Ambisi Besar Mikel Arteta di Arsenal: The Gunners Jadi yang Terbaik di Dunia

Kontrak Arteta bersama Arsenal saat ini akan berakhir pada penghujung musim. Namun, tidak pernah ada indikasi bahwa kedua pihak akan berpisah.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 12 September 2026, 12:15 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions antara Napoli dan Arsenal di Naples, Italia selatan, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Gregorio Borgia)

Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta mengungkapkan ambisi besarnya bersama Arsenal di tengah perkembangan positif negosiasi kontrak baru. Pelatih asal Spanyol itu ingin membawa The Gunners jadi klub terbaik di dunia.

Kontrak Arteta bersama Arsenal saat ini akan berakhir pada penghujung musim. Namun, tidak pernah ada indikasi bahwa kedua pihak akan berpisah.

Advertisement

Arteta berulang kali menegaskan tidak ada alasan untuk terburu-buru dalam menyelesaikan kontrak baru.

Bahkan, Agustus lalu, ia memberikan sinyal kesepakatan baru hanya tinggal menunggu waktu.

Setelah bursa transfer musim panas resmi ditutup dan jeda internasional selama tiga pekan segera berlangsung, Arteta dan Arsenal diyakini semakin dekat untuk mencapai kesepakatan penuh.

 
 

Arteta Ingin Arsenal Jadi Klub Terbaik di Dunia

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi aplaus ke fans setelah laga kontra Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Darren Staples / AFP)

Arteta memang belum mengungkapkan berapa lama dirinya ingin bertahan di Emirates Stadium. Namun, pelatih berusia 44 tahun itu memastikan masih memiliki target besar bersama Arsenal.

Ketika ditanya mengenai masa depannya, Arteta menegaskan dirinya masih berpikir mengenai proyek jangka panjang.

“Dari hari ke hari,” ujar Arteta.

“Jelas kami harus memiliki visi jangka menengah dan panjang. Membangun klub terbaik di dunia. Itu harus menjadi sesuatu yang tidak perlu diragukan lagi,” lanjutnya.

Arteta menyadari ambisi itu tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Menurutnya, Arsenal harus melakukan banyak hal secara konsisten setiap hari untuk meningkatkan peluang mencapai target itu.

“Untuk mencapainya, ada banyak hal yang harus Anda lakukan setiap hari untuk memberikan peluang agar target itu terwujud,” kata Arteta.

Bagi Arteta, keberhasilan Arsenal tidak hanya bergantung kepada kualitas pemain atau pelatih. Dukungan pemilik klub, staf, pemain, hingga suporter menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang tepat.


Butuh Kesatuan antara Pemilik, Pemain, dan Suporter

Pemain Arsenal Martin Odegaard (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Liga Champions antara Napoli vs Arsenal di Naples, Italia, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Arteta menilai Arsenal membutuhkan kesatuan visi dari seluruh elemen klub untuk berkembang menjadi kekuatan terbesar di sepak bola dunia.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada pemilik Arsenal yang memiliki motivasi dan ambisi besar untuk membawa klub ke level tersebut.

“Anda harus sangat bergantung kepada orang-orang. Pertama-tama kepada pemilik kami dan motivasi serta ambisi luar biasa yang mereka miliki untuk membawa klub ini ke titik tersebut,” ujar Arteta.

Menurutnya, hubungan yang kuat antara staf, pemain, dan suporter juga sangat penting.

“Lalu tingkat hubungan yang Anda bangun di dalam staf, di antara para pemain, dan terutama dengan suporter untuk membangun lingkungan yang tepat, ekosistem yang tepat di sekitarnya. Semua orang harus memiliki ambisi yang sama,” lanjutnya.

Arteta ingin Arsenal tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga membangun fondasi klub yang kuat dalam jangka panjang.


Transformasi Arsenal di Bawah Arteta

Para pemain Arsenal berfoto bersama sebelum laga Liga Champions antara Napoli vs Arsenal di Naples, Italia, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Arteta tiba di Arsenal pada Desember 2019. Saat itu, ia mengambil pekerjaan sebagai manajer untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Tidak banyak pengalaman yang dimilikinya sebagai pelatih kepala ketika menerima pekerjaan tersebut. Namun, Arteta secara perlahan mengubah wajah Arsenal.

The Gunners yang sebelumnya kesulitan bersaing di papan atas berhasil kembali menjadi salah satu kekuatan utama Premier League.

Di bawah Arteta, Arsenal berkembang menjadi tim yang mampu bersaing dalam perburuan gelar dan akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.

Perjalanan itu membuat posisi Arteta semakin kuat di Emirates Stadium. Namun, sang pelatih mengaku tidak pernah berpikir terlalu jauh ketika pertama kali mengambil pekerjaan tersebut.


Arteta Masih Bahagia di Arsenal

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berdiri di tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Arteta mengenang bagaimana dirinya hanya berusaha fokus menyelesaikan tugas dari hari ke hari ketika pertama kali dipercaya menangani Arsenal.

“Ketika saya baru bergabung, satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah: ‘Apa yang harus saya lakukan hari ini?’” ujar Arteta.

“Itu sudah cukup besar, terutama ketika saya tidak memiliki pengalaman menangani tim mana pun di level apa pun.”

Seiring berjalannya waktu, Arteta mampu membangun fondasi kuat di Arsenal. Kini, setelah hampir tujuh tahun menangani The Gunners, ia mengaku menikmati perjalanan tersebut.

“Kemudian Anda menjalani pekerjaan itu hari demi hari dan tentu saja sekarang sudah beberapa tahun berlalu. Saya benar-benar bahagia dan bersyukur,” katanya.

Mengenai masa depannya, Arteta memilih tetap berhati-hati dan tidak memberikan kepastian mengenai durasi kontrak barunya.

“Kita lihat saja apa yang terjadi di masa depan,” tuturnya.

Namun, dengan negosiasi kontrak baru yang dikabarkan semakin dekat dan ambisi membawa Arsenal menjadi klub terbaik di dunia, Arteta tampaknya masih melihat perjalanan panjang yang ingin diselesaikannya bersama The Gunners.

Sumber: Evening Standard


Persaingan di Premier League

Berita Terkait