Jamie Carragher Sebut Michael Carrick Tak Bakal Dilirik Klub Elite Eropa

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan komentar pedas mengenai Michael Carrick yang kini menjadi manajer Manchester United (MU).

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 September 2026, 16:00 WIB
Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick, mengamati permainan anak asuhnya dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup 2023/2024 yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (24/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan komentar pedas mengenai Michael Carrick yang kini menjadi manajer Manchester United (MU).

Carragher mengklaim Carrick kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan tawaran menangani klub elite di Inggris maupun Eropa jika bukan karena statusnya sebagai legenda MU.

Advertisement

Saat ini, Carrick menjalani musim penuh pertamanya sebagai manajer Setan Merah. Ia sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Ruben Amorim dipecat pada musim lalu.

Keputusan tersebut sempat diragukan, tetapi Carrick justru tampil impresif. Dari 16 pertandingan sebagai pelatih interim, ia membawa MU meraih 11 kemenangan sekaligus mengantarkan Setan Merah kembali ke Champions League.

Performa itu membuat manajemen MU akhirnya memberikan kepercayaan penuh kepada Carrick. Ia mendapat kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.

Namun, Carragher masih belum sepenuhnya yakin Carrick merupakan sosok yang tepat untuk menjadi solusi jangka panjang di Old Trafford.

 


Carrick Dinilai Masih seperti Pelatih Interim

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Dalam kolomnya untuk The Telegraph, seperti dikutup The Mirror, Sabtu (12/9/2026), Carragher menilai sebagian besar fans Manchester United memang memahami dan mendukung keputusan klub mempertahankan Carrick.

Namun, menurutnya, keraguan tetap muncul dari luar Old Trafford.

"Perasaan saya, para fans United secara umum memahami dan setuju dengan keputusan untuk mempertahankan Carrick. Mereka berharap dia bisa menjadi solusi jangka panjang untuk membawa klub kembali memenangi Premier League atau Champions League. Namun, dunia luar masih meragukannya," tulis Carragher.

Carragher bahkan menyebut Carrick masih dipandang sebagai pelatih interim, meski sudah mendapatkan status permanen.

"Bagi sebagian besar orang, Carrick masih terasa seperti solusi sementara, hanya dalam statusnya saja dia bukan lagi pelatih interim. Dia dipercaya memegang kendali Old Trafford hingga ada pelatih super yang mungkin datang pada musim panas 2027," lanjutnya.

Menurut Carragher, Carrick tentu tidak akan melihat dirinya seperti itu. Namun, persepsi tersebut disebutnya akan sulit dihilangkan.

 


Dibandingkan dengan Solskjaer

Karakter Ole Gunnar Solskjaer yang dikenal dekat dengan pemain menjadi pertimbangan utama dirinya masuk dalam radar pelatih pengganti Thomas Tuchel di Bayern Munchen. Ia diharapkan mampu menjalin hubungan baik dengan para pemain Bayern Munchen. Selain itu, ia juga memiliki hubungan yang dekat dengan Direktur Olahraga Bayern Munchen saat ini, Christoph Freund. (AFP/Ian Kington)

Carragher kemudian membandingkan situasi Carrick dengan Ole Gunnar Solskjaer ketika mantan striker MU tersebut mendapat jabatan permanen di Old Trafford.

Menurutnya, keduanya memiliki kesamaan. Baik Carrick maupun Solskjaer mendapatkan kesempatan sebagai pelatih interim karena status mereka sebagai legenda klub.

Ketika mampu memberikan hasil positif, keputusan untuk mempertahankan mereka secara permanen dianggap sebagai pilihan yang masuk akal sekaligus emosional.

"Dia dipandang di luar Old Trafford dengan cara yang sama seperti Ole Gunnar Solskjaer ketika mendapat pekerjaan permanen," kata Carragher.

Namun, Carragher memberikan catatan tajam.

"Status mereka sebagai legenda klub menjadi alasan mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih interim. Setelah tampil bagus, keputusan emosional sekaligus masuk akal kemudian diambil untuk memberi mereka kesempatan jangka panjang," ujar Carragher.

"Namun, itu tidak mengubah fakta bahwa jika hanya melihat rekam jejak kepelatihan mereka, mereka tidak akan pernah didekati klub elite lain di Inggris maupun Eropa. Klub-klub tersebut juga tidak memiliki keterikatan emosional yang sama ketika mempertimbangkan apakah mereka layak mendapatkan kontrak permanen," imbuhnya. 

Sumber: Mirror

Berita Terkait