Jelang Real Madrid Vs Inter Milan di Liga Champions, Cristian Chivu Ungkap Arti Sosok Jose Mourinho Baginya

Bagi Chivu, pertandingan di Santiago Bernabeu sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan Mourinho, mantan pelatih yang sangat ia hormati.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 September 2026, 17:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kiri), berjabat tangan dengan Vinicius Junior, saat pertandingan persahabatan pramusim antara FC Schalke 04 dan Real Madrid di Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, pada 16 Agustus 2026. (INA FASSBENDER / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pertemuan Real Madrid kontra Inter Milan pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027 memiliki cerita menarik di luar lapangan. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, kembali bertemu Jose Mourinho, sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.

Real Madrid mengawali musim bersama Jose Mourinho dengan cukup menjanjikan. Los Blancos memenangkan tiga pertandingan pertama, termasuk penampilan impresif saat menghadapi Real Sociedad dan Malaga di Santiago Bernabeu.

Advertisement

Namun, tren positif itu sedikit ternoda setelah Real Madrid secara mengejutkan kalah dari Real Betis pada pertandingan keempat.

Kekalahan itu membuat Real Madrid dituntut segera bangkit ketika menjamu Inter Milan di laga perdana Liga Champions.

Bagi Chivu, pertandingan di Santiago Bernabeu sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan Mourinho, mantan pelatih yang sangat ia hormati.

 
 

Mourinho Sosok Spesial dalam Karier Chivu

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu di laga melawan Union St. Gilloise, 22 Oktober 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Chivu tidak menutupi rasa hormatnya kepada Mourinho. Pelatih asal Italia itu mengakui Mourinho pernah membantunya melewati masa sulit dalam karier dan meninggalkan kesan yang tidak akan pernah ia lupakan.

“Mourinho adalah orang yang spesial dan saya beruntung pernah bertemu dengannya. Dia membantu saya dalam masa yang sulit dan saya tidak akan pernah melupakannya,” ujar Chivu.

Chivu juga memberikan pujian terhadap Santiago Bernabeu. Menurutnya, stadion kandang Real Madrid kini terlihat makin modern setelah menjalani renovasi, meski sebelumnya sudah memiliki reputasi sebagai salah satu stadion paling ikonik di dunia.

“Kami memiliki kewajiban untuk menulis halaman penting dalam sejarah. Stadion ini sudah direnovasi, lebih indah meskipun sebelumnya juga sudah indah. Sekarang lebih modern dan kami senang mendapatkan kesempatan bermain di sini,” katanya.


Tidak Meniru Mourinho meski Pernah Dilatih

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu tampak gembira usai timnya menang atas Como dalam lanjutan Serie A, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. (AFP/Cruciatti Piero)

Kedekatan Cristian Chivu dengan Jose Mourinho membuatnya mendapatkan pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya mengadopsi gaya kepelatihan mantan pelatih Real Madrid itu.

Namun, Chivu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencoba menjadi versi lain dari Mourinho.

Chivu memilih membangun filosofi sendiri berdasarkan pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih.

“Saya tidak pernah meniru siapa pun. Saya memiliki ide sendiri yang dibangun selama bertahun-tahun sebagai pemain, serta melalui generasi-generasi baru,” tegas Chivu.

Meski demikian, pengalaman bekerja bersama Mourinho tentu memberikan pelajaran berharga bagi Chivu.

Chivu pernah melihat secara langsung bagaimana Mourinho membangun mentalitas pemenang dan menghadapi tekanan di klub besar.


Inter Milan Sadar Bernabeu Bukan Tempat Mudah

Estadio Santiago Bernabeu yang menjadi kandang Real Madrid baru saja menyelesaikan proses renovasi yang membuatnya lebih modern. (AFP/Thomas Coex)

Chivu juga menyadari Inter Milan menghadapi tantangan besar ketika harus bertanding di Santiago Bernabeu.

Rekor historis Nerazzurri di markas Real Madrid menjadi salah satu gambaran betapa sulitnya pertandingan tersebut.

“Bermain di sini tidak mudah. Sudah 60 tahun sejak kami menang di sini. Banyak tim yang kesulitan bermain di sini,” ujar Chivu.

Meski begitu, Chivu memastikan Inter tidak datang dengan mental bertahan semata. Juara Italia itu ingin menunjukkan mereka mampu bersaing dengan Real Madrid dan memulai perjalanan di Liga Champions dengan hasil positif.

“Kami melakukan segala yang mungkin, semua yang kami bisa. Kami ingin menunjukkan kami kompetitif. Tidak ada cara yang sempurna untuk menghadapi Real Madrid,” lanjutnya.

Pernyataan itu menunjukkan Inter Milan tidak ingin sekadar menjadi penggembira dalam duel dua raksasa Eropa tersebut.


Chivu Yakin Proyek Mourinho di Real Madrid Akan Sukses

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Chivu juga memberikan penilaian terhadap awal perjalanan Mourinho bersama Real Madrid.

Menurutnya, masih terlalu dini untuk memberikan penilaian terhadap proyek baru itu, terutama karena sang pelatih juga harus beradaptasi dengan pemain-pemain baru.

“Ini masih sangat awal. Awal perjalanan tidak mudah bagi siapa pun, begitu juga dengan para pemain baru. Anda harus menghadapi tekanan; bermain untuk klub ini tidak mudah,” kata Chivu.

Meski Real Madrid menelan kekalahan dari Real Betis, Chivu menilai permainan mereka sebenarnya cukup baik dan hasil pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan performa di lapangan.

Ia bahkan yakin Mourinho mampu membawa Real Madrid menjalani musim yang sukses.

Chivu menilai kemampuan Mourinho dalam menyatu dengan klub yang dilatih serta menanamkan mentalitas juara menjadi salah satu kekuatan terbesar pelatih asal Portugal tersebut.

“Dia sangat bagus dalam memahami realitas klub dan menularkan mentalitasnya. Dia adalah seorang pemenang," ujar Chivu.

"Hanya ada sedikit orang seperti dia di dunia. Dia sudah membuktikannya di sini maupun di tempat lain. Saya yakin Real Madrid akan menjalani musim yang hebat,” lanjutnya.

Duel Real Madrid kontra Inter Milan pun menjadi lebih istimewa bagi Mourinho.

Selain jadi laga perdana Los Blancos di Liga Champions musim ini, duel itu mempertemukannya dengan salah satu klub yang pernah dibawanya sukses serta mantan anak asuhnya yang kini berdiri sebagai pelatih lawan.

Sumber: Siempre Madrid

 

Berita Terkait