Bola.com, Jakarta - Chelsea dikabarkan menanggung penyesalan setelah melewatkan peluang merekrut gelandang Barcelona, Fermin Lopez, pada musim panas 2025. Saat itu, banderol sekitar €50 juta (£43 juta) tersedia di tengah kebutuhan finansial klub Catalan tersebut.
Pada 2025, Barcelona menghadapi tekanan keuangan yang membuka opsi penjualan beberapa pemain. Kesempatan itu membuat Lopez ditawarkan kepada Chelsea, memberi jalan bagi klub London tersebut untuk bergerak.
Namun, The Blues memilih mundur karena merasa diminta membayar lebih mahal akibat status mereka di Liga Primer. Sebelumnya, Chelsea juga sempat melayangkan tawaran €40 juta (£34,5 juta), tetapi Barcelona menolak proposal tersebut.
Keputusan itu kembali jadi sorotan seiring performa awal musim 2026/27 La Liga yang mengangkat pamor Lopez. Dampaknya, diskusi internal soal kebijakan transfer tahun lalu kembali mencuat.
Harga Batas Chelsea dan Ikatan Baru Fermin Lopez
Jurnalis Eropa, Kevin Hatchard, melalui program Trans Europe Express di talkSPORT, menyatakan bahwa meski sudah berbelanja besar di era kepemilikan saat ini, Chelsea tidak bersedia melampaui angka €50 juta untuk mendatangkan Lopez. Sikap itu membuat negosiasi tidak berkembang lebih jauh.
Di sisi lain, Fermin Lopez tidak pernah berniat meninggalkan Camp Nou. Ia memprioritaskan bertahan di Barcelona, menegaskan mimpinya bermain untuk tim utama sejak bergabung pada usia 12 tahun.
Merespons minat Chelsea dan penampilan sang gelandang, Barcelona memberikan kontrak baru dengan paket lebih baik. Fabrizio Romano melaporkan Lopez telah menyetujui perpanjangan kontrak sampai 2031, yang secara efektif menutup pintu bagi upaya The Blues di masa depan.
Performa Meledak dan Penyesalan di Kubu The Blues
Setelah kesempatan itu berlalu, Fermin Lopez berkembang pesat dan menjadi salah satu pemain kunci di bawah Hansi Flick. Pada awal musim 2026/27 La Liga, ia mencatat empat gol dan dua assist hanya dalam empat laga pertamanya.
Gaya mainnya—khususnya kemampuan menusuk kotak penalti dan mencetak gol dari lini tengah—membuat Lopez kerap dibandingkan dengan legenda Chelsea, Frank Lampard. Efektivitasnya dari second line kini menambah nilai taktik bagi Barcelona.
Seiring laju impresif tersebut, laporan terkini mengindikasikan adanya penyesalan di manajemen Chelsea karena tak menebus Lopez dengan nilai €50 juta tahun lalu. Angka itu kini terasa kian kontroversial jika melihat peningkatan performa dan nilai pasar sang pemain.