Bola.com, Bandung - Nama Dwi Jati Utomo kini semakin mencuat di tengah dinamika insan olahraga Jawa Barat. Sosok yang dipercaya memimpin Wushu Jawa Barat itu mulai menjadi sorotan, seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan KONI Jawa Barat periode berjalan pada 2026.
Bagi masyarakat olahraga Jawa Barat, sosok Dwi Jati Utomo bukan nama baru. Mantan Kasdam III/Siliwangi itu dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga.
Pengalaman itu salah satunya terlihat ketika Dwi Jati Utomo dipercaya memimpin Hockey Jawa Barat. Di bawah kepemimpinannya, kebersamaan dan kerja keras jadi kekuatan utama dalam membangun prestasi.
Perlahan namun pasti, wajah hockey Jawa Barat berubah dan berkembang hingga menjadi salah satu barometer kekuatan hockey nasional.
Keberhasilan itu kemudian menjadi modal untuk melanjutkan pengabdiannya di cabang olahraga lain.
Setelah mendapatkan kepercayaan memimpin Wushu Jawa Barat, Dwi Jati membawa semangat yang sama, yakni membangun prestasi melalui kerja kolektif, disiplin, dan kebersamaan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dwi Jati menegaskan kompetisi tetap harus berlangsung dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya besar menuju target Jawa Barat mempertahankan tradisi juara atau quatrik pada PON XXII 2028.
Kerja tanpa pamrih demi mengangkat harkat dan martabat prestasi olahraga Jawa Barat itu rupanya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di tengah masa berakhirnya kepengurusan KONI Jawa Barat, nama Dwi Jati Utomo disebut-sebut pantas memimpin KONI Jawa Barat periode 2026-2030.
Namun, Dwi Jati enggan terlalu jauh menanggapi hal itu. Ia lebih memilih fokus untuk menatap Porprov XV Jawa Barat 2026 yang akan digelar pada 7-20 November 2026 di Kota Bekasi selaku tuan rumah.
“Kita fokus dulu ke persiapan Porprov. Soal itu biarkan mengalir saja. Apalagi kepengurusan KONI periode sekarang belum berakhir,” kata Dwi Jati saat ditemui Kamis (10/9/2026) di Bandung.
“Masalah banyak dukungan, saya sangat berterimakasih. Akan tetapi proses pencalonan tetap harus mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku,” imbuh Dwi Jati.
Membangun Komunikasi
Sosok Dwi Jati dikenal bersahaja dan terbuka dalam membangun komunikasi. Ia tidak membatasi pergaulan berdasarkan latar belakang maupun strata sosial.
Sikap itu menjadi salah satu modal penting dalam membangun jejaring di tengah kompleksitas dunia olahraga.
Dalam perjalanannya menuju bursa calon Ketua Umum KONI Jawa Barat, nama Dwi Jati pun terus bergerak dinamis.
Silaturahmi dilakukan dengan berbagai elemen olahraga, mulai dari KONI kabupaten/kota dan KONI Pusat, cabang olahraga, badan fungsional, hingga unsur eksekutif dan legislatif.
Langkah itu menunjukkan pencalonan Dwi Jati tidak sekadar berbicara mengenai pergantian kepemimpinan, tapi juga tentang upaya membangun komunikasi dan menyatukan berbagai elemen olahraga Jawa Barat.
Dengan pengalaman memimpin, rekam jejak di dunia olahraga, serta pendekatan yang mengedepankan kebersamaan, Dwi Jati Utomo kini menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam dinamika menuju kepemimpinan KONI Jawa Barat periode 2026-2030.
Walau demikian, Dwi Jati menegaskan belum berani mendeklarasikan diri untuk maju sebagai bakal calon Ketua KONI Jawa Barat, sebab sedang fokus menghadapi Porprov 2026.
Bagi Dwi Jati, jabatan bukanlah tujuan utama. Pengabdian dan prestasi olahraga Jawa Barat menjadi orientasi yang ingin terus dikedepankan.
Satu hal yang pasti, nakhoda KONI Jawa Barat periode mendatang akan terlihat pada akhir tahun ini.