Gordon Strachan Peringatkan Manchester United: Pertahanan Bisa Batasi Laju di Liga Champions

Manchester United kembali ke Liga Champions 2026/2027. Gordon Strachan menilai pertahanan rapuh bisa membatasi laju, meski yakin mereka lolos fase liga.

BolaCom | Aulia RafaDiterbitkan 09 September 2026, 17:25 WIB
Gelandang Manchester United asal Kamerun bernomor punggung 19, Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United kembali ke Liga Champions 2026/2027 dengan optimisme tinggi, namun Gordon Strachan memberi peringatan tegas soal satu aspek yang dinilainya krusial: pertahanan yang masih rapuh.

Berbicara secara eksklusif kepada Sports Mole, mantan gelandang United itu menilai Setan Merah berpeluang melewati fase liga, tetapi meragukan kemampuan mereka untuk bersaing lebih jauh ketika berhadapan dengan klub-klub elite Eropa. “Masalahnya ada di pertahanan. Saya tidak yakin mereka bisa melangkah terlalu jauh di kompetisi ini. Ketika menghadapi tim-tim terbaik, Anda membutuhkan pertahanan yang kuat,” ujar Strachan.

Advertisement

Manchester United akan membuka kiprah di ajang antarklub Eropa tersebut dengan menjamu Sabah, wakil Azerbaijan, di Old Trafford pada Kamis malam. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Atletico Madrid, Como, Roma, Sporting Lisbon, RB Leipzig, Bayern Munich, dan Villarreal pada fase liga.

Strachan memperkirakan United tetap mampu mengamankan tiket ke babak 16 besar, meski langkah selanjutnya sangat ditentukan hasil undian. “Saya rasa mereka akan lolos dari fase liga. Itu bukan masalah. Namun, ketika memasuki 16 besar, semuanya tergantung siapa lawan mereka. Saya tidak melihat mereka saat ini berada di level klub-klub elite Eropa karena pertahanan mereka belum cukup bagus,” lanjutnya.


Pekerjaan Rumah di Lini Pertahanan

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko (kanan), merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United, Minggu (6/9/2026). (Peter Byrne/PA via AP)

Kekhawatiran Strachan bertumpu pada data terkini. Manchester United sudah kebobolan enam gol dalam tiga pertandingan Liga Inggris musim ini, masing-masing dua gol saat menghadapi Hull City, Ipswich Town, dan Everton.

Situasi tersebut turut disorot mantan kapten United, Gary Neville, usai hasil imbang 2-2 melawan Everton pada akhir pekan lalu. Sorotan itu kembali mengarah pada koordinasi dan kestabilan lini belakang.

Di sisi lain, Strachan menilai lini tengah United menunjukkan perkembangan positif. Ia menyoroti peran Bruno Fernandes yang disebutnya mampu menjadi pembeda berkat kualitasnya.

“Lini tengah mereka sekarang cukup bagus, terutama karena adanya Bruno Fernandes. Dia adalah pemain kelas dunia,” kata Strachan.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa satu pemain bertaraf kelas dunia belum cukup untuk mengembalikan dominasi United di panggung Eropa. Kualitas merata dinilai tetap menjadi kebutuhan mendasar.

“Menurut saya, dia adalah satu-satunya pemain kelas dunia yang mereka miliki. Kalau ingin menjadi tim papan atas, Anda membutuhkan lebih dari itu di dalam skuad,” tambahnya.


Jejak Manchester United di Liga Champions

Manchester United memiliki sejarah panjang di kompetisi elite Eropa. Setan Merah tercatat tiga kali menjuarai Piala Eropa/Liga Champions, masing-masing pada 1968, 1999, dan 2008.

Mereka terakhir kali tampil di Liga Champions pada musim 2023/2024. Saat itu, United tersingkir di fase grup setelah finis di posisi keempat dalam grup yang dihuni Bayern Munich, Galatasaray, dan Copenhagen.

Adapun capaian terakhir United di fase gugur terjadi pada musim 2021/2022. Mereka melaju hingga babak 16 besar sebelum disingkirkan Atletico Madrid.

Berita Terkait