Bola.com, Jakarta - Cesc Fabregas mengaku merasa sangat terhormat bisa menjadi pelatih pertama dalam sejarah Como 1907 yang membawa klub tersebut tampil di Liga Champions.
Como mencatat momen bersejarah saat menjalani pertandingan pertama mereka di kompetisi Eropa, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Lebih spesial lagi, mereka langsung tampil di panggung terbesar antarklub Eropa, Liga Champions.
"Hari ini adalah momen bersejarah bagi kota dan klub kami. Namun, kami juga harus tetap fokus dan bertanggung jawab karena menghadapi tim hebat," ujar Fabregas kepada Sky Sport Italia.
"Kami merasa terhormat bisa bermain di kompetisi ini, tetapi sekarang kami harus mengesampingkan semua itu dan keluar untuk berjuang."
Stadion Giuseppe Sinigaglia juga harus menjalani sejumlah renovasi selama musim panas agar memenuhi standar untuk menggelar pertandingan Liga Champions.
Manajemen Como bahkan memilih memberikan sebagian kursi mereka kepada para suporter yang telah mendukung klub dalam jangka panjang.
Fabregas Bawa Como Melaju Lebih Cepat
Perjalanan Como menuju Liga Champions terbilang luar biasa. Ketika Fabregas pertama kali menangani klub tersebut, Como masih bermain di Serie B.
Fabregas mengaku sejak awal memang memiliki ambisi besar. Namun, ia tidak menyangka target tersebut bisa tercapai dalam waktu begitu singkat.
"Saya selalu bermimpi besar, tetapi hidup membawa kita ke situasi yang berbeda. Saya percaya dengan apa yang saya lakukan dan selalu berusaha menularkan energi positif," kata Fabregas.
"Ketika kami memulai perjalanan di sini, rencananya adalah mencapai ini dalam empat atau lima tahun. Namun, kami berhasil melakukannya hanya dalam dua setengah tahun."
"Setiap langkah menjadi semakin penting. Sekarang kami sudah berada di sini dan harus menghadapi pertandingan penting."
Klub Italia ke-16 yang Tampil di Liga Champions
Como menjadi klub Italia ke-16 yang tampil di Liga Champions, termasuk ketika kompetisi tersebut masih bernama European Cup.
Namun, Fabregas memiliki tempat spesial dalam sejarah klub karena menjadi pelatih pertama yang membawa Como tampil di kompetisi tersebut.
"Saya sangat terhormat menjadi pelatih pertama dalam sejarah Como yang berpartisipasi di Liga Champions," ujar mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu.
"Kami adalah klub yang sangat muda. Kami baru mulai bekerja keras sekitar dua setengah tahun lalu. Sekarang kami harus tetap bersatu demi kebaikan Como dan sepak bola Italia."
"Dengan cara kami sendiri, kami ingin mengibarkan bendera sepak bola Italia," imbuh Fabregas.
Leipzig Jadi Ujian Berat
Di laga bersejarah tersebut, Como menghadapi RB Leipzig. Fabregas mengaku cukup terkejut dengan beberapa perubahan yang dilakukan tim asal Jerman tersebut.
"Mereka membuat beberapa perubahan malam ini yang tidak saya perkirakan. Kita lihat apakah Andrija Maksimovic akan bermain melebar atau di tengah," ungkapnya.
"Mereka sangat kuat dengan para pemain sayap dan sering memasukkan banyak pemain ke kotak penalti."
Menurut Fabregas, Leipzig merupakan tim yang agresif dan memiliki energi besar.
"Leipzig lapar dan penuh energi. Mereka memainkan sepak bola positional yang disukai pelatihnya. Mereka juga merekrut pemain-pemain yang kuat secara fisik dan bisa mereka jual di masa depan," jelasnya.
"Ini menjadi ujian besar bagi kami."
Fabregas pun berharap Como mampu menikmati momen bersejarah tersebut tanpa kehilangan fokus untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Sumber: Football Italia