belum memenangkan trofi mayor. Sebaliknya, PSG berhasil menjuarai Liga Champions dalam dua musim setelah kepergian Mbappe

Ketika kondisi tersebut kembali ditanyakan kepadanya, Mbappe mengaku tidak terlalu peduli.

"Itu adalah analisis sepak bola dan saya tidak bisa mengubahnya. Saya tidak bisa berbicara secara umum, tetapi sejujurnya, saya tidak terlalu peduli," ujar Mbappe.

"Saya bukan orang yang paling tahu, tetapi saya tahu banyak tentang sepak bola. Dan saya tahu bahwa membicarakan saya banyak menjual," lanjutnya.


Koneksi di Lapangan

Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Mbappe mengawali musim ini dengan catatan individu yang kuat. Ia mencetak empat gol dalam empat pertandingan, meski gagal mengeksekusi penalti ketika Real Madrid kalah 0-1 dari Betis.

Vinicius memiliki catatan yang lebih rendah dengan satu gol dan satu assist.

Keduanya juga masih dinantikan untuk tampil konsisten dalam level terbaik secara bersamaan. Perdebatan mengenai kombinasi Mbappe dan Vinicius bukan hanya menyangkut kontribusi mereka dalam serangan.

Keseimbangan permainan ketika bertahan juga menjadi perhatian. Mbappe mengakui masih ada aspek yang harus diperbaiki, tetapi ia tidak memberikan komitmen terbuka untuk mengubah pendekatannya.

Ia justru kembali menekankan kemampuan mencetak gol sebagai satu di antara kekuatan utamanya.

Persoalan tersebut bukan hal baru dan hingga kini masih belum terselesaikan.

 

Sumber: The Athletic via NY Times

Berita Terkait