Bola.com, Jakarta - Manchesterr United (MU) mengawali comeback di Liga Champions dengan kemenangan telak. The Red Devils menggasak tim debutan Sabah FK dengan skor 4-0 di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.
Bruno Fernandes kembali menjadi sosok penting di balik kemenangan MU. Sang kapten mencetak gol kedua MU sekaligus melanjutkan start impresifnya pada musim 2026/2027.
Gol itu juga menghasilkan catatan spesial bagi gelandang asal Portugal itu. Sejak bergabung dengan MU dari Sporting Lisbon, Bruno Fernandes telah mencatatkan 23 gol dan 21 assist di dua kasta teratas kompetisi UEFA, terbanyak di antara seluruh gelandang.
Bruno Fernandes memang hanya mencetak satu dari empat gol MU ke gawang Sabah. Namun, kontribusinya jauh lebih besar daripada sekadar gol.
Beroperasi di belakang Benjamin Sesko, pemain berusia 32 tahun itu terus menjadi pusat kreativitas serangan Setan Merah.
Bruno Fernandes menciptakan empat umpan kunci, menyelesaikan lima umpan ke kotak penalti Sabah dengan tingkat keberhasilan 100 persen, serta memenangkan 75 persen duel.
Statistik itu memperlihatkan betapa besar pengaruh Fernandes dalam permainan MU, baik ketika tim menguasai bola maupun saat harus berduel dengan pemain lawan.
Gol ke gawang Sabah juga menjadi kontribusi gol kelima Bruno Fernandes sepanjang musim ini. Ia sudah mencetak empat gol sekaligus menyumbangkan satu assist dalam awal musim yang sangat menjanjikan.
Start Musim Fernandes Sudah Gila-Gilaan
Performa Fernandes sebenarnya sudah terlihat sejak kompetisi domestik dimulai.
Pada 30 Agustus 2026, sang kapten mencetak hattrick ketika MU menghadapi Ipswich Town. Tidak berhenti di situ, ia juga memberikan assist untuk Bryan Mbeumo dalam pertandingan itu.
Hattrick itu membuat Fernandes terlibat langsung dalam hampir seluruh gol MU di Premier League musim ini.
Dari tujuh gol MU di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Fernandes berkontribusi terhadap semua kecuali tiga gol.
Kehadiran pemain nomor delapan itu pun menjadi sangat krusial bagi ambisi tim asuhan Michael Carrick.
Jika Setan Merah ingin kembali finis di zona Liga Champions, Fernandes kemungkinan besar akan menjadi pusat dari perjuangan itu.
Mengapa Bruno Fernandes Sering Diremehkan?
Menariknya, meski sudah menjadi salah satu pemain terbaik Premier League sejak bergabung dengan MU pada 2020, Fernandes masih sering dianggap sebelah mata.
Salah satu penyebabnya adalah minimnya koleksi trofi selama enam tahun membela Setan Merah.
MU hanya berhasil memenangkan Piala Liga Inggris pada musim 2022/2023 dan Piala FA pada musim 2023/2024 selama periode itu.
Mereka belum mampu memenangkan Premier League maupun Liga Champions.
Minimnya trofi tim membuat pencapaian individu Fernandes terkadang tidak mendapatkan penghargaan yang sepadan.
Padahal, konsistensinya di level individu sangat sulit dibantah. Ia bahkan memecahkan salah satu rekor assist paling bergengsi di Premier League musim lalu.
Pecahkan Rekor Henry dan De Bruyne
Pada musim 2025/2026, Fernandes mencatatkan 21 assist di Premier League.
Jumlah itu membuatnya menjadi pemegang rekor assist terbanyak dalam satu musim kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Ia melewati rekor sebelumnya yang dimiliki bersama oleh dua legenda Premier League, Thierry Henry dan Kevin De Bruyne.
Kini Fernandes kembali mengawali musim dengan performa impresif. Gol melawan Sabah menjadi bukti terbaru sang kapten belum kehilangan ketajamannya.
Dengan 23 gol dan 21 assist di dua kompetisi teratas UEFA sejak bergabung dengan MU, Fernandes juga kembali memperlihatkan kualitasnya di panggung Eropa.
Jika tren itu berlanjut sepanjang musim 2026/2027, makin sulit bagi publik sepak bola untuk mengabaikan kontribusi Bruno Fernandes ketika membahas pemain terbaik Premier League pada dekade 2020-an.
MU mungkin memiliki banyak pemain berkualitas, tetapi Bruno Fernandes tetap menjadi jantung permainan Setan Merah.
Sumber: SportsMole