Benjamin Sesko Mulai Panas di Manchester United

Benjamin Sesko kembali starter sejak Maret dan mencetak gol saat MU menang 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions, usai sebelumnya juga membobol gawang Everton.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 11 September 2026, 20:02 WIB
Selebrasi pemain Manchester United, Benjamin Sesko, yang mencetak gol ke gawang Sabah FK dalam laga matchday pertama Liga Champions 2026/2027 di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Benjamin Sesko menunjukkan tanda-tanda positif bersama Manchester United setelah kembali ke kondisi terbaiknya. Penyerang asal Slovenia itu untuk pertama kalinya menjadi starter sejak Maret dan langsung mencetak gol saat Setan Merah menang 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions.

Gol tersebut menjadi lanjutan momentum positif Sesko setelah sebelumnya mencetak gol ke gawang Everton. Pemain berusia 23 tahun itu perlahan memperlihatkan alasan mengapa kehadirannya di lini depan bisa memberikan dimensi berbeda bagi Manchester United.

Advertisement

Sesko mengawali musim dalam kondisi belum sepenuhnya fit setelah mengalami masalah tulang kering. Ia sempat hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam beberapa pertandingan sebelum akhirnya dipercaya turun sejak menit awal menghadapi Sabah FK.

Bagi Michael Carrick, kemenangan telak tersebut memang belum bisa menjadi ukuran mutlak kekuatan Manchester United di Liga Champions. Namun, pertandingan itu memberikan satu kesimpulan penting: United terlihat jauh lebih efektif ketika Sesko memimpin lini serang sejak awal.


Dimensi Berbeda dari Benjamin Sesko

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko (kanan), merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United, Minggu (6/9/2026). (Peter Byrne/PA via AP)

Pertandingan melawan Sabah FK menjadi starter pertama Sesko sejak menghadapi Liverpool pada Maret lalu. Ketika itu, ia akhirnya menyadari bahwa masalah tulang kering yang dialaminya membuatnya tidak bisa terus memaksakan diri bermain.

Ada harapan Sesko bisa kembali bugar tepat ketika musim Liga Premier dimulai. Namun, kondisinya belum memungkinkan untuk menjadi starter sehingga ia hanya tampil sebagai pemain pengganti pada laga pembuka melawan Hull, serta pertandingan berikutnya kontra Ipswich dan Everton.

Kondisinya berbeda saat menghadapi Sabah FK. Dengan kebugaran yang sudah lebih baik, Sesko mampu menunjukkan keunggulan fisik yang membuat lini pertahanan lawan kesulitan mengantisipasinya.

Dengan tinggi badan 196 cm, Sesko memiliki atribut fisik yang berbeda dibandingkan penyerang Manchester United lainnya. Ia mampu menekan garis pertahanan lawan untuk mundur, sulit direbut ketika menguasai bola, serta berani melakukan penetrasi langsung ke arah pertahanan.


Ketajaman Sesko Mulai Terlihat

Seleberasi gol Benjamin Sesko usai mencetak gol kedua Manchester United saat melawan Liverpool di Stadion Old Trafford, Minggu (3/5/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Keberadaan Sesko menjadi semakin penting karena absennya Amad Diallo membuat Carrick kehilangan opsi untuk menempatkan Bryan Mbeumo sebagai ujung tombak, seperti yang dilakukan selama pramusim. Matheus Cunha memang memiliki kemampuan memainkan peran tersebut, tetapi karakter permainannya cenderung membuatnya bergerak melebar dan turun menjemput bola.

Pergerakan Cunha tersebut terkadang meninggalkan ruang kosong di area terdepan Manchester United. Sesko menawarkan solusi berbeda karena pergerakannya lebih mampu menjaga ancaman langsung terhadap garis pertahanan lawan.

Kemampuannya mencetak gol juga sudah terlihat ketika menghadapi Everton. Posturnya membantu Sesko mencetak gol melalui sundulan jarak dekat yang sempat membuka peluang kemenangan bagi United sebelum Ainsley Maitland-Niles mencetak gol spektakuler pada menit-menit akhir.

Ketika melawan Sabah FK, Sesko kembali menunjukkan ketajamannya. Setelah sempat mengancam melalui aksi back-flick pada babak pertama, ia kemudian memanfaatkan umpan terobosan Bryan Mbeumo, melewati kiper Stas Pokatilov dengan tenang, lalu menyelesaikan peluang ke gawang yang sudah kosong.

Sumber: BBC Sport

Berita Terkait