MotoGP: Tak Pernah Merasa Jadi Favorit Juara, Jorge Martin Akui Performanya Belum Maksimal

Jorge Martin mengaku tidak menjadi favorit juara MotoGP tahun ini.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 11 September 2026, 18:45 WIB
Juara dunia baru Ducati, pebalap Spanyol, Jorge Martin, merayakan kemenangan di podium setelah MotoGP Solidarity Grand Prix Barcelona di Circuit de Catalunya pada 17 November 2024 di Montmelo di pinggiran Barcelona. Jorge Martin memenangkan gelar juara dunia MotoGP setelah unggul 24 poin pada akhir pekan terakhir musim ini di Barcelona. (Manaure Quintero/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, secara terbuka melayangkan klaim mengejutkan terkait situasinya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP musim ini.

Meski saat ini bertengger di puncak klasemen sementara, rider asal Spanyol tersebut mengaku sama sekali tidak pernah menganggap dirinya sebagai favorit utama untuk merengkuh mahkota juara di akhir musim.

Advertisement

Pernyataan rendah hati tersebut disampaikan Martin menjelang bergulirnya gelaran Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano akhir pekan ini.

Menjelang balapan krusial tersebut, mantan pembalap Pramac Racing itu sejatinya memegang keunggulan 19 poin di puncak klasemen, namun ia merasa penampilannya di lintasan belum menyentuh level performa terbaik yang ia harapkan.

"Saya pikir saya tidak pernah menjadi favorit. Saya merasa belum memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung memperebutkan kemenangan di setiap akhir pekan," ujar Jorge Martin.


Penurunan

Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing mengemudikan sepeda motornya saat sesi latihan di trek balap Sachsenring di Hohenstein-Ernstthal, Jerman, pada 10 Juli 2026, jelang Grand Prix MotoGP Jerman. (Ronny HARTMANN/AFP)

Keunggulan poin yang dimiliki Martin memang terus menipis setelah hasil kurang memuaskan pada seri sebelumnya di GP Aragon.

Performa kuat Marc Marquez di beberapa balapan terakhir membuat juara dunia delapan kali tersebut kini mengintai di posisi kedua sebagai pesaing terdekatnya, disusul oleh Marco Bezzecchi yang berada di peringkat ketiga dengan selisih 24 poin di atas motor kedua pabrikan Aprilia.

Tren penurunan hasil ini terlihat dari catatan statistik Martin yang belum pernah mencicipi podium tertinggi sejak kemenangan terakhirnya di GP Prancis.

Bahkan, dari enam balapan terakhir yang dijalaninya, pembalap bernomor start 89 tersebut hanya mampu mengamankan dua kali posisi podium, sebuah catatan yang membuatnya kian waspada menghadapi sisa kompetisi.

Ia menyadari penuh bahwa konsistensi dan kecepatan murni menjadi kunci utama jika ingin mempertahankan posisinya dari kejaran para pesaing.

Martin mengakui masih sering kehilangan beberapa detik berharga saat menjalani sesi latihan bebas, sebuah celah yang harus segera diperbaiki agar mampu bertarung secara kompetitif sejak kualifikasi hingga balapan utama.

"Saya harus terus berkembang. Tentu saja, kita semua di sini bertujuan untuk menang. Saya akan mencoba untuk terus bekerja keras mengejar kecepatan mereka karena saat ini saya merasa sedikit tertinggal," tambahnya menegaskan komitmennya untuk segera bangkit.


Persaingan Juara Dunia MotoGP

Pembalap asal Spanyol dari tim Aprilia Racing, Jorge Martin (depan kiri), dan pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez (depan kanan), berpartisipasi dalam balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris bagian tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Ditengah situasi sulit ini, Sirkuit Misano memberikan secercah optimisme bagi Martin mengingat rekor manis yang pernah ia ukir di lintasan tersebut pada musim musim sebelumnya.

Karakteristik trek Misano dinilai sangat cocok dengan karakter motor RS GP milik Aprilia, sebagaimana dibuktikan oleh kemenangan Marco Bezzecchi pada sesi Sprint Race di lokasi yang sama tahun lalu.

Meski demikian, Martin memperkirakan persaingan di GP San Marino akan berlangsung sangat sengit mengingat deretan pembalap papan atas lainnya, termasuk Marc Marquez, memiliki rekor yang tak kalah impresif di sirkuit tersebut.

Menatap sisa seri yang masih panjang, Martin menekankan pentingnya memahami dinamika performa yang kerap naik turun sepanjang musim.

Dengan tekad penuh untuk terus bersaing di barisan depan, ia optimistis dapat bangkit pada beberapa balapan mendatang yang dinilainya sangat menguntungkan gaya membalapnya.

Sumber: Crash

Berita Terkait