Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe terang-terangan mengungkapkan keyakinan memenangkan Ballon d'Or. Bintang Real Madrid itu menilai performanya sepanjang musim lalu layak mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola itu.
Dalam wawancara dengan L'Equipe yang dikutip Mundo Deportivo, Kylian Mbappe juga berbicara mengenai sejumlah topik menarik, mulai dari Lamine Yamal, Arda Guler, Endrick, Jose Mourinho, hingga mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG).
Pemain asal Prancis itu juga menegaskan kritik yang menyebut dirinya justru menghambat kesuksesan tim tidak berdasar.
Mbappe Pede Bisa Menangi Ballon d'Or
Kylian Mbappe tidak menyembunyikan ambisi meraih Ballon d'Or. Menurutnya, penghargaan itu seharusnya diberikan kepada pemain yang benar-benar tampil luar biasa secara individu.
“Saya punya gagasan bahwa saya bisa memenangkannya tahun ini. Itu merupakan salah satu target saya, termasuk dalam jangka pendek. Tidak lama lagi,” ujar Mbappe.
Mantan pemain PSG itu memahami apabila ada pemilih yang memiliki pandangan berbeda. Namun, ia merasa pencapaiannya musim lalu pantas diperhitungkan.
“Secara objektif, saya bisa memahami mereka yang memilih berbeda. Tidak ada kediktatoran pemikiran," ujar Kylian Mbappe.
"Namun ketika Anda menganalisis argumen dan persaingan, saya rasa tidak akan tidak adil jika saya memenangkannya. Tidak ada yang memiliki musim lebih baik daripada saya musim lalu,” lanjutnya.
Kylian Mbappe juga memiliki pandangan tersendiri mengenai esensi Ballon d'Or.
“Saya selalu percaya bahwa Ballon d'Or seharusnya memberikan penghargaan kepada pemain yang berbeda. Tentu ada komponen kolektif dan itu penting karena sepak bola adalah olahraga tim. Namun, ini adalah trofi individu,” ujarnya.
Menurut Mbappe, era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi acuannya dalam memahami penghargaan itu.
Ia menilai Ballon d'Or biasanya diberikan kepada pemain dengan kemampuan istimewa, bukan sekadar pemain biasa yang kebetulan berada di tim sukses.
Puji Lamine Yamal hingga Arda Guler
Mbappe juga mendapat pertanyaan mengenai pemain-pemain muda yang menarik perhatiannya. Nama Lamine Yamal menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam daftar itu.
“Di antara pemain muda, saya menyukai Lamine Yamal. Dia memiliki semua. Saya juga menyukai Estevao, dia punya kreativitas khusus. Di sini, Arda Guler bisa melangkah sangat jauh,” kata Mbappe.
Penyerang Real Madrid itu juga memberikan pujian kepada rekan setimnya, Endrick.
“Endrick punya potensi; dia adalah seorang pencetak gol.”
Selain nama-nama itu, Mbappe juga memprediksi masa depan cerah bagi Warren Zaire-Emery dan Desire Doue.
Di sisi lain, Mbappe mengaku tidak terlalu terganggu dengan cemoohan sebagian pendukung Real Madrid di Santiago Bernabeu.
“Hal-hal seperti ini terjadi. Tahukah Anda berapa banyak pemain yang pernah dicemooh di Madrid? Mereka semua masih hidup, bukan?”
Menurut Mbappe, setiap pemain yang bergabung dengan Real Madrid sudah memahami tekanan luar biasa yang akan dihadapi.
“Ketika Anda bergabung dengan Madrid, Anda tahu apa yang akan Anda hadapi. Itu tidak terlalu memengaruhi saya. Saya memahami para penggemar yang mengekspresikan ketidakpuasan mereka.”
Mbappe Kagum dengan Jose Mourinho
Dalam wawancara itu, Mbappe juga memberikan penilaian positif terhadap Jose Mourinho, yang kini menjadi sosok penting dalam proyek Real Madrid.
Mbappe mengaku terkesan dengan kecerdasan Mourinho dan yakin sang pelatih memiliki arah yang jelas dalam pekerjaannya.
“Dia sangat cerdas. Kecerdasannya membuat saya terkesan, tetapi itu tidak mengejutkan saya. Anda tidak akan menjadi Mourinho jika tidak seperti itu. Dia tahu apa yang dia lakukan dan ke mana dia ingin pergi,” ujar Mbappe.
Menurutnya, seorang pesepak bola membutuhkan arah yang jelas untuk berkembang. Ia menilai Mourinho bisa memberikan hal itu.
“Bagi para pesepak bola, penting untuk memiliki jalan yang harus diikuti. Bersamanya, kami memiliki semuanya untuk melakukan berbagai hal dengan baik.”
Mbappe dan Mourinho kini memiliki misi besar, yakni membawa kembali trofi ke Real Madrid setelah musim sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan.
PSG Jadi Tim yang Harus Dikalahkan
Meski sudah meninggalkan PSG, Mbappe tetap memberikan apresiasi tinggi kepada mantan klubnya.
Ia bahkan menilai PSG merupakan tim yang harus dikalahkan oleh Real Madrid dan klub-klub besar lainnya.
“Mereka adalah tim yang harus dikalahkan. Madrid dan semua tim lainnya memiliki gagasan untuk menggulingkan tim yang sudah dua kali menjadi juara,” kata Mbappe.
Di sisi lain, musim ini bisa menjadi periode penting bagi Mbappe. Setelah musim lalu minim trofi, pemain Prancis itu mengawali kompetisi baru dengan performa impresif.
Mbappe telah mencetak lima gol dalam lima pertandingan di semua kompetisi pada awal musim ini.
Performa itu tentu menjadi modal penting bagi Mbappe untuk mewujudkan dua ambisi sekaligus: membantu Real Madrid kembali meraih trofi dan memenangkan Ballon d'Or.
Jika konsistensi terus terjaga, bukan tidak mungkin musim ini menjadi musim yang menentukan dalam perjalanan Mbappe sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Sumber: Madrid Universal