Bola.com, Jakarta - Masa depan Alexis Mac Allister di Liverpool mulai menjadi tanda tanya.
Mac Allister mengungkap hingga kini belum ada tawaran kontrak baru dari klub, bahkan ia sempat memiliki opsi untuk meninggalkan Anfield pada bursa transfer musim panas.
Mac Allister menyampaikan situasi tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan pertama Liga Champions Liverpool, dengan menghadapi Atletico Madrid.
Menurut bintang Timnas Argentina itu, agennya telah mendapat informasi bahwa Liverpool tidak berada dalam posisi untuk memperpanjang kontraknya.
Pemain berusia 27 tahun itu bergabung dengan Liverpool pada 2023 dari Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer yang bisa mencapai 55 juta paun.
Ia kemudian menjadi bagian penting dari Liverpool yang menjuarai Premier League 2024/2025.
Situasi Berbeda
Kontrak Mac Allister saat ini menyisakan waktu kurang dari dua tahun.
Situasi tersebut cukup berbeda dengan dua gelandang Liverpool lainnya, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, yang sama-sama telah menandatangani kontrak baru tahun ini.
Szoboszlai terikat hingga 2031, sedangkan Gravenberch hingga 2032.
"Saya melihat Dominik dan Ryan memperpanjang kontrak mereka. Saya sangat senang karena mereka pantas mendapatkannya, tetapi pada saat yang sama saya sedikit sedih karena saya belum mendapatkannya," ujar Mac Allister, dikutip dari SI.
Belum diketahui apakah persoalan gaji menjadi alasan Liverpool belum memberikan kontrak baru.
Szoboszlai dan Gravenberch diperkirakan kini termasuk pemain dengan bayaran tertinggi di klub. Hanya Virgil van Dijk yang disebut memiliki gaji lebih tinggi daripada Gravenberch.
Kemungkinan Alasan
Mac Allister diperkirakan menerima sekitar 150 ribu paun per pekan, atau sedikit lebih dari separuh gaji baru Gravenberch. Selain persoalan struktur gaji, usia juga menjadi pertimbangan.
Mac Allister akan berusia 28 tahun sebelum akhir 2026, sementara Szoboszlai dan Gravenberch masih lebih muda serta berpotensi memiliki nilai jual ketika kontrak jangka panjang mereka mendekati akhir.
Performa Mac Allister dalam 12 bulan terakhir juga disebut belum berada pada level yang membuatnya layak mendapatkan kontrak jangka panjang.
Kondisi tersebut berbeda dengan Mohamed Salah ketika kontraknya mendekati akhir pada 2025.
Salah beberapa kali menyuarakan situasinya secara terbuka dan akhirnya mendapatkan kontrak baru setelah menjalani satu di antara musim terbaiknya.
Keputusan Bertahan
Kendati belum mendapat kepastian, Mac Allister memilih bertahan di Liverpool. Ia mengakui sempat memiliki kesempatan untuk pergi pada musim panas, tetapi memutuskan tetap berada di Anfield.
"Masih ada waktu untuk menandatangani kontrak. Kita lihat apa yang terjadi. Ada opsi untuk pergi pada musim panas, tetapi saya pikir saat ini saya berada di klub yang tepat dan memiliki pola pikir untuk memberikan 100 persen bagi klub ini," kata Mac Allister.
Ia juga menyerahkan keputusan kepada Liverpool dan berharap penampilannya sepanjang musim dapat mengubah sikap klub.
Situasi kontrak tersebut juga membuat bertahan di Liverpool hingga masa kerja berakhir pada 2028 menjadi satu di antara kemungkinan.
Jika itu terjadi, Mac Allister dapat meninggalkan klub sebagai pemain bebas transfer dan berpeluang mendapatkan uang lebih besar dari klub barunya karena tidak ada biaya transfer yang harus dibayarkan kepada Liverpool.
Tetap Berikan yang Terbaik
Mac Allister mengaku belum membicarakan masa depannya dengan pelatih Liverpool, Andoni Iraola.
Namun, ia memastikan akan tetap memberikan kemampuan terbaiknya selama masih berseragam The Reds.
"Saya tidak ingin mengatakan hal-hal yang tidak pernah mereka katakan, tetapi yang saya dapatkan dari agen saya adalah mereka tidak berada dalam posisi untuk memperpanjang kontrak saya," tutur pemain pemenang Piala Dunia 2022 bersama Argentina tersebut.
"Ini sangat menyedihkan karena kami memenangkan Premier League bersama, kami melewati masa-masa sulit bersama dan saya selalu memberikan yang terbaik. Kita lihat apa yang terjadi, tetapi ini membuat saya sedikit sedih," aku Mac Allister.
Sumber: SI